<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153</id><updated>2012-02-16T04:24:00.449-08:00</updated><category term='qur&apos;an'/><category term='muallaf'/><category term='palestina'/><category term='samar'/><category term='santai'/><category term='tauhid'/><category term='kisah teladan'/><category term='tekhnologi'/><category term='hikmah'/><category term='computer'/><title type='text'>www.aliabdulrazak.co.nr</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>95</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-2694163024287874288</id><published>2011-07-24T19:15:00.000-07:00</published><updated>2011-07-24T19:15:41.515-07:00</updated><title type='text'>antara mutu dan prestasi</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://kickandy.com/spaw/uploads/images/article/image/2009_11_29_11_39_02_ilmuwan.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;http://kickandy.com/theshow/2009/12/04/1730/1/1/1/BERPRESTASI-DI-NEGERI-ORANG&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;Artikel dari K!ck Andy ini menginspirasi banget bagi kita kalangan muda. Ternyata dibalik rendahnya mutu pendidikan di Indonesia terdapat pionir-pionir anak bangsa yang berprestasi, diakui dan dihargai di luar negeri. Mereka terjamin kehidupannya disana bahkan sampai hari tuanya. Bagaimana dengan indonesia??&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;Sudah tidak bisa disangkal lagi, mutu pendidikan di Indonesia banyak dikeluhkan berbagai kalangan. Dari tahun ke tahun selalu fasilitas sarana dan pendanaan yang menjadi faktor kendala utama. Dan, ini tentu saja berakibat mutu lulusannya dipertanyakan. Kita mungkin sudah ketinggalan jauh di tingkat regional Asia Tenggara, terutama dari negara Singapura atau Malaysia.&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px;"&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;Di tengah keterpurukan soal mutu dunia pendidikan kita, ternyata tidaklah sama dengan tingkat intelegensi manusia Indonesianya. Sejumlah orang Indonesia ternyata banyak yang berotak encer. Mereka bekerja di luar negeri seperti di Eropa, Amerika dan Jepang. Bahkan berhasil menduduki posisi penting.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;Suhendra misalnya. Pria kelahiran Jakarta, 17 November 1975 itu, saat ini bekerja pada Badan Peneliti Jerman, BAM di Berlin. Alumnus Universitas Diponegoro Semarang itu berhasil bekerja sebagai peneliti di Jerman setelah meraih gelar doktor di sebuah univeritas teknik di Jerman. Uniknya, Suhendra yang ahli di bidang metal eksplosif itu membiayai kuliahnya dengan bekerja serabutan dan mengumpulkan botol bekas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;Jabatan yang diraih Andreas Raharso mungkin membuat kita berdecak kagum. Pria berusia 44 tahun itu saat ini menduduki pimpinan atau CEO pada sebuah lembaga riset global Hay Group yang berkantor di Singapura. Hay Group sendiri mempunyai jaringan di hampir belahan dunia dan berkantor pusat di Amerika. Klien dari Hay Group ini kebanyakan adalah para pimpinan dunia seperti Amerika serikat, Perancis dan Inggris. Jabatan yang diraih Andreas Raharso cukup fenomenal, karena merupakan satu-satunya orang Asia yang berhasil menduduki posisi puncak. Selama ini jabatan itu didominasi warga Amerika dan Eropa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;Satu lagi orang Indonesia yang berhasil menduduki posisi penting adalah Profesor Yow Pin Liem. Pria 49 tahun asal Cirebon, Jawa Barat itu adalah pimpinan dan pendiri sebuah perusahaan riset Pro Thera Biologisc di Rhode Island, Amerika Serikat. Di tempat riset Prof Yow ini sudah banyak berkontribusi melakukan penelitian terutama masalah pemahaman seputar molekul kanker dan anthrax.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;Barangkali gelar akademis yang diraih Kent Sutanto ini tentulah langka. Pria kelahiran Surabaya 1951 silam itu meraih gelar doktor di Jepang. Tidak tanggung-tanggung gelar doktor yang diraih Kent di negeri sakura itu sebanyak empat gelar dari universitas yang bebeda. Saat ini Kent Sutanto mengajar di Universitas Waseda, kampus almamaternya. Selain itu Kent Sutanto juga sebagai dosen tamu di Universitas Venesia, Italia. Karena otaknya yang cemerlang, pria asal Surabaya yang sudah 35 tahun tinggal di Jepang itu mendapat kepercayaan pemerintah setempat duduk di MITI, semacam Departemen dan Perindustrian Jepang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, serif; font-size: 17px; line-height: 27px; text-align: justify;"&gt;Menilik prestasi dan kegigihan orang-orang Indonesia ini memang tidak kalah bahkan setara dengan ilmuwan dunia. Walau kondisi pendidikan di tanah air dirasa masih belum kondusif mereka mampu menembus ruang dan waktu berkiprah cemerlang di tingkat internasional. Mereka mengaku masih betah mengabdi di mancanegara. Mereka belum berniat untuk berkiprah di tanah air, karena mereka trauma ilmu yang mereka raih dengan susah payah itu tidak mendapatkan penghargaan yang selayaknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-2694163024287874288?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/2694163024287874288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2011/07/antara-mutu-dan-prestasi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/2694163024287874288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/2694163024287874288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2011/07/antara-mutu-dan-prestasi.html' title='antara mutu dan prestasi'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-4058275788588117746</id><published>2010-11-19T20:20:00.001-08:00</published><updated>2010-11-19T20:20:42.855-08:00</updated><title type='text'>Kisah Sa’id bin Harits Berbuka Puasa Bersama Bidadari</title><content type='html'>&lt;div id="isipost" style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/rumput-embun-pagi-250x205.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/rumput-embun-pagi-250x205.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Hisyam bin Yahya al-Kinaniy berkata, “Kami berperang melawan bangsa Romawi pada tahun 38 H yang dipimpin oleh Maslamah bin Abdul Malik. Dalam pertempuran itu ada di antara kami seorang lelaki yang bernama Sa’id bin Harits yang terkenal banyak beribadah, berpuasa di siang hari, dan shalat di malam hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Saya melihat orang itu adalah orang yang sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah, baik siang maupun malam hari. Jika dia tidak sedang melakukan shalat atau ketika kami berjalan-jalan bersama, saya lihat dia tidak pernah lepas dari berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur’an.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pada suatu malam ketika kami melakukan pergantian jaga (saat mengepung benteng Romawi), sungguh saat itu kami dibuat bingung olehnya. Saat itu saya katakan kepadanya, ‘Tidurlah sebentar karena kamu tidak tahu apa yang akan terjadi pada musuh. Jika terjadi sesuatu agar nantinya kamu dalam keadaan siaga.’&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Lalu dia tidur di sebelah tenda sedangkan saya berdiri di tempatku berjaga. Di saat itu saya mendengar Said berbicara dan tertawa, lalu mengulurkan tangan kanannya seolah-olah mengambil sesuatu kemudian mengembalikan tangannya sambil tertawa. Kemudian ia berkata, ‘Semalam.’ Setelah berkata seperti itu tiba-tiba ia melompat dari tidurnya dan terbangun&amp;nbsp; dan bergegaslah dia bertahlil, bertakbir, dan bertahmid.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Lalu saya bertanya kepadanya, ‘Bagus sekali, wahai Abul Walid (panggilan Sa’id), sungguh saya telah melihat keanehan pada malam ini. Ceritakanlah apa yang kau lihat dalam tidurmu.’&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dia berkata, ‘Aku melihat ada dua orang yang belum pernah aku lihat kesempurnaan sebelumnya pada selain diri mereka berdua. Mereka berkata kepadaku, ‘Wahai Sa’id, berbahagialah, sesungguhnya Allah swt. telah mengampuni dosa-dosamu, memberkati usahamu, menerima amalmu, dan mengabulkan doamu. Pergilah bersama kami agar kami menunjukkan kepadamu kenikmatan-kenikmatan apa yang telah dijanjikan oleh Allah kepadamu.’&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tak henti-hentinya Sa’id menceritakan apa-apa yang dilihatnya, mulai dari istana-istana, para bidadari, hingga tempat tidur yang di atasnya ada seorang bidadari yang tubuhnya bagaikan mutiara yang tersimpan di dalamnya. Bidadari itu berkata kepadanya, “Sudah lama kami menunggu kehadiranmu.” Lalu aku berkata kepadanya, “Di mana aku?” Dia menjawab, “Di surga Ma’wa.” Aku bertanya lagi, “Siapa kamu?” Dia menjawab, “Aku adalah istrimu untuk selamanya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sa’id melanjutkan ceritanya. “Kemudian aku ulurkan tanganku untuk menyentuhnya. Akan tetapi dia menolak dengan lembut sambil berkata, ‘Untuk saat ini jangan dulu, karena engkau akan kembali ke dunia.’ Aku berkata kepadanya, “Aku tidak mau kembali.” Lalu dia berkata, “Hal itu adalah keharusan, kamu akan tinggal di sana selama tiga hari, lalu kamu akan berbuka puasa bersama kami pada malam ketiga, insya Allah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Lalu aku berkata, “Semalam, semalam.” Dia menjawab, “Hal itu adalah sebuah kepastian.” Kemudian aku bangkit dari hadapannya, dan aku melompat karena dia berdiri, dan saya terbangun.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Hisyam berkata, “Bersyukurlah kepada Allah, wahai saudaraku, karena Dia telah memperlihatkan pahala dari amalmu.” Lalu dia berkata, “Apakah ada orang lain yang bermimpi seperti mimpiku itu?” Saya menjawab, “Tidak ada.” Dia berakta, “Dengan nama Allah, aku meminta kepadamu untuk merahasiakan hal ini selama aku masih hidup.” Saya katakan kepadanya, “Baiklah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Lalu Sa’id keluar di siang hari untuk berperang sambil berpuasa, dan di malam hari ia melakukan shalat malam sambil menangis. Sampai tiba saatnya, dan sampailah malam ketiga. Dia masih saja berperang melawan musuh, dia membabat musuh-musuhnya tanpa sekalipun terluka. Sedangkan saya mengawasinya dari kejauhan karena saya tidak mampu mendekatinya. Sampai pada saat matahari menjelang terbenam, seorang lelaki melemparkan panahnya dari atas benteng dan tepat mengenai tenggorokannya. Kemudian dia jatuh tersungkur, lalu dengan segera aku mendekati dia dan berkata kepadanya, “Selamat atas buka malammu, seandainya aku bisa bersamamu, seandainya….”&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Lalu ia menggigit bibir bawahnya sambil memberi isyarat kepadaku dengan tersenyum. Seolah-olah dia berharap ‘Rahasiakanlah ceritaku itu hingga aku meninggal’. Kemudian dari bibirnya keluar kata-kata, “Segala puji bagi Allah yang telah menepati janji-Nya kepada kami.” Maka demi Allah, dia tidak berucap kata-kata selain itu sampai dia meninggal.&lt;/div&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kemudian saya berteriak dengan suaraku yang paling keras, “Wahai hamba-hamba Allah, hendaklah kalian semua melakukan amalan untuk hal seperti ini,” dan aku ceritakan tentang kejadian tersebut. Dan orang-orang membicarakan tentang kisah itu dan mereka satu sama lain saling memberikan teguran dan nasihat. Lalu pada pagi harinya mereka bergegas menuju benteng dengan niat yang tulus dan dengan hati yang penuh kerinduan kepada Allah swt. Dan sebelum berlalunya waktu Dhuha benteng sudah bisa dikuasai berkat seorang lelaki shaleh itu, yaitu Sa’id bin Harits. Allahu a’lam&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-4058275788588117746?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/4058275788588117746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/11/kisah-said-bin-harits-berbuka-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/4058275788588117746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/4058275788588117746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/11/kisah-said-bin-harits-berbuka-puasa.html' title='Kisah Sa’id bin Harits Berbuka Puasa Bersama Bidadari'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-8470779247450129089</id><published>2010-11-19T20:02:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T20:02:50.548-08:00</updated><title type='text'>Jangan Halangi Aku Membela Rasulullah</title><content type='html'>&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2008/10/biru-muhammad.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2008/10/biru-muhammad.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Hari itu Nasibah tengah berada di dapur. Suaminya, Said tengah beristirahat di kamar tidur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh bagaikan gunung-gunung batu yang runtuh. Nasibah menebak, itu pasti tentara musuh. Memang, beberapa hari ini ketegangan memuncak di sekitar Gunung Uhud.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dengan bergegas, Nasibah meninggalkan apa yang tengah dikerjakannya dan masuk ke kamar. Suaminya yang tengah tertidur dengan halus dan lembut dibangunkannya. “Suamiku tersayang,” Nasibah berkata, “aku mendengar suara aneh menuju Uhud. Barang kali orang-orang kafir telah menyerang.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Said yang masih belum sadar sepenuhnya, tersentak. Ia menyesal mengapa bukan ia yang mendengar suara itu. Malah istrinya. Segera saja ia bangkit dan mengenakan pakaian perangnya. Sewaktu ia menyiapkan kuda, Nasibah menghampiri. Ia menyodorkan sebilah pedang kepada Said.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Suamiku, bawalah pedang ini. Jangan pulang sebelum menang….”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Said memandang wajah istrinya. Setelah mendengar perkataannya seperti itu, tak pernah ada keraguan baginya untuk pergi ke medan perang. Dengan sigap dinaikinya kuda itu, lalu terdengarlah derap suara langkah kuda menuju utara. Said langsung terjun ke tengah medan pertempuran yang sedang berkecamuk. Di satu sudut yang lain, Rasulullah melihatnya dan tersenyum kepadanya. Senyum yang tulus itu makin mengobarkan keberanian Said saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Di rumah, Nasibah duduk dengan gelisah. Kedua anaknya, Amar yang baru berusia 15 tahun dan Saad yang dua tahun lebih muda, memperhatikan ibunya dengan pandangan cemas. Ketika itulah tiba-tiba muncul seorang pengendara kuda yang nampaknya sangat gugup.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Ibu, salam dari Rasulullah,” berkata si penunggang kuda, “Suami Ibu, Said baru saja gugur di medan perang. Beliau syahid…”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Nasibah tertunduk sebentar, “&lt;em&gt;Inna lillah&lt;/em&gt;…..” gumamnya, “Suamiku telah menang perang. Terima kasih, ya Allah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Setelah pemberi kabar itu meninggalkan tempat itu, Nasibah memanggil Amar. Ia tersenyum kepadanya di tengah tangis yang tertahan, “Amar, kaulihat Ibu menangis? Ini bukan air mata sedih mendengar ayahmu telah syahid. Aku sedih karena tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan pagi para pejuang Nabi. Maukah engkau melihat ibumu bahagia?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Amar mengangguk. Hatinya berdebar-debar.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Ambilah kuda di kandang dan bawalah tombak. Bertempurlah bersama Nabi hingga kaum kafir terbasmi.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mata amar bersinar-sinar. “Terima kasih, Ibu. Inilah yang aku tunggu sejak dari tadi. Aku was-was seandainya Ibu tidak memberi kesempatan kepadaku untuk membela agama Allah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Putra Nasibah yang berbadan kurus itu pun segera menderapkan kudanya mengikut jejak sang ayah. Tidak tampak ketakutan sedikitpun dalam wajahnya. Di depan Rasulullah, ia memperkenalkan diri. “Ya Rasulullah, aku Amar bin Said. Aku datang untuk menggantikan ayah yang telah gugur.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Rasul dengan terharu memeluk anak muda itu. “Engkau adalah pemuda Islam yang sejati, Amar. Allah memberkatimu….”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Hari itu pertempuran berlalu cepat. Pertumpahan darah berlangsung sampai sore. Pagi-pagi seorang utusan pasukan islam berangkat dari perkemahan mereka meunuju ke rumah Nasibah. Setibanya di sana, perempuan yang tabah itu sedang termangu-mangu menunggu berita, “Ada kabar apakah gerangan kiranya?” serunya gemetar ketika sang utusan belum lagi membuka suaranya, “apakah anakku gugur?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Utusan itu menunduk sedih, “Betul….”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“&lt;em&gt;Inna lillah&lt;/em&gt;….” Nasibah bergumam kecil. Ia menangis.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Kau berduka, ya Ummu Amar?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Nasibah menggeleng kecil. “Tidak, aku gembira. Hanya aku sedih, siapa lagi yang akan kuberangkatan? Saad masih kanak-kanak.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mendegar itu, Saad yang tengah berada tepat di samping ibunya, menyela, “Ibu, jangan remehkan aku. Jika engkau izinkan, akan aku tunjukkan bahwa Saad adalah putra seorang ayah yang gagah berani.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Nasibah terperanjat. Ia memandangi putranya. “Kau tidak takut, nak?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Saad yang sudah meloncat ke atas kudanya menggeleng yakin. Sebuah senyum terhias di wajahnya. Ketika Nasibah dengan besar hati melambaikan tangannya, Saad hilang bersama utusan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Di arena pertempuran, Saad betul-betul menunjukkan kemampuannya. Pemuda berusia 13 tahun itu telah banyak menghempaskan banyak nyawa orang kafir. Hingga akhirnya tibalah saat itu, yakni ketika sebilah anak panah menancap di dadanya. Saad tersungkur mencium bumi dan menyerukan, “Allahu akbar!”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kembali Rasulullah memberangkatkan utusan ke rumah Nasibah. Mendengar berita kematian itu, Nasibah meremang bulu kuduknya. “Hai utusan,” ujarnya, “Kausaksikan sendiri aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Hanya masih tersisa diri yang tua ini. Untuk itu izinkanlah aku ikut bersamamu ke medan perang.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sang utusan mengerutkan keningnya. “Tapi engkau perempuan, ya Ibu….”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Nasibah tersinggung, “Engkau meremehkan aku karena aku perempuan? Apakah perempuan tidak ingin juga masuk surga melalui jihad?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Nasibah tidak menunggu jawaban dari utusan tersebut. Ia bergegas saja menghadap Rasulullah dengan kuda yang ada. Tiba di sana, Rasulullah mendengarkan semua perkataan Nasibah. Setelah itu, Rasulullah pun berkata dengan senyum. “Nasibah yang dimuliakan Allah. Belum waktunya perempuan mengangkat senjata. Untuk sementra engkau kumpulkan saja obat-obatan dan rawatlah tentara yang luka-luka. Pahalanya sama dengan yang bertempur.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mendengar penjelasan Nabi demikian, Nasibah pun segera menenteng tas obat-obatan dan berangkatlah ke tengah pasukan yang sedang bertempur. Dirawatnya mereka yang luka-luka dengan cermat. Pada suatu saat, ketika ia sedang menunduk memberi minum seorang prajurit muda yang luka-luka, tiba-tiba terciprat darah di rambutnya. Ia menegok. Kepala seorang tentara Islam menggelinding terbabat senjata orang kafir.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Timbul kemarahan Nasibah menyaksikan kekejaman ini. Apalagi waktu dilihatnya Nabi terjatuh dari kudanya akibat keningnya terserempet anak panah musuh, Nasibah tidak bisa menahan diri lagi. Ia bangkit dengan gagah berani. Diambilnya pedang prajurit yang rubuh itu. Dinaiki kudanya. Lantas bagai singa betina, ia mengamuk. Musuh banyak yang terbirit-birit menghindarinya. Puluhan jiwa orang kafir pun tumbang. Hingga pada suatu waktu seorang kafir mengendap dari belakang, dan membabat putus lengan kirinya. Ia terjatuh terinjak-injak kuda.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Peperangan terus saja berjalan. Medan pertempuran makin menjauh, sehingga Nasibah teronggok sendirian. Tiba-tiba Ibnu Mas’ud mengendari kudanya, mengawasi kalau-kalau ada korban yang bisa ditolongnya. Sahabat itu, begitu melihat seonggok tubuh bergerak-gerak dengan payah, segera mendekatinya. Dipercikannya air ke muka tubuh itu. Akhirnya Ibnu Mas’ud mengenalinya, “Istri Said-kah engkau?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Nasibah samar-sama memperhatikan penolongnya. Lalu bertanya, “bagaimana dengan Rasulullah? Selamatkah beliau?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Beliau tidak kurang suatu apapun…”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Engkau Ibnu Mas’ud, bukan? Pinjamkan kuda dan senjatamu kepadaku….”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Engkau masih luka parah, Nasibah….”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Engkau mau menghalangi aku membela Rasulullah?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Terpaksa Ibnu Mas’ud menyerahkan kuda dan senjatanya. Dengan susah payah, Nasibah menaiki kuda itu, lalu menderapkannya menuju ke pertempuran. Banyak musuh yang dijungkirbalikannya. Namun, karena tangannya sudah buntung, akhirnya tak urung juga lehernya terbabat putus. Rubuhlah perempuan itu ke atas pasir. Darahnya membasahi tanah yang dicintainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: arial, verdana, tahoma, sans-serif; font-size: 13px; font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tiba-tiba langit berubah hitam mendung. Padahal tadinya cerah terang benderang. Pertempuran terhenti sejenak. Rasul kemudian berkata kepada para sahabatnya, “Kalian lihat langit tiba-tiba menghitam bukan? Itu adalah bayangan para malaikat yang beribu-ribu jumlahnya. Mereka berduyun-duyun menyambut kedatangan arwah Nasibah, wanita yang perkasa.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-8470779247450129089?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/8470779247450129089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/11/jangan-halangi-aku-membela-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/8470779247450129089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/8470779247450129089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/11/jangan-halangi-aku-membela-rasulullah.html' title='Jangan Halangi Aku Membela Rasulullah'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-4675881318918827039</id><published>2010-10-24T06:49:00.000-07:00</published><updated>2010-10-24T06:49:55.061-07:00</updated><title type='text'>Senja menjelang matahari tenggelam</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif, 'Liberation Sans', FreeSans; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Senja menjelang matahari tenggelam. Di langit masih nampak semburat matahari yang akan sirna, karena akan datangnya malam. Jalan-jalan mulai sepi. Orang-orang mulai masuk ke rumah mereka. Diantara mereka ada, yang sedang berjalan menuju ‘baitullah’, tak jauh dari rumah mereka. Tetapi, ada seorang lelaki yang berjalan, terus menelurusi jalan yang berliku-liku, menuju sebuah bukit. Ia melangkah terus menuju sebuah bukit, hingga bayangannya tak nampak lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sungguh tak ada yang menyangka, bahwa laki-laki yang dengan kesendiriannya itu, dan berjalan menelurusi bukit, yang berbatu dan berbelok, di senja hari itu, tak lain adalah Rasulullah Shallahu alaihi wassalm, yang sore pergi ke kuburan Uhud. Uqbah bin Umair, suatu ketika menuturkan bahwa Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, pergi ke kuburan Uhud. Rasulullah menshalati mereka, sesudah delapan tahun mereka dikuburkan seperti seorang yang mengucapkan kalimat perpisahan kepada orang-orang yang meninggal.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Usai menshalati para pejuang Uhud itu, Rasulullah lalu menyampaikan do’anya, yang lirih dengan penuh kekhusukkan. “Aku adalah pendahulu kalian dan saksi atas kalian. Tempat bertemu kalian adalah telaga, dan aku benar-benar melihat dari tempatku berdiri ini. Aku tidak khawatir kalian akan syirik, akan tetapi aku khawatir kalian akan bersaing memperebutkan dunia”, ungkap Rasulullah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Kemudian, Uqbah bin Umair menyatakan : “Itu adalah saat terakhir aku melihat dan memandang Rasulullah Shallahu alaihi wassalam”. (HR. Bukhari dan Muslim). Betapa bahagianya orang-orang yang dapat melihat dan memandang serta bertemu dengan kekasihnya Rasulullah Shallahu alaihi wassalam itu. Mereka yang dapat bertemu dengan Rasulullah itu, bagaikan mendapatkan air, ketika terik matahari pandang pasir, yang memanggang sekujur tubuh, dan kering-kerontangnya tenggorokkan, tiba-tiba mendapatkan tetesan air. Tetesan air kebahagian dari perjumpaannya dengan Rasulullah. Betapa mereka akan berbahagia kelak, di hari akhirat, yang mendapatkan do’a dan shafaat dari Rasulullah. Seperti mereka pejuang Uhud, yang dido’akan oleh Rasulullah Shallahu alaihi wassalam.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Betapa, ketika itu Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, yang menjadi panutan dan tempat kembali para ummatnya, yang menginginkan arahan dan do’a, justru Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, tidak mengkhawatirkan umatnya terjatuh ke dalam lembah syirik. Tetapi, yang dikhawatirkan Rasulullah adalah kalau-kalau umatnya banyak yang jatuh ke dalam pelukan dunia, dan bersaing memperebutkan dunia. Dunia telah menjadikan manusia yang hina. Dunia telah menjadikan manusia tidak berharga. Dunia telah menjadikan manusia sebagai seekor binatang, dan lebih hina dibandingkan dengan binatang. Karena itu, Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, mengkhawatirkan umatnya, jika nantinya bersaing memperebutkan sekerat kehidupan dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dalam riwayat yang lain disebutkan : “Akan tetapi aku khawatir kalian akan besaing memperebutkan dunia. Kalian akan berbunuhan dan akhirnya kalian binasa seperti orang-orang sebelulm kalian”, ujar Baginda Rasulullah Shalllahu alaihi wassalam. Uqbah bin Umair meriwayatkan ketika, belaiu melihat terakhir Rasulullah, dan berkata : “Aku adalah pendahulu kalian. Aku saksi kalian. Demi Allah, aku sekarang melihat telagaku. Aku diberi kunci gudang-gudang bumi atau kunci-kunci bumi. Dan demi Allah, aku tidak khawatir kalian akan syirik setelah aku mati, tetapi aku khawatir kalian akan bersaing memperebutkan dunia”.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sesungguhnya, dengan kalimat itu Rasulullah ingin memperingatkan kita untuk tidak besaing dalam mencintai dunia dengan cara yang menjadikan kita lalai untuk mengingat Allah Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“ Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang bebuat demikian, maka emreka itulah orang-orang yagn merugi”. (al-Munafiqun : 9).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Selanjutnya, Abu Hurairah menuturkan bahwa ia mendengar Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, bersabda : “ Ketahuilah, dunia itu terlaknat dan terlaknat pula seluruh yang ada di dunia, kecuali dzikir kepada Allah dan apa yang mengikutinya, serta seorang ulama atau pelajar”. (HR.Tirmidzi)&lt;br /&gt;Maka, jika kita ingin memahami dunia dan hakikat dunia, cukuplah kita membaca firman Allah Ta’ala :&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Sesungguhnya perumpaan kehidupan duniawi itu adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karna air itu tanam-tanaman bumi, diantaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datangnya kepada azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir”. (Surah Yunus : 24).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Semoga manusia mau menyadari bahwa apa yang ada di dunia ini, semua fana, dan akan lenyap, tanpa bersisa. Kejarlah dunia, hingga nafasmu habis, dan tenagamu tak bersisa, niscaya manusia tak pernah mendapatkan kepuasan dengannya. Manusia yang lalai dengan dunia, maka diakhirat kelak, tentu akan menjadi hina. Tak mampu lagi berdiri tegak dihadapan Allah Azza Wa Jalla. Dan, segeralah manusia memohon ampun dan tobat serta kembalilah kepada mengingat Allah, yang maha kekal, selama-lamanya, dan yang maha hidup, tak pernah tidur, serta senantiasa akan menjaga hamba-hambanya yang selalu mengingat-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Mengapa umurmu, engkau habiskan hanya berbuat sia-sia yang tak berharga, dan tak bernilai, sehingga engkau meninggalkan kemuliaan, yang sudah dijanjikan oleh oleh Allah Ta’ala. Kembalilah. Dan, tinggalkan dunia ini, dan gapailah kemuliaan di akhirat, yang pasti akan datang. Wallahu’alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-4675881318918827039?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/4675881318918827039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/senja-menjelang-matahari-tenggelam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/4675881318918827039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/4675881318918827039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/senja-menjelang-matahari-tenggelam.html' title='Senja menjelang matahari tenggelam'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-5535596340530425594</id><published>2010-10-24T06:42:00.000-07:00</published><updated>2010-10-24T06:42:36.440-07:00</updated><title type='text'>mereka masih terus tertawa, tanpa henti, karena memang mereka tak lagi memiliki hati.</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif, 'Liberation Sans', FreeSans; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSK6I21zAR5KxMw7ITiDrJzhQnCFCj9nQa6-P8ANJlUyLlMB0Q&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__jWUVo-iAKLfv9UsGsHhmiFaV86E=" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSK6I21zAR5KxMw7ITiDrJzhQnCFCj9nQa6-P8ANJlUyLlMB0Q&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__jWUVo-iAKLfv9UsGsHhmiFaV86E=" /&gt;&lt;/a&gt;Di dunia, wahai para pemimpin engkau tersenyum-simpul. Seakan tak merasakan kepedihan-kepedihan yang dialami oleh orang-orang di sekelilingmu. Tangisan-tangisan yang menyayat, tak juga menyebabkan dirimu tergugah. Ratusan orang yang mati, karena musibah, masih juga tak menyebabkan takut. Tak juga mengetuk hatimu. Hatimu menjadi keras. Tak tersentuh kenyataan-kenyataan begitu pedih yang ada di sekitarmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dan, mereka masih terus tertawa, tanpa henti, karena memang mereka tak lagi memiliki hati. Mereka masih terus mengumbar janji-janji. Betapa, mereka nanti dihadapan Allah Azza Wa Jalla, pasti akan mendapatkan ‘jaza’ (balasan), dan bagaimana semua dapat mereka pertanggungjawabkan, ketika mereka sudah berkhianat dan tidak lagi dapat menjalankan amanah.&lt;br /&gt;Ketahuilah, apa yang dilakukan generasi salaf, dan salah satu diantaranya adalah Umar Ibn Khattab, penguasa (Khalifah), yang kekuasaannya meliputi jazirah yang amat luas dan begitu disegani oleh lawan-lawannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Namun, kekuasaannya tiada mempunyai arti apa-apa dibandingkan dengan rasa takutnya kepada Allah Azza Wa Jalla. Umar yang lebih mengutakamakan keselamatan rakyatnya, hingga hatinya menjadi terguncang hebat, ketika ada seorang rakyatnya menderita akibat tertimpa gempa. Umar mendengar rintihan orang yang sakit, keluhan orang yang kehilangan haknya dan mengatakan kepadanya :&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Takutlah anda kepada Allah, hai Umar!” &amp;nbsp; Nah, pernahkah anda mendengar peristiwa seperti itu …? Di mana .. , dan bilamana .. ?&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Lalu, beberapa orang mengejar laki-laki itu dengan murka, tetapi Umar memanggil mereka agar kembali ke tempat semula. Di mana Umar duduk di dalam sebuah majelis, ketika seseorang masuk, dan menghampirinya seraya mengutarakan perasaannya, yang sangat tidak suka atas musibah yang dialaminya bersama keluarganya, akibat gempa.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Orang itu, yang menyeruak masuk ke dalam majelis sambil menyemburkan kata-katanya : “Oh, Andakah Umar? Bencana dari Allah akan menimpamu, hai Umar!”. Tapi, setelah mengucapkan itu, laki-laki itu, pergi meninggalkan Umar. Orang yang pergi meninggalkan Umar itu, tersusul, dan oleh Umar disuruh duduk kembali. Lalu, orang yag mengatakan : “Bencana dari Allah akan menimpamu Umar!” itu ditanyai oleh Umar.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“Katamu hai kawan, saya akan beroleh bencana dari Allah … , kenapa?” tanya Umar. “Ya”, ujar laki-laki itu, “Karena para pejabat dan pembesar Anda tidak menegakkan keadilan, malahan berbuat keaniayaan”. “Pejabat-pejabat saya yang mana yang Anda maksudkan?” tanya Umar. “Pejabat Anda yang berada di Mesir, yang bernama ‘Iyadh bin Ghanam”, ujar laki-laki itu. Tak lama setelah mendengarka pengaduan laki-laki itu, dipilihlah oleh Umar dua orang diantara para sahabatnya itu, kemudian Umar berpesan,” Berangkatlah tuan-tuan ke Mesir, dan segera bawa kemari ‘Iyadh bin Ghanam.” Dan, 'Iyad bin Ghanam oleh Umar dipecat sebagai gubernur, hanya kalalaiannya, tidak memperhatikan rakyatnya yang terkena musibah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Laki-laki yang tubuhnya tinggi besar, dan memiliki keberanian yang luar biasa, tiba-tiba menjadi gemetar, lunglai dan tak dapat tegak berdiri ketika mendengar,&amp;nbsp; “Tidakkah Anda takut kepada Allah, wahai Umar?”&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Saat Umar menghadapi sakaratul maut, dia berkata kepada puteranya Abdullah,&amp;nbsp; “Hai Abdullah, pindahkanlah kepalaku dari bantal ini, letakkanlah diatas tanah, semoga Allah menaruh belas kasihan padaku,” ucap Umar. Tak ada bencana yang lebih ditakuti oleh Umar, kecuali yang dikhawatirkan akan menimpa peruntungannya, selain bencana terkucil atau tejauhkan dari ridha Ilahi, dan menyimpang dari Rasul-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Umar mencatat hari kelahirannya yang baru, ketika ia mengucapkan dua kalimah syahadat di depan Rasulullah Shallahu alaihi wa salam, “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ia khawatir saat ucapan-ucapannya yang telah lalu itu, yang keluar dari mulutnya itu menyimpang dari garis kebenaran. Ia begitu mengkhawatirkan perbuatan-perbuatannya tergelincir dari jalan yang seharusnya dilalui,yaitu al-haq. Umar, begitu cemas, jika kehidupannya ternoda oleh dosa-dosa kehidupan, yang tak terampuni oleh Rabbnya. Maka, Umar hidupnya selalu penuh dengan kegelisahan, yang menghasilkan kemantapan jiwanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Begitupun matanya, yang tak hendak terpejam, dan selalu diisinya dengan berpikir dan berkarya. Makannya sedikit, tak pernah kenyang perut dengan makanan, dan tak hendak makan makanan yang lezat. Makan hanya sekadar menunjang hidup. Ia jarang tidur,hingga boleh dikatakan ia selalu terjaga. Ungkapannya,&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;“JIka saya tidur malam, berarti saya menyia-nyiakan diri saya. Dan, jika saya tidur siang, berarti saya mengabaikan rakyat jelata,” ujar Umar.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Semua rasa malu, semua kecemasan dan ketakutan, semua kemauan baik dan cita-cita mulia, sebabnya tiada lain, hanyalah karena Umar bingung dan tiadk tahu apa yang akan dikatakannya kepada Rabbnya nanti di akhirat… Subhanallah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Bagaimana seorang pemimpin yang rakyatnya ratusan, mungkin ribuan,meninggal terkena musibah, tapi masih tersenyum-simpul, dan tidur nyenyak sambil bermimpi tentang kekuasaan? Bagaimana mereka di hadapan Allah Rabbul Aziz nanti? Wallahu ‘alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-5535596340530425594?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/5535596340530425594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/mereka-masih-terus-tertawa-tanpa-henti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/5535596340530425594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/5535596340530425594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/mereka-masih-terus-tertawa-tanpa-henti.html' title='mereka masih terus tertawa, tanpa henti, karena memang mereka tak lagi memiliki hati.'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-7548806132419100281</id><published>2010-10-24T06:38:00.000-07:00</published><updated>2010-10-24T06:38:54.108-07:00</updated><title type='text'>malulah kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif, 'Liberation Sans', FreeSans; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ7STccU9LDylzIuiEHPIlhVk9nMX2DTJ87DUQDMZCFwqhlxbw&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__5rmN-zbPBJVU1caBr9iZjC9QYoA=" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ7STccU9LDylzIuiEHPIlhVk9nMX2DTJ87DUQDMZCFwqhlxbw&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__5rmN-zbPBJVU1caBr9iZjC9QYoA=" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ia dapat merubah tradisi Daulah Bani Ummaiyah yang rendah, yang telah berlaku lebih dari 60 tahun, menjadi masa kehidupan yang indah, baik, adil, dan sejahtera, yang mirip dengan masa Rasulullah Shallahu alaihi wa salam.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Lelaki itu dahulu sebelum menjadi penguasa, mengenakan wangi-wangian dari jenis yang terbaik, duduk diatas singgasana yang megah, memakai pakaian yang paling mahal dan mewah, menikmati makanan yang paling lezat, menunggang kuda yang paling elok, serta penghasilannya setiap tahunnya mencapai 40.000 dinar.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Namun dengan kehendaknya sendiri, dan waktu yang singkat, kehidupannya berubah. Kehidupan yang memakau di mata manusia itu, dan&amp;nbsp; segalanya ia tinggalkan dan ia pupus.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Wewangian yang sangat harum yang biasa dikenakannya, berganti dengan peluh dan keringat yang bercucuran. Kuda tunggangannya yang elok, berganti dengan telapaknya. Sehingga, kakinya menjadi kasar dan keras. Pakaiannya yang paling indah dan mewah berganti dengan yang paling murah. Makannya yang melimpah dan lezat menjadi sangat sederhana. Dan, ia sudah tidak memiliki penghasilan tahunan lagi. Betapa, ia tinggalkan semua kemewahan hidup, yang serba menakjubkan dimata manusia, dan ia jalani kehidupan, yang sejauh-jauhnya dari kehidupan dunia.&lt;br /&gt;Diangkutnya seluruh kekayaan pribadi yang dimilikinya, dan ia masukkan ke dalam Baitul Mal.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Istananya yang dahulu serba megah dan sangat mengagumkan itu, kemudian berubah menjadi rumah sangat sederhana, dan terbuat dari tanah. Adapun, singgasanya .. adalah singgasana yang paling hebat, sebab terbuat dari potongan batang kayu bulat yang diletakkan begitu saja diatas tanah.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Dan, yang sangat menggugah bahwa perubahan itu terjadi bukan pada diri rakyat yang awam … tetapi justru pada diri seorang raja .. bahkan raja diraja, pemilik istana dan kekayaan, kebangsawanan, dan seluruh keistimewaan, yang tiada bandingnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Adakah peristiwa ini pada diri seorang kakek yang sudah tua renta, dan sedang mendekati kematiannya? Tidak. Ia bukan seorang kakek tua. Tetapi, ia adalah orang masih sangat muda, yang sedang berangkat dewasa, dalam usia 35 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Semenjak ia diangkat menjadi seorang khalifah, di relung hatinya yang paling dalam, selalu galau, dan diliputi dengan pertanyaan : “Siapakah yang dapat membebaskan diriku pada hari kebangkitan nanti, dari tuntutan fakir miskin yang kelaparan … dari orang-orang yang merintih kesakitan dan penderitaan, dari orang yang teraniaya dan yang ditinggal mati suaminya, dan dari anak yatim serta tawanan ..”&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Majulah wahai pemimpin umat, yang mencintai, dan&amp;nbsp; selalu mencintai Allah Azza Wa Jalla, dalam setiap gerak langkahmu, biarlah kami tahu, bagiamana engkau mencuci pakaianmu itu sendiri, dan engkau menunggunya hingga kering untuk engkau kenakan lagi, lantaran engkau tidak memiliki&amp;nbsp; pakaian selain itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Biarlah, engkau tunjukkan kepada kami, istana engkau yang terletak jauh di ujung sana … sehingga, ketika seorang wanita mengunjunginya untuk meminta tambahan tunjangan, dengan rasa getir ia mengatakan : “Mana mungkin saya mengharapkan bantuan membangun rumah saya dari orang yang rumahnya bobrok dan berantakan ini …” Dan, berbagahagialah engkau, sekiranya istrimu Fatimah itu .. dengan amat tepat menjawab wanita itu tadi : “Yah, yang menyebabkan rumah ini bobrok dan berantkan, tiada lain disebabkan pembangunan rumah orang seperti anda ini”, ujarnya. Begitu indah kehidupan waktu itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Lelaki itu, tak pernah lupa, apa yang diucapkan Aisyah, yang mengatakan bahwa Rasulullah shallahu alaihi wa salam, berkata : “Wahai manusia, malulah kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu”. Kemudian, Beliau berkata lagi : “Barangsiapa diantara kalian malu, hendaknya tidak beranjak tidur kecuali ajalnya terbayang dipelupuk matanya. Hendaknya ia juga menjaga perutnya dan isinya. Kepala dan isinya. Ia mengingat mati dan kehancuran dan hendaknya ia meninggalkan perhiasan dunia”. (HR.Ath-Tabrani)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ia membayangkan kematian ada dihadapannya seolah-olah ia menyaksikannya didepan mata. Kematian adalah sesuatu yang pasti dan harus ada di depan mata, agar mendorong beramal sebagai persiapan menghadapi kematian dan masa setelahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ketika masih kanak-kanak ibunya pernah menjumpai di kamarnya … dilihat anaknya sedang berurai air mata. Kemudian, anaknya yang masih kecil dipeluk oleh ibunya, dan ditanyakan kepadanya apa yang menyebabkan bersedih seperti itu .. Kemudian, apa jawabnya? “Tiada sesuatu pun wahai ibuku, hanya saja ananda takut dan teringat akan kematian ..”&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Lelaki itu, tak lain, adalah Umar bin Abdul Aziz, yang mendapatkan julukan khalifah kelima, karena sangat masyhur, dan memberikan suri tauladan, yang tak pernah habis-habis bagi kehidupan,hingga kini. Lekaki itu, memiliki rasa takut dan malu yang luar biasa kepada Rabbnya, sehingga segala kenikmatan dunia ia tinggalkan, dan hidup dengan penuh zuhud dan wara’.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: scroll; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: url(http://a.cdn.tendaweb.com/img/line.gif); background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: repeat repeat; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #222222; font-family: verdana; font-size: 12px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: 23px; margin-bottom: 23px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 5px; padding-right: 5px; padding-top: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ia memahami arti kehidupan ini. Umar bin Abdul Aziz, tak terbelenggu dengan kenikmatan dunia, yang terkadang membawa bencana bagi manusia, yang lalai dan lalim. Maka, ia lebih memilih kehidupan, yang akan menjamin dirinya mendapatkan kemuliaan disisi Allah Azza Wa Jalla. Ketika, ia wafat&amp;nbsp; hanya meninggalkan terompah dan jubah serta karpet yang digunakan menerima tamunya. Wallahu ‘alam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-7548806132419100281?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/7548806132419100281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/malulah-kepada-allah-dengan-sebenar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/7548806132419100281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/7548806132419100281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/malulah-kepada-allah-dengan-sebenar.html' title='malulah kepada Allah dengan sebenar-benarnya malu'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-2418888395462356278</id><published>2010-10-13T23:15:00.000-07:00</published><updated>2010-10-13T23:15:21.704-07:00</updated><title type='text'>cinta dan sabar</title><content type='html'>&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Jika Anda memiliki anak pertama yang berumur 2.5 tahun, lahir setelah 17 tahun menikah, setelah Anda sembuh dari kemandulan. Anak Anda tersebut mengalami:&lt;/div&gt;&lt;ul style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 12px;"&gt;&lt;li&gt;bermasalah dalam pembuluh darah di liver,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;jantung berhenti berdetak selama 45 menit,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pendarahan hebat yang membuat jantungnya berhenti berdetak untuk yang kedua kali&lt;/li&gt;&lt;li&gt;pendarahan di liver, sembuh, pendarahan lagi berulang-ulang sampai 6 kali,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tumor dan radang otak,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;radang ginjal,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;radang pada selaput kristal yang mengitari jantung,&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;penyakit tersebut hadir silih berganti, terus menerus dalam waktu 6-8 bulan…, Apa yang Anda lakukan?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;span id="more-576"&gt;&lt;/span&gt;Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al ‘Arifi dalam bukunya&amp;nbsp;&lt;strong&gt;‘Jangan Takut Sakit’&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;(hal 111-117, penerbit Fawaid, -dengan sedikit penyesuaian) menuturkan sebuah kisah:&lt;/div&gt;&lt;hr style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 12px;" /&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Dr. Abdullah bercerita,&lt;br /&gt;“Ada seorang perempuan yang datang kepada saya dengan menyeret langkah-langkah kakinya, ia menggendong anaknya yang tersiksa oleh penyakit.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Ia adalah seorang ibu yang berusia mendekati empat puluh tahun. Ia memeluk anaknya yang masih kecil ke dadanya, seakan-akan anak tersebut adalah potongan tubuhnya. Kondisi anak itu memprihatinkan, terdengar satu dua tarikan nafas dari dadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Saya bertanya kepada si ibu, ‘Berapa umurnya?’&lt;br /&gt;Ia menjawab, ‘Dua setengah tahun.’&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Kami melakukan pemeriksaan kepada anak itu, ternyata anak itu bermasalah dalam pembuluh-pembuluh darah di livernya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Kami segera melakukan tindakan operasi kepadanya, dan dua hari setelah operasi, anak itu sudah sehat. Sang ibu pun tampak gembira dan riang.&lt;br /&gt;Ketika melihat saya, ia bertanya, ‘Kapan anak saya boleh pulang dok?’&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Tatkala saya hampir menulis surat keterangan pulang, tiba-tiba anak kecil itu mengalami pendarahan hebat di tenggorokannya, sehingga menyebabnya jantungnya berhenti berdetak selama 45 menit.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Kesadaran anak tersebut sudah hilang. Lalu para dokter berkumpul di dalam ruangannya. Beberapa jam telah berlalu, namun mereka tidak sanggup membuatnya tersadar.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Salah seorang teman saya segera mendatangi ibunya dan berkata kepadanya, ‘Kemungkinan anak Anda mengalami kematian otak (koma) dan saya mengira bahwa ia tidak memiliki harapan untuk hidup.’ Saya menoleh kepada teman saya tersebut sambil mencelanya karena ucapannya tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Lalu saya melihat kepada si ibu, demi Allah, perkataan teman saya itu tidak menambah selain ia mengucapkan, ‘Penyembuh adalah Allah, Pemberi kesehatan adalah Allah.’&lt;br /&gt;Kemudian ia terus menerus membaca, ‘Saya memohon kepada Allah jika ada kebaikan pada kesembuhannya, maka sembuhkanlah ia.’&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Setelah itu ia diam dan berjalan menuju sebuah kursi kecil, lalu duduk. Kemudian ia mengambil mushaf kecilnya yang berwarna hijau dan membacanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Para dokter pun keluar, saya juga keluar bersama mereka. Saya berjalan melewati anak itu, kondisinya belum berubah, sesosok tubuh yang terbujur kaku laksana mayat di atas tempat tidur putih. Lalu saya menoleh kepada ibunya, keadaannya juga masih tetap seperti sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Satu hari ia membacakan Al-Qur’an kepada anaknya; satu hari membacanya dan satu hari setelannya mendoakannya. Beberapa hari kemudian, salah seorang perawat perempuan memberitahu saya bahwa anak itu sudah mulai bergerak, saya langsung memuji Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Saya berkata kepada si ibu, ‘Wahai Ummu Yasir, saya sampaikan kabar gembira kepada Anda bahwa keadaan Yasir mulai membaik.’&lt;br /&gt;Ia hanya mengucapkan satu ucapan sambil menahan air matanya, ‘Alhamdulillah, Alhamdulillah.’&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Dua puluh empat jam kemudian kami dikejutkan dengan kondisi si anak, ia kembali mengalami pendarahan hebat seperti pendarahan sebelumnya, dan jantungnya berhenti berdetak untuk kedua kalinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Tubuhnya yang kecil kelihatan lelah, gerakannya telah hilang. Salah seorang dokter masuk untuk melihat kondisinya secara langsung, lalu saya mendengarnya berucap, ‘Mati otak.’&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Sang ibu terus menerus mengulang-ulang, ‘Alhamdulillah, atas setiap keadaan, penyembuh adalah Allah.’ Beberapa hari kemudian, anak itu sembuh kembali. Namun, baru berlalu beberapa jam, ia kembali mengalami pendarahan di dalam livernya, lalu gerakannya berhenti.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Beberapa hari kemudian ia sadar lagi, lalu kembali mengalami pendarahan baru, kondisinya aneh, saya tidak pernah melihat kondisi seperti itu selama hidup saya, pendarahannya berulang-ulang hingga enam kali, sedangkan dari lisan ibunya hanya keluar ucapan, ‘Segala puji bagi Allah, Penyembuh adalah Rabb-ku, Dia-lah Penyembuh.’&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Setelah beberapa kali pemeriksaan dan pengobatan, para dokter spesialis batang tenggorokan berhasil mengatasi pendarahan, Yasir mulai bergerak-gerak lagi. Tiba-tiba, Yasir kembali diuji dengan bisul besar (tumor) dan radang otak.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Saya sendiri yang memeriksa keadaannya. Saya berkata kepada ibunya, .’Keadaan anak Anda mengenaskan sekali dan kondisinya berbahaya.’ la tetap mengulang-ulang ucapannya, ‘Penyembuh adalah Allah’&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;la mulai membacakan Al-Qur’an kepada buah hatinya. Setelah dua minggu, tumor itu tetap ada. Dua hari kemudian, anak tersebut mulai sembuh, kami memuji Allah karenanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Sang ibu bersiap-siap untuk pulang, namun satu hari kemudian, tiba-tiba anak tersebut mengalami radang ginjal parah yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronis dan hampir menyebakan kematiannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Sementara si ibu tetap berpegang teguh, bertawakal dan berserah kepada Rabb-nya serta terus mengulang-ulang, ‘Penyembuh adalah Allah.’ Lalu, ia kembali ke tempatnya dan membacakan Al-Qur’an kepada anaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Hari-hari berlalu, sedangkan kami terus berusaha memeriksa dan mengobati secara maraton hingga berlangsung sampai tiga bulan, kondisinya pun membaik, segala puji hanya bagi Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Akan tetapi, kisah ini belum berhenti sampai di sini saja, si anak kembali diserang penyakit aneh yang belum pernah saya kenal selama hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Setelah empat bulan, ia terserang radang pada selaput kristal yang mengitari jantung, sehingga memaksa kita untuk membuka sangkar dadanya dan membiarkannya terbuka untuk mengeluarkan nanah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Ibunya hanya melihat kepadanya sambil berucap, ‘Saya memohon kepada Allah agar menyembuhkannya, Dia adalah penyembuh dan pemberi kesehatan.’ Lalu, ia kembali ke kursinya dan membuka mushafnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Terkadang saya melihat kepada ibu tersebut, sementara mushaf ada di depannya, ia tidak menoleh ke sekelilingnya. Kemudian saya masuk ke ruang refreshing, maka saya melihat banyak pasien dengan berbagai penyakit dan para penunggu mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Saya melihat sebagian dari para pasien tersebut berteriak-teriak dan yang lainya mengaduh-aduh, sedangkan para penunggunya menangis, dan sebagian dari mereka berjalan di belakang para dokter.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Sementara ibu itu tetap berada di atas kursinya dan di depan mushafnya, tidak berpaling kepada orang yang berteriak dan tidak berdiri menghampiri dokter serta tidak berbicara dengan seorang pun.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Saya merasa bahwa ia adalah gunung, setelah berada selama enam bulan di ruang refreshing. Saya berjalan melewati anaknya, saya melihat matanya terpejam, tidak berbicara dan tidak bergerak, dadanya terbuka.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Kami mengira bahwa ini merupakan akhir kehidupannya, sedangkan sang ibu tetap dalam keadaannya, membaca Al-Qur’an. Seorang penyabar yang tidak mengeluh dan tidak mengaduh.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Demi Allah, ia tidak mengajak saya bicara dengan sepatah katapun dan tidak pula bertanya kepada saya tentang kondisi anaknya. Ia hanya berbicara setelah saya mulai mengajaknya bicara tentang anaknya tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Adapun usia suaminya sudah lebih dari empat puluh tahun. Terkadang suaminya menemui saya di dekat anaknya, ketika ia menoleh kepada saya untuk bertanya, istrinya menarik tangannya dan menenangkannya serta mengangkat spiritnya dan mengingatkannya bahwa sang Penyembuh adalah Allah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Setelah berlalu dua bulan, keadaan anak tersebut sudah membaik, lalu kami memindahkannya ke ruangan khusus anak-anak di rumah sakit, kondisinya sudah mengalami banyak kemajuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Keluarganya pun mulai membiasakan kepadanya berbagai jenis terapi dan pelatihan. Setelah itu, anak tersebut pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki, ia melihat dan berbicara seakan-akan ia tidak pernah tertimpa sesuatu sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Maaf, kisah menakjubkan ini belum selesai, karena satu setengah tahun kemudian, ketika berada di ruang kerja saya, tiba-tiba suami wanita itu masuk menemui saya, sedangkan di belakangnya istrinya menyusulnya sambil menggendong bayi kecil yang sehat.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Ternyata si anak kecil itu sedang diperiksakan secara rutin di RS tersebut, mereka datang kepada saya untuk menyampaikan salam.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Saya bertanya kepada si suami, ‘Masya Allah, apakah bayi kecil ini adalah anak yang keenam atau ketujuh di dalam keluarga Anda?’ Ia menjawab, ‘Ini yang kedua, dan anak pertama kami adalah anak yang Anda obati setahun yang lalu. Ia merupakan anak pertama kami yang lahir setelah tujuh belas tahun kami menikah dan sembuh dari kemandulan.’&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Saya menundukkan kepala, dan langsung teringat dengan gambaran ibunya ketika sedang menunggui anaknya. Saya tidak mendengar suara yang keluar darinya dan tidak melihat tanda kegelisahan pada dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Saya mengucap di dalam hati, ‘Subhanallah.’ Setelah tujuh belas tahun bersabar dan mencoba berbagai terapi kemandulan, lalu diberi rezeki dengan seorang anak laki-laki yang dilihatnya mati berkali-kali di hadapannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Akan tetapi, wanita tersebut hanya berpegang teguh pada kalimat ‘Laailaaha illallaah’ dan keyakinan bahwa Allah adalah Dzat Penyembuh dan Pemberi kesehatan. Subhanallah! Betapa besar tawakkal dan keimanan yang dimiliki wanita itu.”&lt;/div&gt;&lt;hr style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 12px;" /&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Kisah di atas, meski bukan kisah para ulama, namun merupakan kisah nyata yang terjadi pada zaman kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Dimana posisi kita dibandingkan ibu dalam kisah tersebut?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Ya Allah, berilah kami kemudahan untuk bersabar, tawakkal, dan benar-benar berserah diri kepada-Mu, dalam setiap waktu, setiap keadaan, dan setiap tempat. Amiin.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-2418888395462356278?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/2418888395462356278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/cinta-dan-sabar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/2418888395462356278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/2418888395462356278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/cinta-dan-sabar.html' title='cinta dan sabar'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-4197898342558898708</id><published>2010-10-13T23:12:00.001-07:00</published><updated>2010-10-13T23:12:30.663-07:00</updated><title type='text'>Bukan coklat, tapi kami inginkan Al-qur'an</title><content type='html'>&lt;blockquote style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://jilbab.or.id/wp-content/themes/jilbab/images/jilbab_quote.png); background-origin: initial; background-repeat: no-repeat no-repeat; color: #a13e95; font-family: Verdana; font-size: 12px; margin-left: 1.5em; margin-right: 1.5em; padding-bottom: 6px; padding-left: 40px; padding-right: 10px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;“Al Qur’an! Al Qur’an! Bukan cokelat! Bukan Cokelat!” kata anak perempuan setengah berteriak ke beberapa teman lain yang sedang mengurus pengungsi.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;span id="more-945"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;&lt;strong&gt;Dua Pasang Mata di Tengah Salju: Al Qur’an Bukan Cokelat!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;(&lt;em&gt;Banyak yang sebenarnya harus saya catat ketika bekerja menemani anak-anak di berbagai daerah dan negara. Namun,cerita yang satu ini amat berkesan. Menohok konsep diri.&lt;/em&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Anak-anak hebat tidak selamanya lahir dari fasilitas yang serba lengkap, bahkan sebagian dari mereka disembulkan dari kehidupan sulit yang berderak-derak. Mereka tumbuh dan berkembang dari kekurangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Pada sebuah musim dingin yang menggigit, di sebuah pedalaman, di belahan timur Eropa, kisah ini bermula. Kejadian menakjubkan, setidaknya bagi saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Salju bagai permadani putih dingin menyelimuti pedalaman yang telah kusut masai dirobek perang yang tak kunjung usai. Dentuman bom dan letupan senjata meraung-raung dimana-mana. Sesekali, terdengar ibu dan anak menjerit dan kemudian hilang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Di tenda kami, puluhan anak duduk memojok dalam keadaan teramat takut.&amp;nbsp; Sepi. Takada percakapan. Takada jeritan. Hanya desah pasrah merayap dari mulut mereka terutama ketika terdengar letupan atau ledakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Di luar, selimut putih beku telah menutup hampir semua jengkal tanah. Satu-dua pohon perdu masih keras kepala mendongak, menyeruak. Beberapa di antara kami terlihat masih berlari ke sana-kemari. Memangku anak atau membopong anak-anak yang terjebak perang dan musim dingin yang menggigit tulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Tiba-tiba dari kejauhan, saya melihat dua titik hitam kecil. Lambat laun, terus bergerak menuju tenda kami. Teman di samping yang berkebangsaan Mesir mengambil teropong.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;“Allahu Akbar!” teriaknya meloncat sambil melemparkan teropong sekenanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Saya juga meloncat dan ikut berlari menyusul dua titik hitam kecil itu. Seperti dua rusa yang dikejar Singa Kalahari, kami berlari.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Dari jarak beberapa meter, dapat kami pastikan bahwa dua titik hitam kecil itu adalah sepasang anak. Anak perempuan lebih besar dan tinggi dari anak lelaki. Anak perempuan yang manis khas Eropa Timur itu terlihat amat lelah. Matanya redup. Sementara, anak lelaki berusaha terus tegar.&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://jilbab.or.id/wp-content/themes/jilbab/images/jilbab_quote.png); background-origin: initial; background-repeat: no-repeat no-repeat; color: #a13e95; font-family: Verdana; font-size: 12px; margin-left: 1.5em; margin-right: 1.5em; padding-bottom: 6px; padding-left: 40px; padding-right: 10px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;“Cokelat …,” sodor teman saya setelah mereka sampai di tenda penampungan kami.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Anak yang lebih besar dengan mata tajamnya menatap teman saya yang menyodorkan sebungkus cokelat tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Teman saya merasa mendapat perhatian maka dia semakin semangat menyodorkan cokelat. Diangsurnya tiga bungkus cokelat ke kepalan tangan anak yang kecil (yang ternyata adalah adiknya).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Sang Kakak dengan cepat dan mengejutkan kami mengibaskan tangannya menolak dua bungkus cokelat yang diberikan. Teman saya yang berkebangsaan Mesir itu terkesiap.&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://jilbab.or.id/wp-content/themes/jilbab/images/jilbab_quote.png); background-origin: initial; background-repeat: no-repeat no-repeat; color: #a13e95; font-family: Verdana; font-size: 12px; margin-left: 1.5em; margin-right: 1.5em; padding-bottom: 6px; padding-left: 40px; padding-right: 10px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;“Berikan kami Al Qur’an, bukan cokelat!” katanya hampir setengah berteriak.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Kalimatnya yang singkat dan tegas seperti suara tiang pancang dihantam berkali-kali.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Belum seluruhnya nyawa kami berkumpul, sang Kakak melanjutkan ucapannya,&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://jilbab.or.id/wp-content/themes/jilbab/images/jilbab_quote.png); background-origin: initial; background-repeat: no-repeat no-repeat; color: #a13e95; font-family: Verdana; font-size: 12px; margin-left: 1.5em; margin-right: 1.5em; padding-bottom: 6px; padding-left: 40px; padding-right: 10px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;“Kami membutuhkan bantuan abadi dari Allah! Kami ingin membaca Al Qur’an. Tapi, ndak ada satu pun Al Qur’an.”&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Saya tercekat apalagi teman saya yang dari Mesir. Kakinya seperti terbenam begitu dalam dan berat di rumput salju. Kami bergeming.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Dua titik hitam yang amat luar biasa meneruskan perjalanannya menuju tenda pengungsi. Mereka berusaha tegap berjalan.&lt;/div&gt;&lt;blockquote style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: initial; background-image: url(http://jilbab.or.id/wp-content/themes/jilbab/images/jilbab_quote.png); background-origin: initial; background-repeat: no-repeat no-repeat; color: #a13e95; font-family: Verdana; font-size: 12px; margin-left: 1.5em; margin-right: 1.5em; padding-bottom: 6px; padding-left: 40px; padding-right: 10px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;“Al Qur’an! Al Qur’an! Bukan cokelat! Bukan Cokelat!” kata anak perempuan setengah berteriak ke beberapa teman lain yang sedang mengurus pengungsi.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;Saya dan teman Mesir yang juga adalah kandidat doktor ilmu tafsir Al Qur’an Universitas Al Azhar Kairo itu kaku.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;[&lt;em&gt;Takakan pernah terlupakan kejadian di sekitar Mostar ini. Meski musim dingin dan dalam dentuman senjata pembunuh yang tak terkendali, angsa-angsa terus berenang di sebuah danau berteratai yang luar biasa indahnya. Beberapa anak menangis dipangkuan. Darah menetes. Beberapa anak-anak bertanya, dimana ayah dan ibu mereka. (Saya ingin melupakan tahunnya.&lt;/em&gt;)]&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Verdana; font-size: 11px; line-height: 16px;"&gt;== disalin dari:&lt;br /&gt;“&lt;strong&gt;Aku Mau Ayah! Mungkinkah tanpa sengaja anak Anda telah terabaikan? 45 Kisah Nyata Anak-Anak Yang Terabaikan&lt;/strong&gt;“,&amp;nbsp; bab “&lt;strong&gt;Dua Pasang Mata di Tengah Salju: Al Qur’an Bukan Cokelat&lt;/strong&gt;!” (hal 83-86)&lt;br /&gt;Penulis: Irwan Rinaldi.&lt;br /&gt;Penerbit: Progressio Publishing.&lt;br /&gt;Cetakan Pertama, Juni 2009&lt;br /&gt;==&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-4197898342558898708?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/4197898342558898708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/bukan-coklat-tapi-kami-inginkan-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/4197898342558898708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/4197898342558898708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/bukan-coklat-tapi-kami-inginkan-al.html' title='Bukan coklat, tapi kami inginkan Al-qur&apos;an'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-5645042500428104672</id><published>2010-10-13T22:58:00.000-07:00</published><updated>2010-10-13T22:58:43.768-07:00</updated><title type='text'>maha suci allah dari segala sangkaan hambanya...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_jCl_MSugUMA/SwOuPnsg06I/AAAAAAAAADY/y9fQ_dAVYEs/s1600/5935_140112473658_122517148658_3352302_5735837_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/_jCl_MSugUMA/SwOuPnsg06I/AAAAAAAAADY/y9fQ_dAVYEs/s320/5935_140112473658_122517148658_3352302_5735837_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Disini akan dijelaskan salah satu aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, yang telah hilang dari dada sebagian kaum muslimin, yaitu : tentang istiwaa Allah di atas Arsy-Nya yang sesuai dengan kebesaran dan kemuliaan-Nya. Sehingga bila kita bertanya kepada saudara kita ; Dimana Allah ? Kita akan mendapat dua jawaban yang bathil bahkan sebagiannya kufur..! :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. Allah ada pada diri kita ini ..!&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;2. Allah dimana-mana di segala tempat !&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Jawaban yang pertama berasal dari kaum wihdatul wujud (kesatuan wujud Allah dengan manusia) yang telah dikafirkan oleh para Ulama kita yang dahulu dan sekarang. Sedangkan jawaban yang kedua keluar dari kaum Jahmiyyah (faham yang menghilangkan sifat-sifat Allah) dan Mu’tazilah, serta mereka yang sefaham dengan keduanya dari ahlul bid’ah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Rasulullah SAW pernah mengajukan pertanyaan kepada seorang budak perempuan milik Mua’wiyah bin Al-Hakam As-Sulamy sebagai ujian keimanan sebelum ia dimerdekakan oleh tuannya yaitu Mu’awiyah :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Beliau bertanya kepadanya : ”Di manakah Allah ?. Jawab budak perempuan : ”Di atas langit. Beliau bertanya (lagi) : ”Siapakah Aku ..?. Jawab budak itu : ”Engkau adalah Rasulullah”. Beliau bersabda : ”Merdekakan ia ! .. karena sesungguhnya ia mu’minah (seorang perempuan yang beriman)”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Hadits shahih. Dikeluarkan oleh Jama’ah ahli hadits, diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. Imam Malik (Tanwirul Hawaalik syarah Al-Muwath-tho juz 3 halaman 5-6).&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;2. Imam Muslim (2/70-71)&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;3. Imam Abu Dawud (No. 930-931)&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;4. Imam Nasa’i (3/13-14)&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;5. Imam Ahmad (5/447, 448-449)&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;6. Imam Daarimi 91/353-354)&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;7. Ath-Thayaalis di Musnadnya (No. 1105)&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;8. Imam Ibnul Jaarud di Kitabnya ”Al-Muntaqa” (No. 212)&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;9. Imam Baihaqy di Kitabnya ”Sunanul Kubra” (2/249-250)&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;10. Imam Ibnu Khuzaimah -Imamnya para Imam- di Kitabnya ”Tauhid” (hal. 121-122)&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;11. Imam Ibnu Abi ‘Aashim di Kitab As-Sunnah (No. 489 di takhrij oleh ahli hadits besar Muhammad Nashiruddin Al-Albanni).&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;12. Imam Utsman bin Sa’id Ad-Daarimi di Kitabnya ”Ar-Raddu ‘Alal Jahmiyyah” (No. 60,61,62 halaman 38-39 cetakan darus Salafiyah).&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;13. Imam Al-Laalikai di Kitabnya ”As-Sunnah ” (No. 652).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;PEMBAHASAN&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pertama.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Hadist ini merupakan cemeti dan petir yang menyambar di kepala dan telinga ahlul bid’ah dari kaum Jahmiyyah dan Mu’tazilah dan yang sefaham dengan mereka, yaitu ; dari kaum yang menyandarkan aqidah mereka kepada Imam Abul Hasan Ali bin Ismail Al-Asy’ary, yaitu ; mereka mempunyai i’tiqad (berpendapat) :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”ALLAH BERADA DI TIAP-TIAP TEMPAT ATAU ALLAH BERADA DIMANA-MANA .!?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Katakanlah kepada mereka : Jika demikian, yakni Allah berada dimana-mana tempat, maka Allah berada di jalan-jalan, di pasar-pasar, di tempat kotor dan berada di bawah mahluknya !?.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Jawablah kepada mereka dengan firman Allah ‘Azza wa Jalla :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Maha suci Engkau ! ini adalah satu dusta yang sangat besar” (An-Nur : 16)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Maha suci Allah dari apa-apa yang mereka sifatkan ” (Al-Mu’minun : 91)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Maha Suci Dia ! Dan Maha Tinggi dari apa-apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang besar”. (Al-Isra : 43)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Berkata Imam Adz-Dzahabi setelah membawakan hadits ini, di kitabnya ”Al-Uluw” (hal : 81 diringkas oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albani).&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dan demikian ra’yu kami (setuju dengan hadits) setiap orang yang ditanya : ”Dimana Allah ? ”Dia segera dengan fitrahnya menjawab : Di atas langit !. Didalam hadits ini ada dua masalah : pertama : Disyariatkan pertanyaan seorang muslim : Dimana Allah ?. Kedua : Jawaban orang yang ditanya : (Allah) di atas langit ! Maka barangsiapa yang mengingkari dua masalah ini berarti ia telah mengingkari Al-Musthafa (Nabi) SAW”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dan telah berkata Imam Ad-Daarimi setelah membawakan hadits ini di kitabnya ”Ar-Raddu ‘Alal Jahmiyah (hal: 39): ”Di dalam hadits Rasulullah SAW ini, ada dalil bahwa seseorang apabila tidak mengetahui sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berada di atas langit bukan bumi, tidaklah ia seorang mu’min”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tidaklah engkau perhatikan bahwa Rasulullah SAW telah menjadikan tanda/alamat keimanannya (yaitu budak perempuan) tentang pengetahuannya sesungguhnya Allah diatas langit. Dan pada pertanyaan Rasulullah SAW (kepada budak perempuan): ”Dimana Allah ?”. Mendustakan perkataan orang yang mengatakan : ”Dia (Allah) ada di tiap-tiap tempat (dan) tidak boleh disifatkan dengan (pertanyaan) : Dimana .?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kedua&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Lafadz ‘As-Samaa” menurut lughoh/bahasa Arab artinya : Setiap yang tinggi dan berada di atas. Berkata Az-Zujaaj (seorang Imam ahli bahasa) :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”(Lafadz) As-Samaa/langit di dalam bahasa dikatakan : Bagi tiap-tiap yang tinggi dan berada diatas. Dikatakan : Atap rumah langit-langit rumah”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dinamakan ”Awan” itu langit/As-Samaa, karena ia berada di atas manusia. Firman Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dan Ia turunkan dari langit Air (hujan)” (Al-Baqarah : 22).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Adapun huruf ”Fii” dalam lafadz hadits ”Fiis-Samaa” bermakna ” ‘Alaa” seperti firman Allah ‘Azza wa Jalla:&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Maka berjalanlah kamu di atas/di muka bumi” (At-Taubah : 2)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Mereka tersesat di muka bumi” (Al-Ma’dah : 26).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Lafadz ”Fil Arldhii” dalam dua ayat diatas maknanya ” ‘Alal Arldhii”, Maksudnya : Allah ‘Azza wa Jalla berada dipihak/diarah yang tinggi -di atas langit- yakni di atas ‘Arsy-Nya yang sesuai dengan kebesaran-Nya. Ia tidak serupa dengan satupun mahluk-Nya dan tidak satupun mahluk menyerupai-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Firman Allah ‘Azza wa Jalla :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Tidak ada sesuatupun yang sama dengan-Nya, dan Ia-lah yang Maha Mendengar (dan) Maha Melihat”. (As-Syura : 4)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dan tidak ada satupun yang sama/sebanding dengan-Nya” (Al-ikhlas : 4)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Ar-Rahman di atas ‘Arsy Ia istiwaa (bersemayam)”. (Thaha : 5)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Sesungguhnya Tuhan kamu itu Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian ia istiwaa (bersemayam) di atas ‘Arsy”.(Al-A’raf :54).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Madzhab Salaf -dan yang mengikuti mereka- seperti Imam yang empat : Abu Hanifah, Malik, Syafi’iy dan Ahmad bin Hambal dan lain-lain Ulama termasuk Imam Abul Hasan Al-Asy’ari sendiri, mereka semuanya beriman bahwa ; Allah ‘Azza wa Jalla ISTIWAA diatas ‘Arsy-Nya sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mereka tidak menta’wil ISTIWAA/ISTAWAA dengan ISTAWLA yang artinya : Berkuasa. Seperti halnya kaum Jahmiyyah dan yang sefaham dengan mereka yang mengatakan ”Allah istiwaa di atas ‘Arsy” itu maknanya : Allah menguasai ‘Arsy !. Bukan Dzat Allah berada di atas langit yakni di atas ‘Arsy-Nya, karena Allah berada dimana-mana tempat !?… Mereka ini telah merubah perkataan dari tempatnya dan telah mengganti perkataan yang tidak pernah dikatakan Allah kepada mereka sama seperti kaum Yahudi (baca surat Al-baqarah : 58-59).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Katakan kepada mereka : Kalau makna istiwaa itu adalah istawla/berkuasa, maka Allah ‘Azza wa Jalla berkuasa atas segala sesuatu bukan hanya menguasai ‘Arsy. Ia menguasi langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya dan sekalian mahluk (selain Allah dinamakan mahluk). Allah ‘Azza wa Jalla telah mengabarkan tentang istawaa-Nya diatas ‘Arsy-Nya dalam tujuh tempat di dalam kitab-Nya Al-Qur’an. Dan semuanya dengan lafadz ”istawaa”. Ini menjadi dalil yang sangat besar bahwa yang dikehendaki dengan istawaa ialah secara hakekat, bukan ”istawla” dengan jalan menta’wilnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Telah berfirman Allah ‘Azza wa Jalla di Muhkam Tanzil-Nya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Ar-Rahman di atas ‘Arsy Ia istawaa” (Thaha : 5)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Kemudian Ia istawaa (bersemayam) di atas ‘Arsy”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pada enam tempat. Ia berfirman di kitab-Nya yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. Surat Al-A’raf ayat 54&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;2. Surat Yunus ayat 3&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;3. Surat Ar-Ra’du ayat 2&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;4. Surat Al-Furqaan ayat 59&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;5. Surat As-Sajdah ayat 4&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;6. Surat Al-Hadid ayat 4&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Menurut lughoh/bahasa, apabila fi’il istiwaa dimuta’adikan oleh huruf ‘Ala, tidak dapat dipahami/diartikan lain kecuali berada diatasnya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Firman Allah ‘Azza wa Jalla :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dan berhentilah kapal (Nuh) diatas gunung/bukit Judi” (Hud : 44).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Di ayat ini fi’il ”istawaa” dimuta’addikan oleh huruf ‘Ala yang tidak dapat dipahami dan diartikan kecuali kapal Nabi Nuh AS secara hakekat betul-betul berlabuh/berhenti diatas gunung Judi. Dapatkah kita artikan bahwa ”Kapal Nabi Nuh menguasai gunung Judi” yakni menta’wil lafadz ”istawat” dengan lafadz ”istawlat” yang berada di tempat yang lain bukan di atas gunung Judi..? (yang sama dengan ayat di atas, baca surat Az-Zukhruf : 13).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Berkata Mujahid (seorang Tabi’in besar murid Ibnu Abbas).&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Ia istawaa (bersemayam) di atas ”Arsy” maknanya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Ia berada tinggi di atas ”Arsy”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Riwayat Imam Bukhari di sahihnya Juz 8 hal : 175)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Berkata Imam Ibnu Khuzaimah -Imamnya para Imam- di kitabnya ”At-Tauhid” (hal: 101):&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Kami beriman dengan khabar dari Allah Jalla wa A’laa (yang Maha Besar dan Maha tinggi) sesungguhnya pencipta kami (Allah) Ia istiwaa di atas ‘Arsy-Nya. Kami tidak akan mengganti/mengubah Kalam (firman) Allah dan kami tidak akan mengucapkan perkataan yang tidak pernah dikatakan (Allah) kepada kami sebagimana (kaum) Jahmiyyah yang menghilangkan sifat-sifat Allah, dengan mengatakan ”Sesungguhnya Ia (Allah) istawla (menguasai) ‘Arsy-Nya tidak istawaa!”. Maka mereka telah mengganti perkataan yang tidak pernah dikatakan (Allah) kepada mereka seperti perbuatan Yahudi tatkala mereka diperintah mengucapkan : ”Hith-thatun (ampunkanlah dosa-dosa kami)” Tetapi mereka mengucapkan : ”Hinthah (gandum).?”. Mereka (kaum Yahudi) telah menyalahi perintah Allah yang Maha Besar dan Maha tinggi, begitu pula dengan (kaum) Jahmiyyah”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Yakni, Allah telah menegaskan pada tujuh tempat di kitab-Nya yang mulia, bahwa Ia istiwaa di atas ‘Arsy-Nya (Dzat Allah istiwaa/bersemayam di atas ‘Arsy-Nya yang sesuai dengan kebesaran-Nya, sedangkan ilmu-Nya berada dimana-mana/tiap-tiap tempat tidak satupun tersembunyi dari pengetahuan-Nya). Kemudian datanglah kaum Jahmiyyah mengubah firman Allah istawaa dengan istawla yakni menguasai ‘Arsy sedangkan Dzat Allah berada dimana-mana/tiap-tiap tempat !!!. Maha Suci Allah dari apa-apa yang disifatkan kaum Jahmiyyah !&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Adapun madzhab Salaf, mereka telah beriman dengan menetapkan (istbat) sesungguhnya Allah Azza wa Jalla istiwaa -dan bukan istawla- di atas ‘Arsy-Nya tanpa :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. Tahrif yakni ; Merubah lafadz atau artinya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;2. Ta’wil yakni ; Memalingkan dari arti yang zhahir kepada arti yang lain.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;3. Ta’thil yakni ; Meniadakan/menghilangkan sifat-sifat Allah baik sebagian maupun secara keseluruhannya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;4. Tasybih yakni ; Menyerupakan Allah dengan mahluk.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;5. Takyif yakni ; Bertanya dengan pertanyaan : Bagaimana (caranya) ?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Alangkah bagusnya jawaban Imam Malik ketika beliau ditanya :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;”Bagaimana caranya Allah istiwaa di atas ‘Arsy ?. Beliau menjawab :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Istiwaa itu bukanlah sesuatu yang tidak dikenal (yakni telah kita ketahui artinya), tetapi bagaimana caranya (Allah istiwaa) tidaklah dapat dimengerti, sedang iman dengannya (bahwa Allah istiwaa) wajib, tetapi bertanya tentangnya (bagaimana caranya) adalah bid’ah”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(baca : Fatwa Hamawiyyah Kubra hal : 45-46).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Perhatikan !&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. ‘Arsy adalah mahluk Allah yang paling tinggi berada diatas tujuh langit dan sangat besar sekali sebagaimana diterangkan Ibnu Abbas :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dan ‘Arsy tidak seorangpun dapat mengukur berapa besarnya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Berkata Imam Dzahabi di kitabnya ”Al-Uluw” (hal : 102) : rawi-rawinya tsiqaat (terpercaya).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengatakan : Sanadnya shahih semua riwayatnya tsiqaat. (dikeluarkan oleh Imam ibnu Khuzaimah di kitabnya ”At-Tauhid”).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;2. Bahwa Allah ‘Azza wa Jalla -istiwaa-Nya di atas ‘Arsy- tidak tergantung kepada ‘Arsy. Bahkan sekalian mahluk termasuk ‘Arsy bergantung kepada Allah Azza wa Jalla.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Firman Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Sesungguhnya Allah Maha Kaya dari sekalian alam” (Al-Ankabut : 6) Yakni : Allah tidak berkeperluan kepada sekalian mahluk”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ketiga&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Penunjukan Beberapa Dalil dari Al-Qur’an dan Hadits yang Shahih.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Firman Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Apakah kamu merasa aman terhadap DZAT yang di atas langit, bahwa Ia akan menenggelamkan ke dalam bumi, maka tiba-tiba ia (bumi) bergoncang ?” (Al-Mulk : 16)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Ataukah kamu (memang) merasa aman terhadap DZAT yang di atas langit bahwa Ia akan mengirim kepada kamu angin yang mengandung batu kerikil ? Maka kamu akan mengetahui bagaimana ancaman-Ku”. (Al-Mulk : 17).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Berkata Imam Ibnu Khuzaimah -setelah membawakan dua ayat di atas di kitabnya ”At-Tauhid” (hal : 115).&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Bukankah Ia telah memberitahukan kepada kita -wahai orang yang berakal- yaitu ; apa yang ada diantara keduanya sesungguhnya Ia di atas langit”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Berkata Imam Abul Hasan Al-Asy’ary di kitabnya ”Al-Ibanah Fi Ushulid-diayaanah hal : 48) setelah membawakan ayat di atas : ”Di atas langit-langit itu adalah ‘Arsy, maka tatkala ‘Arsy berada di atas langit-langit. Ia berfirman : ”Apakah kamu merasa aman terhadap Dzat yang berada di atas langit ?” Karena sesungguhnya Ia istiwaa (bersemayam) di atas ‘Arsy yang berada di atas langit, dan tiap-tiap yang tinggi itu dinamakan ‘As-Samaa” (langit), maka ‘Arsy berada di atas langit. Bukankah yang dimaksud apabila Ia berfirman : ”Apakah kamu merasa aman terhadap Dzat yang diatas langit ?” yakni seluruh langit ! Tetapi yang Ia kehendaki adalah ‘Arsy yang berada di atas langit”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Saya berpandangan (Abdul Hakim bin Amir Abdat) : Dua ayat di atas sangat tegas sekali yang tidak dapat dibantah dan ta’wil bahwa lafadz ”MAN” tidak mungkin difahami selain dari Allah ‘Azza wa Jalla. Bukan Malaikat-Nya sebagaimana dikatakan oleh kaum Jahmiyyah dan yang sepaham dengannya, yang telah merubah firman Allah ‘Azza wa Jalla. Bukankah dlamir (kata ganti) pada fi’il (kata kerja) ”yakhtsif” (Ia menenggelamkan) dan ”yartsil” (Ia mengirim) adalah ”huwa” (Dia) ? siapakah Dia itu kalau bukan Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Firman Allah :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Mereka (para Malaikat) takut kepada Tuhan mereka yang berada di atas mereka, dan mereka mengerjakan apa-apa yang diperintahkan”. (An-Nahl : 50).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ayat ini tegas sekali menyatakan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla berada di atas bukan di mana-mana tempat. Karena lafadz ”fawqo” (di atas) apabila di majrur dengan huruf ”min” dalam bahasa Arab menunjukan akan ketinggian tempat. Dan tidak dapat di ta’wil dengan ketinggian martabat, sebagaimana dikatakan kaum Jahmiyyah dan yang sepaham dengan mereka. Alangkah zhalimnya mereka ini yang selalu merubah-rubah firman Tuhan kita Allah Jalla Jalaa Luhu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Berkata Imam Ibnu Khuzaimah di kitabnya ”At-Tauhid” (hal : 111): ”Tidaklah kalian mendengar firman pencipta kita ‘Azza wa Jalla yang mensifatkan diri-Nya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dan Dialah (Allah) yang Maha Kuasa di atas hamba-hamba-Nya”. (Al-An’am : 18 &amp;amp; 61).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Berkata Imam Ibnu Khuzaimah di kitabnya tersebut : ”Tidakkah kalian mendengar wahai penuntut ilmu. Firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala kepada Isa bin Maryam :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Wahai Isa ! Sesungguhnya Aku akan mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku” (Ali Imran : 55)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ibnu Khuzaimah menerangkan : Bukankah ”mengangkat” sesuatu itu dari bawah ke atas (ke tempat yang tinggi) tidak dari atas ke bawah!. Dan firman Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Tetapi Allah telah mengangkat dia (yakni Nabi Isa) kepada-Nya” (An-Nisa’ : 158).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Karena ”Ar-raf’ah” = mengangkat dalam bahasa Arab yang dengan bahasa mereka kita diajas berbicara (yakni Al-Qur’an) dalam bahasa Arab yang hanya dapat diartikan dari bawah ke tempat yang tinggi dan di atas” (kitab At-Tauhid : 111).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sekarang dengarlah wahai orang yang berakal, kisah Fir’aun bersama Nabi Allah Musa ‘Alaihis Salam di dalam kitab-Nya yang mulia, dimana Fir’aun telah mendustakan Musa yang telah mengabarkan kepadanya bahwa Tuhannya Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas langit :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dan berkata Fir’aun : Hai Haman! Buatkanlah untukku satu bangunan yang tinggi supaya aku (dapat) mencapai jalan-jalan. (Yaitu) jalan-jalan menuju ke langit supaya aku dapat melihat Tuhan(nya) Musa, karena sesungguhnya aku mengira dia itu telah berdusta”. (Al-Mu’min : 36-37. Al-Qashash : 38).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Perhatikanlah wahai orang yang berakal!. Perintah Fir’aun kepada Haman -menterinya- untuk membuatkan satu bangunan yang tinggi supaya ia dapat jalan ke langit untuk melihat Tuhannya Musa. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Musa telah memberitahukan kepadanya bahwa Tuhannya -Allah Subhanahu wa Ta’ala- berada di atas langit-.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kalau tidak demikian, yakni misalnya Nabi Musa mengatakan bahwa Tuhannya ada dimana-mana tempat -sebagaimana dikatakan kaum Jahmiyyah- tentu Fir’aun yang disebabkan karena kekafirannya dan pengakuannya sebagai Tuhan, akan mengerahkan bala tentaranya untuk mencari Tuhannya Musa di istananya, di rumah-rumah Bani Israil, di pasar-pasar dan di seluruh tempat di timur dan di barat !?. Tetapi tatkala Nabi Musa dengan perkataannya: ”Sesungguhnya aku mengira dia ini berdusta !”. Yakni tentang perkataan Musa bahwa Tuhannya di atas langit.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Perhatikanlah, wahai orang yang berakal !. Keadaan Fir’aun yang mendustakan Nabi Musa dengan kaum Jahmiyyah dan yang sepaham dengan mereka yang telah merubah firman Allah dengan mengatakan : Allah ada di segala tempat !.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ketahuilah ! Bahwa pemahaman di atas bukanklah hasil dari pikiran saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) tetapi pemahaman Ulama-ulama kita diantaranya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. Imam Ibnu Khuzaimah di kitabnya ”At-Tauhid” (hal : 114-115) diantara keterangannya :”Perkataan Fir’aun (sesungguhnya aku menyangka/mengira ia termasuk dari orang-orang yang berdusta) terdapat dalil bahwa Musa telah memberitahukan kepada Fir’aun :” Bahwa Tuhannya Yang Maha Besar dan Maha Tinggi berada di tempat yang tinggi dan di atas”.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;2. Berkata Imam Al-Asy’ary setelah membawakan ayat di atas : ”Fir’aun telah mendustakan Musa tentang perkataannya : Sesungguhnya Allah di atas langit” (Al-Ibanah : 48).&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;3. Berkata Imam Ad-Daarimi di kitabnya ”Raddu ‘Alal Jahmiyyah hal : 37 Setelah membawakan ayat di atas : ” Di dalam ayat ini terdapat keterangan yang sangat jelas dan dalil yang nyata, bahwa Musa telah mengajak Fir’aun mengenal Allah bahwa Ia berada di atas langit. Oleh karena itu Fir’aun memerintahkan membuat bangunan yang tinggi”.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;4. Berkata Syaikhul Islam Al-Imam As-Shaabuny di kitabnya ”Itiqad Ahlus Sunnah wa Ashabul Hadits wal A’imah ” (hal : 15) : ”Bahwasanya Fir’aun mengatakan demikian (yakni menuduh Musa berdusta) karena ia telah mendengar Musa AS menerangkan bahwa Tuhannya berada diatas langit. Tidakkah engkau perhatikan perkataannya : ”Sesungguhnya aku mengira dia itu berdusta” yakni tentang perkataan Musa : ”Sesungguhnya di atas langit ada Tuhan”.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;5. Imam Abu Abdillah Haarits bin Ismail Al-Muhaasiby diantara keterangannya :”Berkata Fir’aun : (Sesungguhnya aku mengira dia itu berdusta) tentang apa yang ia (Musa) katakan kepadaku : ”Sesungguhnya Tuhannya berada di atas langit”. Kemudian beliau menerangkan : ”Kalau sekiranya Musa mengatakan : ”Sesungguhnya Allah berada di tiap-tiap tempat dengan Dzatnya, nisacaya Fir’aun akan mencari di rumahnya, atau di hadapannya atau ia merasakannya, -Maha Tinggi Allah dari yang demikian- tentu Fir’aun tidak akan menyusahkan dirinya membuat bangunan yang tinggi”. (Fatwa Hamawiyyah Kubra : 73).&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;6. Berkata Imam Ibnu Abdil Bar : ”Maka (ayat ini) menunjukan sesungguhnya Musa mengatakan (kepada Fir’aun) : ”Tuhanku di atas langit ! sedangkan Fir’aun menuduhnya berdusta”. (baca Ijtimaaul Juyusy Al-Islamiyyah hal : 80).&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;7. Berkata Imam Al-Waasithi di kitabnya ”An-Nahihah fi Shifatir Rabbi Jalla wa ‘Alaa” (hal : 23 cetakan ke-3 th 1982 Maktab Al-Islamy) : ”Dan ini menunjukkan bahwa Musa telah mengabarkan kepadanya bahwa Tuhannya yang Maha Tinggi berada di atas langit. Oleh karena itu Fir’aun berkata : ”Sesungguhnya aku mengira dia ini berdusta”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Demikianlah penjelasan dari tujuh Imam besar di dalam Islam tentang ayat di atas, selain masih banyak lagi yang kesimpulannya : ”Bahwa mendustakan Allah Subhanahu wa Ta’ala berada di atas langit di atas ‘Arsy-Nya, Ia istiwaa (bersemayam) yang sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya, adalah ; sunnahnya Fir’aun”. Na’udzu billah !!.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sampai disini pembahasan beberapa dalil dari kitab Allah -salain masih banyak lagi- yang cukup untuk diambil pelajaran bagi mereka yang ingin mempelajarinya. Firman Allah Subahanhu wa Ta’ala.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Ambillah pelajaran wahai orang-orang yang mempunyai pandangan !” (Al-Hasyr : 2).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Adapun dalil-dalil dari hadits Nabi SAW banyak sekali. Dibawah ini akan disebutkan beberapa diantaranya :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Nabi kita SAW telah bersabda :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Orang-orang yang penyayang, mereka itu akan disayang oleh Allah Tabaaraka wa Ta’ala (Yang Maha berkat dan Maha Tinggi). oleh karena itu sayangilah orang-orang yang di muka bumi, niscaya Dzat yang di atas langit akan menyayangi kamu”. (Shahih. Diriwayatkan oleh Imam-imam : Abu Dawud No. 4941. Ahmad 2/160. Hakim 4/159. dari jalan Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash. Hadits ini telah dishahihkan oleh Imam Hakim dan telah pula disetujui oleh Imam Dzahabi. Demikian juga Al-Albani telah menyatakan hadits ini shahih dikitabnya ”Silsilah Shahihah No. 925”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Barangsiapa yang tidak menyayangi orang yang dimuka bumi, niscaya tidak akan di sayang oleh Dzat yang di atas langit”. (Shahih, diriwayatkan oleh Imam Thabrani di kitabnya ”Mu’jam Kabir No. 2497 dari jalan Jarir bin Abdullah. Imam Dzahabi di kitabnya ”Al-Uluw” hal : 83 diringkas oleh Al-Albani) mengatakan : Rawi-rawinya tsiqaat/kepercayaan).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Tidakkah kamu merasa aman kepadaku padahal aku orang kepercayaan Dzat yang di atas langit, datang kepadaku berita (wahyu) dari langit di waktu pagi dan petang”. (Shahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim 3/111 dan Ahmad 3/4 dari jalan Abu Sa’id Al-Khudry).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya ! Tidak seorang suamipun yang mengajak istrinya ke tempat tidurnya (bersenggama), lalu sang istri menolaknya, melainkan Dzat yang di atas langit murka kepadanya sampai suaminya ridla kepadanya ”.(Shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim 4/157 dari jalan Abu Hurarirah).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Keterangan :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dzat yang di atas langit yakni Allah ‘Azza wa Jalla (perhatikan empat hadits diatas)”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Silih berganti (datang) kepada kamu Malaikat malam dan Malaikat siang dan mereka berkumpul pada waktu shalat shubuh dan shalat ashar. Kemudian naik malaikat yang bermalam dengan kamu, lalu Tuhan mereka bertanya kepada mereka, padahal Ia lebih tahu keadaan mereka : ”Bagaimana (keadaan mereka) sewaktu kamu tinggalkan hamba-hamba-Ku ? Mereka menjawab : ”Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka dalam keadaan shalat”. (Shahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari 1/139 dan Muslim 2/113 dll).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Keterangan :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Sabda Nabi SAW : ”Kemudian NAIK Malaikat-malaikat yang bermalam …dst” Menunjukan bahwa Pencipta kita Allah Subhanahu wa Ta’ala berada di atas. Hal ini juga menunjukan betapa rusaknya pikiran dan fitrahnya kaum Jahmiyyah yang mengatakan Pencipta kita, tidak berada di atas tetapi di segala tempat ? Maha Suci Allah ! Dan Maha Tinggi Allah dari segala ucapan kaum Jahmiyyah dan yang sepaham dengan mereka !.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Jabir bin Abdullah telah meriwayatkan tentang sifat haji Nabi dalam satu hadits yang panjang yang didalamnya diterangkan khotbah Nabi SAW di padang ‘Arafah : ”(Jabir menerangkan) : Lalu Nabi SAW mengangkat jari telunjuknya ke arah langit, kemudian beliau tunjukkan jarinya itu kepada manusia, (kemudian beliau berdo’a) : ”Ya Allah saksikanlah ! Ya Allah saksikanlah ! ( Riwayat Imam Muslim 4/41).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sungguh hadits ini merupakan tamparan yang pedas di muka-muka kaum Ahlul Bid’ah yang selalu melarang kaum muslimin berisyarat dengan jarinya ke arah langit. Mereka berkata : Kami khawatir orang-orang akan mempunyai i’tiqad bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berada di atas langit ! Padahal Allah tidak bertempat tetapi Ia berada di segala tempat !?.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Demikianlah kekhawatiran yang dimaksudkan syaithan ke dalam hati ketua-ketua mereka. Yang pada hakekatnya mereka ini telah membodohi Nabi SAW yang telah mengisyaratkan jari beliau ke arah langit.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Perhatikanlah perkataan mereka : ”Allah tidak bertempat tetapi Ia berada di segala tempat !?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Perhatikanlah ! Adakah akal yang shahih dan fitrah yang bersih dapat menerima dan mengerti perkataan di atas !?.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mereka mengatakan Allah tidak bertempat karena akan menyerupai dengan mahluk-Nya. Tetapi pada saat yang sama mereka tetapkan bahwa Allah berada disegala tempat atau dimana-mana tempat !?.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ya Subhanallah !&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dari Ibnu Abbas (ia berkata) : ” Bahwa Rasulullah SAW berkhotbah kepada manusia pada hari Nahr (tgl. 10 Zulhijah) -kemudian Ibnu Abbas menyebutkan khotbah Nabi SAW- kemudian beliau mengangkat kepalanya (ke langit) sambil mengucapkan : Ya Allah bukankah Aku telah menyampaikan ! Ya Allah bukankah aku telah menyampaikan !. (Riawayat Imam Bukhari Juz 2 hal : 191).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Perhatikan wahai orang yang berakal ! Perbuatan Rasulullah SAW mengangkat kepalanya ke langit mengucapkan : Ya Allah !.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Rasulullah SAW menyeru kepada Tuhannya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berada di atas langit yakni di atas ‘Arsy di atas sekalian mahluk-Nya. Kemudian perhatikanlah kaum Jahmiyyah yang mengatakan Allah ada di segala tempat, dibawah mahluk, di jalan-jalan, di tempat-tempat yang kotor, dan di perut-perut hewan !?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Maha Suci Allah ! Maha Suci Allah dari apa yang disifatkan oleh kaum Jahmiyyah dan yang sama dengan mereka !.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dari Aisyah, ia berkata : ”Nabi SAW mengangkat kepalanya ke langit. (Riwayat Imam Bukhari 7/122).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Keempat&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Keterangan Para Sahabat Nabi SAW, dan Ulama-Ulama Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Adapun keterangan dari para sahabat Nabi SAW, dan Imam-imam kita serta para Ulama dalam masalah ini sangat banyak sekali, yang tidak mungkin kami turunkan satu persatu dalam risalah kecil ini, kecuali beberapa diantaranya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. Umar bin Khatab pernah mengatakan :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Hanyasanya segala urusan itu (datang/keputusannya) dari sini”. Sambil Umar mengisyaratkan tangannya ke langit ” [Imam Dzahabi di kitabnya ''Al-Uluw'' hal : 103. mengatakan : Sanadnya seperti Matahari (yakni terang benderang keshahihannya)].&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;2. Ibnu Mas’ud berkata :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”’Arsy itu diatas air dan Allah ‘Azza wa Jalla di atas ‘Arsy, Ia mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Riwayat ini shahih dikeluarkan oleh Imam Thabrani di kitabnya ”Al-Mu’jam Kabir” No. 8987. dan lain-lain Imam.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Imam Dzahabi di kitabnya ”Al-Uluw” hal : 103 berkata : sanadnya shahih,dan Muhammad Nashiruddin Al-Albani menyetujuinya (beliau meringkas dan mentakhrij hadits ini di kitab Al-Uluw).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tentang ‘Arsy Allah di atas air ada firman Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dan adalah ‘Arsy-Nya itu di atas air” (Hud : 7)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;3. Anas bin Malik menerangkan :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Adalah Zainab memegahkan dirinya atas istri-istri Nabi SAW, ia berkata : ”Yang mengawinkan kamu (dengan Nabi) adalah keluarga kamu, tetapi yang mengawinkan aku (dengan Nabi) adalah Allah Ta’ala dari ATAS TUJUH LANGIT”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dalam satu lafadz Zainab binti Jahsyin mengatakan :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Sesungguhnya Allah telah menikahkan aku (dengan Nabi) dari atas langit”. (Riwayat Bukhari juz 8 hal:176). Yakni perkawinan Nabi SAW dengan Zainab binti Jahsyin langsung Allah Ta’ala yang menikahinya dari atas ‘Arsy-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Firman Allah di dalam surat Al-Ahzab : 57&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Kami kawinkan engkau dengannya (yakni Zainab)”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;4. Imam Abu Hanifah berkata :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Barangsiapa yang mengingkari sesungguhnya Allah berada di atas langit, maka sesungguhnya ia telah kafir”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Adapun terhadap orang yang tawaqquf (diam) dengan mengatakan ”aku tidak tahu apakah Tuhanku di langit atau di bumi”. Berkata Imam Abu Hanifah : ”Sesungguhnya dia telah ‘Kafir !”. Karena Allah telah berfirman : ”Ar-Rahman di atas ‘Arsy Ia istiwaa”. Yakni : Abu Hanifah telah mengkafirkan orang yang mengingkari atau tidak tahu bahwa Allah istiwaa diatas ‘Arsy-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;5. Imam Malik bin Anas telah berkata :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Allah berada di atas langit, sedangkan ilmunya di tiap-tiap tempat, tidak tersembunyi sesuatupun dari-Nya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;6. Imam Asy-Syafi’iy telah berkata :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dan sesungguhnya Allah di atas ‘Arsy-Nya di atas langit-Nya”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;7. Imam Ahmad bin Hambal pernah di tanya : ”Allah di atas tujuh langit diatas ‘Arsy-&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Nya, sedangkan kekuasaan-Nya dan ilmu-Nya berada di tiap-tiap tempat .?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Jawab Imam Ahmad :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Benar ! Allah di atas ‘Arsy-Nya dan tidak sesuatupun yang tersembunyi dari pengetahuan-nya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;8. Imam Ali bin Madini pernah ditanya : ”Apa perkataan Ahlul Jannah ?”.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Beliau menjawab :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Mereka beriman dengan ru’yah (yakni melihat Allah pada hari kiamat dan di sorga khusus bagi kaum mu’minin), dan dengan kalam (yakni bahwa Allah berkata-kata), dan sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla di atas langit di atas ‘Arsy-Nya Ia istiwaa”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;9. Imam Tirmidzi telah berkata :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Telah berkata ahli ilmu : ”Dan Ia (Allah) di atas ‘Arsy sebagaimana Ia telah sifatkan diri-Nya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Baca : ”Al-Uluw oleh Imam Dzahabi yang diringkas oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albani di hal : 137,140,179,188,189 dan 218. Fatwa Hamawiyyah Kubra oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah hal: 51,52,53,54 dan 57).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;10. Telah berkata Imam Ibnu Khuzaimah -Imamnya para imam- :&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Barangsiapa yang tidak menetapkan sesungguhnya Allah Ta’ala di atas ‘Arsy-Nya Ia istiwaa di atas tujuh langit-Nya, maka ia telah kafir dengan Tuhannya…”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(Riwayat ini shahih dikeluarkan oleh Imam Hakim di kitabnya Ma’rifah ”Ulumul Hadits” hal : 84).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;11. Telah berkata Syaikhul Islam Imam Abdul Qadir Jailani -diantara perkataannya- :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Tidak boleh mensifatkan-Nya bahwa Ia berada diatas tiap-tiap tempat, bahkan (wajib) mengatakan : Sesungguhnya Ia di atas langit (yakni) di atas ‘Arsy sebagaimana Ia telah berfirman :” Ar-Rahman di atas ‘Arsy Ia istiwaa (Thaha : 5). Dan patutlah memuthlakkan sifat istiwaa tanpa ta’wil sesungguhnya Ia istiwaa dengan Dzat-Nya di atas ‘Arsy. Dan keadaan-Nya di atas ‘Arsy telah tersebut pada tiap-tiap kitab yang. Ia turunkan kepada tiap-tiap Nabi yang Ia utus tanpa (bertanya) :”Bagaimana caranya Allah istiwaa di atas ‘Arsy-Nya ?” (Fatwa Hamawiyyah Kubra hal : 87).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Yakni : Kita wajib beriman bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala istiwaa di atas ‘Arsy-Nya yang menunjukan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas sekalian mahluk-Nya. Tetapi wajib bagi kita meniadakan pertanyaan : ”Bagaimana caranya Allah istiwaa di atas ‘Arsy-Nya ?”. Karena yang demikian tidak dapat kita mengerti sebagaimana telah diterangkan oleh Imam Malik dan lain-lain Imam. Allah istiwaa sesuai dengan kebesaran-Nya tidak serupa dengan istiwaanya mahluk sebagaiamana kita meniadakan pertanyaan : Bagaimana Dzatnya Allah ?.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Demikianlah aqidah salaf, salah satunya ialah Imam Abdul Qadir Jailani yang di Indonesia, di sembah-sembah dijadikan berhala oleh penyembah-penyembah qubur dan orang-orang bodoh. Kalau sekiranya Imam kita ini hidup pada zaman kita sekarang ini dan beliau melihat betapa banyaknya orang-orang yang menyembah dengan meminta-minta kepada beliau dengan ”tawasul”, tentu beliau akan mengingkari dengan sangat keras dan berlepaas diri dari qaum musyrikin tersebut.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’un !!.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kelima&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kesimpulan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Hadits Jariyah (budak perempuan) ini bersama hadits-hadits yang lain yang sangat banyak dan berpuluh-puluh ayat Al-Qur’an dengan tegas dan terang menyatakan : ”Sesungguhnya Pencipta kita Allah ‘Azza wa Jalla di atas langit yakni di atas ‘Arsy-Nya, yang sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya”. Maha Suci Allah dari menyerupai mahluk-Nya.!.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dan Maha Suci Allah dari ta’wilnya kaum Jahmiyyah yang mengatakan Allah ada dimana-mana tempat !??.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dapatlah kami simpulkan sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. Sesungguhnya bertanya dengan pertanyaan : ”Dimana Allah ?, disyariatkan dan penanya telah mengikuti Rasulullah SAW.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;2. Wajib menjawab : ”Sesungguhnya Allah di atas langit atau di atas ‘Arsy”. Karena yang dimaksud di atas langit adalah di atas ‘Arsy. Jawaban ini membuktikan keimanannya sebagi mu’min atau mu’minah. Sebagaimana Nabi SAW, telah menyatakan keimanan budak perempuan, karena jawabannya : Allah di atas langit !.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;3. Wajib mengi’tiqadkan sesungguhnya Allah di atas langit, yakni di atas ‘Arsy-Nya.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;4. Barangsiapa yang mengingkari wujud Allah di atas langit, maka sesungguhnya ia telah kafir.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;5. Barangsiapa yang tidak membolehkan bertanya : Dimana Allah ? maka sesunguhnya ia telah menjadikan dirinya lebih pandai dari Rasulullah SAW, bahkan lebih pandai dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Na’udzu billah.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;6. Barangsiapa yang tidak menjawab : Sesungguhnya Allah di atas langit, maka bukanlah ia seorang mukmin atau mukminah.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;7. Barangsiapa yang mempunyai iti’qad bahwa bertanya :”Dimana Allah ?” akan menyerupakan Allah dengan mahluk-nya, maka sesunguhnya ia telah menuduh Rasulullah SAW jahil/bodoh !. Na’udzu billah !&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;8. Barangsiapa yang mempunyai iti’qad bahwa Allah berada dimana-mana tempat, maka sesunguhnya ia telah kafir.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;9. Barangsiapa yang tidak mengetahui dimana Tuhannya, maka bukankah ia penyembah Allah ‘Azza wa Jalla, tetapi ia menyembah kepada ”sesuatu yang tidak ada”.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;10. Ketahuilah ! Bahwa sesunguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas langit, yakni di atas ‘Arsy-Nya di atas sekalian mahluk-Nya, telah setuju dengan dalil naqli dan aqli serta fitrah manusia. Adapun dalil naqli, telah datang berpuluh ayat Al-Qur’an dan hadits yang mencapai derajat mutawatir. Demikian juga keterangan Imam-imam dan Ulama-ulama Islam, bahkan telah terjadi ijma’ diantara mereka kecuali kaum ahlul bid’ah. Sedangkan dalil aqli yang sederhanapun akan menolak jika dikatakan bahwa Allah berada di segala tempat !. Adapun fitrah manusia, maka lihatlah jika manusia -baik muslim atau kafir- berdo’a khususnya apabila mereka terkena musibah, mereka angkat kepala-kepala mereka ke langit sambil mengucapkan ‘Ya … Tuhan..!. Manusia dengan fitrahnya mengetahui bahwa penciptanya berada di tempat yang tinggi, di atas sekalian mahluk-Nya yakni di atas ‘Arsy-Nya. Bahkan fitrah ini terdapat juga pada hewan dan tidak ada yang mengingkari fitrah ini kecuali orang yang telah rusak fitrahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tambahan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sebagian ikhwan telah bertanya kepada saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) tentang ayat :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dan Dia-lah Allah di langit dan di bumi, Dia mengetahui rahasia kamu dan yang kamu nyatakan, dan Dia mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan ”. (Al-An’am : 3)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Saya jawab : Ahli tafsir telah sepakat sebagaimana dinukil Imam Ibnu Katsir mengingkari kaum Jahmiyyah yang membawakan ayat ini untuk mengatakan :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Innahu Fii Qulli Makaan”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Sesungguhnya Ia (Allah) berada di tiap-tiap tempat !”.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Maha Suci Allah dari perktaan kaum Jahmiyyah ini !&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Adapun maksud ayat ini ialah :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;1. Dialah yang dipanggil (diseru/disebut) Allah di langit dan di bumi.&lt;br style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;2. Yakni : Dialah yang disembah dan ditauhidkan (diesakan) dan ditetapkan bagi-Nya Ilaahiyyah (Ketuhanan) oleh mahluk yang dilangit dan mahluk yang di bumi, kecuali mereka yang kafir dari golongan Jin dan manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ayat tersebut seperti juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Artinya :&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dan Dia-lah yang di langit (sebagai) Tuhan, dan di bumi (sebagai) Tuhan, dan Dia Maha Bijaksana (dan) Maha mengetahui”. (Az-Zukhruf : 84)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Yakni : Dia-lah Allah Tuhan bagi mahluk yang di langit dan bagi mahluk yang di bumi dan Ia disembah oleh penghuni keduanya. (baca : Tafsir Ibnu Katsir Juz 2 hal 123 dan Juz 4 hal 136).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Bukanlah dua ayat di atas maksudnya : Allah ada di langit dan di bumi atau berada di segala tempat!. Sebagaimana ta’wilnya kaum Jahmiyyah dan yang sepaham dengan mereka. Atau perkataan orang-orang yang ”diam” Tidak tahu Allah ada di mana !.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mereka selain telah menyalahi ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi serta keterangan para sahabat dan Imam-imam Islam seluruhnya, juga bodoh terhadap bahasa Arab yang dengan bahasa Arab yang terang Al-Quran ini diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Imam Abu Abdillah Al-Muhasiby dalam keterangan ayat di atas (A-Zukhruf : 84) menerangkan : ”Yakni Tuhan bagi penduduk langit dan Tuhan bagi penduduk bumi. Dan yang demikian terdapat di dalam bahasa, (umpamanya ) engkau berkata : ”Si Fulan penguasa di (negeri) Khirasan, dan di Balkh, dan di Samarqand”, padahal ia berada di satu tempat”. Yakni : Tidak berarti ia berada di tiga tempat meskipun ia menguasai ketiga negeri tersebut. Kalau dalam bahasa Indonesia, umpamanya kita berkata ”Si Fulan penguasa di Jakarta, dan penguasa di Bogor, dan penguasa di Bandung”. Sedangkan ia berada di satu tempat.Bagi Allah ada perumpamaan/misal yang lebih tinggi (baca : Fatwa Hamawiyyah Kubra hal : 73).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #666666; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 12px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 12px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Adapun orang yang ”diam” (tawaqquf) dengan mengatakan : ”Kami tidak tahu Dzat Allah di atas ‘Arsy atau di bumi”, mereka ini adalah orang-orang yang telah memelihara kebodohan !. Allah Rabbul ‘Alamin telah sifatkan diri-Nya dengan sifat-sifat ini, yang salah satunya bahwa Ia istiwaa (bersemayam) di atas ‘Arsy-Nya supaya kita mengetahui dan menetapkannya. Oleh karena itu ”diam” darinya dengan ucapan ”kita tidak tahu” nyata telah berpaling dari maksud Allah. Pantaslah kalau Abu Hanifah mengkafirkan orang yang berfaham demikian, sama seperti orang yang menta’wilnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-5645042500428104672?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/5645042500428104672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/maha-suci-allah-dari-segala-sangkaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/5645042500428104672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/5645042500428104672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/maha-suci-allah-dari-segala-sangkaan.html' title='maha suci allah dari segala sangkaan hambanya...'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_jCl_MSugUMA/SwOuPnsg06I/AAAAAAAAADY/y9fQ_dAVYEs/s72-c/5935_140112473658_122517148658_3352302_5735837_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-7963009989998995946</id><published>2010-10-12T04:31:00.000-07:00</published><updated>2010-10-12T04:31:21.507-07:00</updated><title type='text'>lihatlah sikap umar ibn khattab kepada istrinya.</title><content type='html'>&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;1. Benteng Penjaga Api Neraka Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat. Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat. Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;2. Pemelihara Rumah Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran. Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;3. Penjaga Penampilan Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;4. Pengasuh Anak-anak Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;5. Penyedia Hidangan Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; text-align: left;"&gt;Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji. Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-7963009989998995946?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/7963009989998995946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/lihatlah-sikap-umar-ibn-khattab-kepada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/7963009989998995946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/7963009989998995946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/lihatlah-sikap-umar-ibn-khattab-kepada.html' title='lihatlah sikap umar ibn khattab kepada istrinya.'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-8202263929275058422</id><published>2010-10-08T00:37:00.001-07:00</published><updated>2010-10-08T00:37:40.773-07:00</updated><title type='text'>orang mukmin adalah kaum yang tunduk pendengaran, penglihatan, dan badan mereka.</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Salam salawat semoga tercurahkan untuk Rasullah, keluarga, sahabat dan pengikutnya yang setia hingga AKhir Zaman&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;Kita sering membaca dan mendengar bahwa generasi awal di zaman Nabi adalah orang yang gemar menangis di malam hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;Apakah karena mereka orang yang cengeng ? Orang yang lemah ? Orang yang bisanya hanya PASRAH bongkokan ?&lt;/div&gt;&lt;div class="photo photo_right" style="clear: right; float: right; padding: 2px 0px 5px 10px; width: 180px;"&gt;&lt;div class="photo_img" style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=445568244227&amp;amp;set=o.10150292160295570" style="color: #3b5998; cursor: pointer; text-decoration: none;"&gt;&lt;img class="img" src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs008.snc4/33754_445568244227_197674079227_5024637_4312096_a.jpg" style="border-width: 0px; margin: 0px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;Mari kita simak apa kata Ulama Besar Hasan Al-Bashri ketika menggambarkan orang -orang yang bertaqwa :&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;"&lt;strong&gt;Demi Allah, sesungguhnya orang-orang mukmin adalah kaum yang tunduk pendengaran, penglihatan, dan badan mereka.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Orang bodoh akan mengira mereka adalah orang-orang yang bisanya hanya pasrah bongkokan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Padahal mereka adalah orang-orang yang berhati lembut,&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Apakah kalian tidak mengetahui bahwa ada ayat yang menjelaskan keadaan mereka ?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;Fatir (35) No. Ayat : :&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;34&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;big&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/big&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;big&gt;&lt;strong&gt;Dan mereka berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.&lt;/strong&gt;&lt;/big&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Demi Allah, di dunia mereka adalah orang-orang yang selalu menangis. Mereka melakukan hal-hal yang sama seperti orang sebelum mereka. Demi Allah, mereka tidak bisa bersedih seperti kebanyakan manusia yang lainnya. Mereka hanya menangis dan sedih apabila merasakan ketakutan pada neraka Jahanam.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;Sumber : Kitab Fath - Al Bari (2/356) Karya Ibn Hajar&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;jadi kesimpulannya yang terpenting adalah jangan jadikan air mata ini mengalir karena bukan Allah, jangan jadikan kita cengeng karena ditinggal kekasih, harta, jabatan atau bentuk dunia yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;MARI TAFAKKUR !!&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-8202263929275058422?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/8202263929275058422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/orang-mukmin-adalah-kaum-yang-tunduk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/8202263929275058422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/8202263929275058422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/orang-mukmin-adalah-kaum-yang-tunduk.html' title='orang mukmin adalah kaum yang tunduk pendengaran, penglihatan, dan badan mereka.'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-858014962937925859</id><published>2010-10-08T00:33:00.000-07:00</published><updated>2010-10-08T00:33:15.589-07:00</updated><title type='text'>abdullah ibn mas'ud RA</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;Nama sahabat Rasul yang satu ini tidak asing jika kita sering membaca hadits-hadits Rasul, karena beliau banyak meriwayatkan hadits. Beliau menyatakan diri masuk Islam di hadapan Rasul sebelum Rasul masuk rumah Arqam, sehingga beliau menjadi orang keenam yang masuk Islam, karenanya beliau termasuk kelompok pertama yang masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keislaman Abdullah bin Mas'ud diawali ketika beliau pertama kali berjumpa dengan Rasulullah Saw seperti yang dikisahkan sendiri oleh beliau : Tatkala dulu aku masih remaja, pekerjaanku menggembalakan domba milik 'Uqbah bin Mu'aith (Tokoh Musyrik Quraisy). Ketika aku sedang menggembalakan domba 'Uqbah, tiba-tiba datang Nabi Saw. bersama Abu Bakar Ra. lalu mereka mengatakan:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;"Wahai pemuda adakah kamu punya air susu untuk minum kami?" Jawabku: "Aku ini orang yang mendapat amanah dari majikanku, domba ini bukan milikku dan aku tidak berhak menjual susu domba ini, karena itu maafkan aku tidak bisa menyediakan susu untuk anda minum". Nabi berkata: "Adakah kamu punya seekor domba betina yang mandulyang belum pernah dikawini oleh domba jantan?" "Ada", jawabku. Lalu aku datangkan domba betina yang mandul tersebut dan Nabi mengikat kaki domba tersebut lalu mengusap bagian susunya sambil beliau pun berdo'a kepada Allah, maka mengalirlah banyak air susu dari domba tersebut. Abu Bakar sedikit terkejut lalu dia mencari batu yang cembung untuk menampung air susu yang mengalir deras itu. Maka Rasul meminumnya diikutiAbu Bakar dan lalu aku pun ikut meminumnya pula. Setelah semua minum, Rasul berkata kepada susu domba tersebut, "Kempislah", maka susu domba tersebut kempis seperti semula. Setelah peristiwa itu, aku dekati Rasul, kataku: "Ajarkan aku ucapan yang tadi Engkau ucapkan". Nabi tidak mengajarkan itu bahkan Nabi berkata: "Kamu ini adalah seorang anak muda yang kelak menjadi orang yang paling banyak ilmunya".&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu Ibnu Mas'ud tidak menyadari bahwa apa yang beliau saksikan adalah salah satu mu'jizatyang sederhana dari Allah SWT bahwa suatu ketika beliau pun akan menyaksikan mu'jizatyang sangatbesaryang akan memberi cahaya dan hidayah kepada manusia (Al Qur'an) di mana beliau sendiri menjadi salah seorang yang sangat berperan dalam menyebarkan dan menghafal Al Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau pun tentu tidak menyadari bahwa sebagai seorang penggembala beliau adalah orang yang tidak bisa lewat di depan tokoh-tokoh Quraisy kecuali dalam keadaan menunduk, tapi suatu saat beliaulah yang menjadi orang pertama yang berani meneriakan kebenaran di depan tokoh-tokoh Quraisy itu seperti yang dikisahkan oleh Zubair Ra: "Kisahnya diawali ketika berkumpulnya para sahabat Rasul Saw dalam sebuah pertemuan, lalu mereka mengatakan, "Demi Allah, orang-orang Quraisy itu belum pernah sekalipun mendengar Al Qur'an ini dibacakan kepada mereka dengan suara yang keras lalu siapakah orang yang sanggup membacakan pada mereka? Maka Abdullah bin Mas'ud yang nadir dalam kumpulan tersebut mengatakan, "Saya". Para sahabat menyatakan: "Tentu saja kami khawatir terhadap dirimu, yang kami kehendaki adalah seorang yang punya wibawa, ada hubungan karib kerabat yang membuat mereka enggan untuk melakukan suatu kejahatan". Dalam bahasa lain, para sahabat mengkhawatirkan karena Ibnu Mas'ud berbadan kecil, kurus dan hanya sebagai seorang penggembala. Lalu Ibnu Mas'ud mengatakan: "Biarkan saya melakukan itu, karena Allah akan membela saya". Keesokan harinya pergilah Ibnu Mas'ud, sementara para tokoh Quraisy sedang berkumpul di balai pertemuan dan setibanya beliau di hadapan tokoh-tokoh Quraisy beliau mengeraskan suaranya membaca ayat-ayat Al Qur'an surat Ar Rahman. Tentu saja ini membuat perhatian terhadap orang-orang musyrikin Quraisy, lalu salah satu dari mereka mengatakan: "Apa yang dibaca anak si Ummu 'Abdin (Ibnu Mas'ud) itu?". Di antara mereka menjawab: "Dia sedang membacakan sebagian yang suka dibacakan oleh Muhammad". Lalu mereka pun beramai-ramai mendatangi Ibnu Mas'ud dan beramai-ramai pula memukuli, menendangnya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Ibnu Mas'ud tetap saja meneruskan membaca ayat-ayat Al Qur'an sambil terus menerima pukulan-pukulan dari orang-orang musyrikin sampai akhirnya dia tidak bisa lagi mengeluarkan suaranya dan terjatuh pingsan. Maka barulah orang-orang musyrikin pun pergi meninggalkannya. Setelah siuman dia pun kembali menemui para sahabat, yang dengan nada sedih melihat Ibnu Mas'ud badannya berlumuran darah lalu mereka mengatakan: "Inilah yang paling kami khawatirkan, itu sebabnya kami melarang kamu untuk melakukan itu". Ibnu Mas'ud dengan tubuh yang berlumuran darah berkata:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;"Tidak pernah saya melihat musuh-musuh Allah begitu hina-dina dan lemah kecuali sejak saya mengalami peristiwa ini, jika kalian berkehendak agar saya membacakan kembali besok di hadapan mereka akan kembali saya bacakan lagi".&lt;/b&gt;Para sahabat pun kemudian mengatakan: "Cukuplah, kamu telah memperdengarkan kepada mereka apa yang mereka sangat benci untuk mendengarnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini seharusnya menjadi bahan renungan bagi kita bahwa untuk menyampaikan kebenaran Allah memang diperlukan perjuangan bahkan dengan penuh resiko. Abdullah bin Mas'ud sudah tidak peduli lagi apa yang menimpa dirinya, kepentingannya hanya satu yakni firman Allah harus sampai ke telinga orang-orang musyrikin tersebut. Inilah pribadi seorang pemuda yang waktu itu digambarkan sebagai seorang pemuda yang tidak terpandang dalam kehidupan masyarakat, dia hanya seorang penggembala dalam hiruk pikuk keramaian kota dengan segala kemewahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh Quraisy tentu memandang dengan sebelah mata terhadap Abdullah bin Mas'ud, dia tidak punya sedikit pun posisi yang layak di tengah-tengah orang yang punya harta berlimpah ruah, juga bukan orang yang perlu diperhitungkan dari segi fisiknya yang sangat kecil kurus dan juga bahkan dia bukan orang yang mempunyai posisi yang penting di masyarakat. Di tengah orang-orang yang kaya mungkin dialah orang yang sangat miskin, di tengah orang-orang yang kuat jasadnya mungkin dia adalah orang yang paling lemah, dan di tengah orang-orang yang punya posisi di masyarakat maka dia mungkin orang yang sering dianggap hina-dina, tapi kembali Islam menunjukkan dan meyakinkan kepada kita bahwa atribut-atribut duniawi termasuk jasad atau lahiriyah adalah bukan ukuran kemuliaan seseorang disisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Mas'ud termasuk orang yang dimuliakan-Nya, Mahabenar Allah lewat sabda Rasul-Nya:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;Kamu ini adalah seorang anak muda yang kelak menjadi orang yang paling banyak ilmunya".&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Beliau sudah diajarkan oleh Tuhannya hingga beliau menjadi seorang yang paling banyak memahami ajaran Islam setelah Rasul Saw. dan beliau pula menjadi tulang punggung bagi para penghafal Al Qur'an. Beliau pernah mengatakan pada dirinya sendiri dengan penuh rasa syukur dan jauh dari rasa bangga diri: "Saya langsung menerima dari Rasulullah 70 surat Al Qur'an yang saya hafal, maka tidak ada yang bisa menyaingi saya seorang pun". Oleh sebab itu, Rasulullah pernah memberi wasiat kepada para sahabat: "Belajarlah terus kalian ilmu dari putra Ummi 'Abdin" (maksudnya Abdullah bin Mas'ud). Juga dalam sabdanya: "Barangsiapa di antara kalian yang ingin mendengar Al Qur'an itu tepat sebagaimana mestinya dia baca, maka dengarkanlah ketika Abdulah bin Mas'ud membacanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan suatu ketika Rasul pun memanggil Abdullah bin Mas'ud lalu berkata: "Bacakan untukku Al Qur'an, wahai Abdullah". Abdullah bin Mas'ud berkata: "Haruskah saya membacakan Al Qur'an untukmu, wahai Rasulullah, padahal Al Qur'an itu turun kepadamu?" Jawab Rasul: "Saya ingin mendengar Al Qur'an itu dibacakan oleh orang lain". Lalu Ibnu Mas'ud pun melaksanakan perintah Rasul Saw dengan membaca surat An Nissa dari ayat 1 dan ketika sampai bacaan pada ayat 41 dan 42:&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;"Maka bagaimanakah (keadaan orang kafir kelak) apabila Kami datangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap ummat dan Kami datangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu? Pada hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang durhaka kepada Rasul ingin supaya mereka disamaratakan dengan bumi, dan mereka tidak akan dapat menyembunyikan perkataan terhadap Allah".&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sampai pada ayat ini, maka Rasulullah pun menangis lalu kedua mata dan pipi beliau pun basah, nyaris saja beliau tidak lagi mampu mengeluarkan kata-kata sehingga beliau mengangkat tangan sebagai isyarat kepada Ibnu Mas'ud dengan kalimat terbata-bata, beliau mengatakan: "Cukup, cukup sudah". Maka Abdullah bin Mas'ud pun menghentikan bacaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang keshalehan Abdullah bin Mas'ud yang luar biasa ini, para sahabat banyak memberikan komentarnya, di antaranya Umar bin Khathab, Abu Musa al-Asy'ari, Hudzaifah, Sayidina Ali. Dan Abdullah bin Mas'ud ini adalah orang yang sangat luar biasa mendapat tempat di sisi Rasul Saw sehingga para sahabat menyatakan: "Abdullah bin Mas'ud selalu mendapat izin terhadap sesuatu yang terhalang bagi kami dan dia selalu menyaksikan apa yang tidak kami saksikan". Beliau memperoleh posisi yang tinggi yang tidak pernah dimiliki oleh para sahabat yang lain yaitu sampai pada masalah yang sangat rahasia pada diri Rasul Saw sehingga banyak kisah Rasul diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud. Sampai-sampai beliau mendapat julukan "Peti Rahasia", artinya pemilik peti rahasia jika ingin mengetahui semua rahasia yang ada pada diri Rasulullah ada dalam diri Abdullah bin Mas'ud. Begitu luar biasa kepercayaan Rasulullah pada Abdullah bin Mas'ud sampai-sampai beliau mengatakan: "Jika saja saya mau mengangkat seorang menjadi Amir tanpa harus bermusyawarah dengan orang-orang muslim, pasti saya akan memilih Abdullah bin Mas'ud untuk menjadi Amir". Dan masih banyak keshalehan dan kemuliaan Ibnu Mas'ud yang diutarakan oleh para sahabat yang lain. Posisi yang sangat mulia yang terdapat dalam diri Ibnu Mas'ud sama sekali tidak membuat beliau takabur, yang ada bahkan kemudian beliau semakin khusyu dan tawadhu merasa rendah di hadapan para sahabat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="border-left: 5px solid rgb(221, 221, 221); margin: 0px; padding: 0px 15px;"&gt;Ada ungkapan Abdullah bin Mas'ud yang paling tidak menunjukkan kesimpulan beliau tentang inti dari ajaran Islam yang harus kita perhatikan. Paling tidak, ada "Delapan" point dari ungkapan beliau yang patut kita simak.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, sebaik-baik orang yang kaya adalah orang yang kaya jiwanya. Sebuah kalimat yang singkat namun penuh dengan makna yang luar biasa.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, sebaik-baik bekal yang harus disiapkan adalah takwa. Nasihat beliau nampaknya disandarkan pada ayat 197 QS. Al Baqarah:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;"Dan berbekallah maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa"&lt;/i&gt;. Jika kita renungkan, suatu saat kita pasti akan meninggalkan alam fana ini. Saat yang pasti terjadi itu, mungkin kita baru menyadari sepenuhnya bahwa dunia ini tidak ada artinya apa-apa, istri yang cantik yang kita cintai, suami yang ganteng yang sangat kita sayangi, anak-cucu yang lucu-lucu yang sangat kita sayangi, harta kekayaan yang berlimpah-limpah yang membuat kita begitu sangat sibuk mengumpulkannya, menghitungnya, sedih jika berkurang, senang jika bertambah, suka atau tidak suka, rela atau tidak rela, semua harus kita tinggalkan di alam yang fana ini. Lalu apa yang kita bawa? Semoga kita dapat membawa bekal takwa seperti apa yang dipesankan Ibnu Mas'ud ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, seburuk-buruk orang yang buta adalah yang buta mata hatinya (QS. Al A'raaf,7:179).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, sebesar-besar kesalahan manusia adalah dusta. Yang dimaksud dusta adalah bisa dusta menyatakan yang tidak sebenarnya, bisa juga dusta karena menolak yang sebenarnya harus diterima. Dusta yang kedua ini akibatnya bisa kufur. Maka sering Allah SWT menyebut orang-orang kafir itu sebagai para pendusta ketika dia mendustakan kebenaran, mendustakan kerasulan Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;, seburuk-buruk hasil usaha adalah hasil usaha yang diperoleh dari hasil riba.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keenam&lt;/b&gt;, sejelek-jelek makanan yang kita makan adalah memakan harta anak yatim (QS. An Nisaa', 4:10). Yang termasuk peringatan ini adalah jika ada seorang wanita yang tidak mau menerima pembagian waris sesuai syariat Islam dan tuntutan harta "Gono-gini" dari seorang istri.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketujuh&lt;/b&gt;, barangsiapa yang suka memberi maaf maka dia akan dimaafkan oleh Allah.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedelapan&lt;/b&gt;, barangsiapa yang suka mengampuni kesalahan orang maka akan selau diampuni oleh Allah SWT.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kisahnya, beliau berkisah: "Ketika saya bersama Rasulullah dalam perang Tabuk, tengah malam saya berjalan lalu saya melihat ada api yang sedang menyala di dekat markas, maka saya pun menghampiri api tersebut. Lalu saya temukan di dekat api itu Rasul bersama Abu Bakar dan Umar bin Khathab, setelah saya perhatikan ternyata Abdullah Dzulbijadain al-Muzanni telah wafat dan mereka sudah menggali tanah untuk menguburkan jasadnya, sementara Rasul berada di lubang lahat, Abu Bakar dan Umar berada di atas. Lalu Rasul mengatakan: "saya sudah siap", maka Abu Bakar dan Umar pun mengangkat jenazah Abdullah Dzulbijadain dan mengulurkannya ke Rasul yang ada di bawah, Rasul berkata: Tolong ulurkan dan dekatkan kepadaku jasad saudara kalian", maka diulurkan lagi dan ketika sudah diletakkan oleh Rasul di Hang lahat, beliau pun berkata sekaligus berdo'a: "Ya Allah, aku telah ridha kepadanya, maka ridhai pula ia oleh-Mu". Mendengar do'a Rasulullah Saw tersebut aku berharap sekiranya akulah yang jadi pemilik liang kubur itu".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-858014962937925859?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/858014962937925859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/abdullah-ibn-masud-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/858014962937925859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/858014962937925859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/10/abdullah-ibn-masud-ra.html' title='abdullah ibn mas&apos;ud RA'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-9094536055975150540</id><published>2010-09-22T23:19:00.000-07:00</published><updated>2010-09-22T23:19:10.796-07:00</updated><title type='text'>tv online</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 23px;"&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="350" scrolling="no" src="http://zons.000a.biz/etc/tv/multitv01.html" width="425"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 23px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="linkwithin_text" id="linkwithin_text_0" style="border: 0pt none; font-weight: bold; margin: 0pt; padding: 20px 0pt 5px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 23px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 23px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Widget By: &lt;a href="http://forantum.blogspot.com/"&gt;Forantum&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-9094536055975150540?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/9094536055975150540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/tv-online.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/9094536055975150540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/9094536055975150540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/tv-online.html' title='tv online'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-7032532141584145002</id><published>2010-09-22T21:28:00.001-07:00</published><updated>2010-09-22T21:28:19.110-07:00</updated><title type='text'>pasien terakhir</title><content type='html'>&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;Seperti disambar geledek perempuan berjilbab biru dan berhijab itu, pasien terakhir dokter Hanung sore itu berteriak, “Tidak mungkin!!!”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="img_caption left" style="border-bottom-color: rgb(232, 232, 232); border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-left-color: rgb(232, 232, 232); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(232, 232, 232); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(232, 232, 232); border-top-style: solid; border-top-width: 1px; color: #666666; float: left; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 11px; line-height: 18px; margin-bottom: 2px; margin-left: 0px; margin-right: 1em; margin-top: 5px; padding-bottom: 3px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; padding-top: 3px; width: 130px;"&gt;&lt;img align="left" class="caption" src="http://syiahindonesia.com/images/stories/02_kajian_utama/fiqih_syiah/akibat_mutah.jpg" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Kasus wanita berjilbab dari Wisma Fatimah di Jl. Alex Kawilarang 63 Bandung Jawa Barat yang mengidap penyakit kotor gonorhe (kencing nanah) akibat nikah mut'ah. Seperti dilaporkan oleh LPPI yang berkasnya disampaikan ke Kejaksaan Agung dan seluruh gubernur, mengutip ASA (Assabiqunal Awwalun) edisi 5, 1411H, hal. 44-47 dengan judul “ Pasien Terakhir “,&amp;nbsp; seperti yang dimuat buku Mengapa Menolak Syi’ah halaman 270-273. Berikut ini kisah selengkapnya:&lt;/span&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Untuk kedua kalinya wanita itu pergi ke dokter Hanung, seorang dokter spesialis kulit dan kelamin dikota Bandung. Sore itu ia datang sambil membawa hasil laboratorium seperti yang diperintahkan dokter dua hari sebelumnya. Sudah beberapa Minggu dia mengeluh merasa sakit pada waktu buang air kecil (&lt;em&gt;drysuria&lt;/em&gt;) serta mengeluarkan cairan yang berlebihan dari vagina (&lt;em&gt;vaginal discharge&lt;/em&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sore itu suasana di rumah dokter penuh dengan pasien. Seorang anak tampak menangis kesakitan karena luka dikakinya, kayaknya dia menderita Pioderma. Disebelahnya duduk seorang ibu yang sesekali menggaruk badannya karena gatal. Diujung kursi tampak seorang remaja putri melamun, merenungkan acne vulgaris (jerawat) yang ia alami.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ketika wanita itu datang ia mendapat nomor terakhir. Ditunggunya&amp;nbsp; satu persatu pasien berobat sampai tiba gilirannya. Ketika gilirannya tiba, dengan mengucapkan salam dia memasuki kamar periksa dokter Hanung. Kamar periksa itu cukup luas dan rapi. Sebuah tempat tidur pasien dengan penutup warna putih. Sebuah meja dokter yang bersih. Dipojok ruang sebuah wastafel untuk mencuci tangan setelah memeriksa pasien serta kotak yang berisi obat-obatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sejenak dokter Hanung menatap pasiennya. Tidak seperti biasa, pasiennya ini adalah seorang wanita berjilbab rapat. Tidak ada yang kelihatan kecuali sepasang mata yang menyinarkan wajah duka. Setelah wawancara sebentar (anamnese) dokter Hanung membuka amplop hasil laboraturium yang dibawa pasiennya. Dokter Hanung terkejut melihat hasil laboraturium. Rasanya adalah hal yang mustahil. Ada rasa tidak percaya terhadap hal itu. Bagaimana mungkin orang berjilbab yang tentu saja menjaga kehormatannya terkena penyakit itu, penyakit yang hanya mengenai orang-orang yang sering berganti-ganti pasangan sexsual.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dengan wajah tenang dokter Hanung melakukan anamnese lagi secara cermat.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;+&amp;nbsp; “Saudari masih kuliah?”&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Masih dok”&lt;br /&gt;+&amp;nbsp; “Semester berapa?”&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Semester tujuh dok!”&lt;br /&gt;+&amp;nbsp; “Fakultasnya?”&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Sospol”&lt;br /&gt;+&amp;nbsp; “Jurusan komunikasi massa ya?”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kali ini ganti pasien terakhir itu yang kaget. Dia mengangkat muka dan menatap dokter Hanung dari balik cadarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kok dokter tahu?”&lt;br /&gt;+&amp;nbsp; “Aah,….tidak, hanya barangkali saja!”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pembicaraan antara dokter Hanung dengan pasien terakhirnya itu akhirnya seakan-akan beralih dari masalah penyakit dan melebar kepada persoalan lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah penyakit itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;+&amp;nbsp; “Saudari memang penduduk Bandung ini atau dari luar kota?&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pasien terakhir itu nampaknya mulai merasa tidak enak dengan pertanyaan dokter yang mulai menyimpang dari masalah-masalah medis itu. Dengan jengkel dia menjawab&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;-&amp;nbsp; “Ada apa sih Dok…..kok tanya macam-macam?”&lt;br /&gt;+&amp;nbsp; “Aah enggak,……..barangkali saja ada hubungannya dengan penyakit yang&amp;nbsp; saudari derita!”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pasien terakhir ini tampaknya semakin jengkel dengan pertanyaan dokter yang kesana-kemari itu. Dengan agak kesal dia menjawab.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;-&amp;nbsp; “Saya dari Pekalongan”&lt;br /&gt;+&amp;nbsp; “Kost-nya?”&lt;br /&gt;-&amp;nbsp; “Wisma Fathimah, jalan Alex Kawilarang 63”&lt;br /&gt;+&amp;nbsp; “Di kampus sering mengikuti kajian Islam yaa”&lt;br /&gt;-&amp;nbsp; “Ya,..kadang-kadang Dok!”&lt;br /&gt;+&amp;nbsp; “Sering mengikuti kajian Bang Jalal?”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sekali lagi pasien terakhir itu menatap dokter Hanung.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;-&amp;nbsp; “Bang Jalal siapa?”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tanyanya dengan nada agak tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;+&amp;nbsp; “Tentu saja Jalaluddin Rachmat! Di Bandung siapa lagi Bang Jalal selain dia….kalau&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; di Yogya ada Bang Jalal Muksin”&lt;br /&gt;-&amp;nbsp; “Yaa,…….kadang-kadang saja saya ikut”&lt;br /&gt;+&amp;nbsp; “Di Pekalongan,……(sambil seperti mengingat-ingat) kenal juga dengan Ahmad Baraqba?”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pasien terakhir itu tampak semakin jengkel dengan pertanyaan-pertanyaan dokter yang semakin tidak mengarah itu. Tetapi justru dokter Hanung manggut-manggut dengan keterkejutan pasien terakhirnya. Dia menduga bahwa penelitian penyakit pasiennya itu hampir selesai. Akhirnya dengan suara yang penuh dengan tekanan dokter Hanung berkata.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;-&amp;nbsp; “Begini saudari, saya minta maaf atas pertanyaan-pertanyaan saya yang ngelantur tadi, sekarang tolong jawab pertanyaan saya dengan jujur demi untuk therapi penyakit yang saudari derita,…………..”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sekarang ganti pasien terakhir itu yang mengangkat muka mendengar perkataan dokter Hanung. Dia seakan terbengong dengan pertanyaan apa yang akan dilontarkan oleh dokter yang memeriksanya kali ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;+&amp;nbsp; “Sebenarnya saya amat terkejut dengan penyakit yang saudari derita, rasanya tidak mungkin seorang ukhti mengidap penyakit seperti ini”&lt;br /&gt;-&amp;nbsp; “Sakit apa dok?”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pasien terakhir itu memotong kalimat dokter Hanung yang belum selesai dengan amat Penasaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;+&amp;nbsp; “Melihat keluhan yang anda rasakan serta hasil laboraturium semuanya menyokong diagnosis gonorhe, penyakit yang disebabkan hubungan seksual”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Seperti disambar geledek perempuan berjilbab biru dan berhijab itu, pasien terakhir dokter Hanung sore itu berteriak,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;-&amp;nbsp; “Tidak mungkin!!!”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dia lantas terduduk dikursi lemah seakan tak berdaya, mendengar keterangan dokter Hanung. Pandangan matanya kosong seakan kehilangan harapan dan bahkan seperti tidak punya semangat hidup lagi. Sementara itu pembantu dokter Hanung yang biasa mendaftar pasien yang akan berobat tampak mondar-mandir seperti ingin tahu apa yang terjadi. Tidak seperti biasanya dokter Hanung memeriksa pasien begitu lama seperti sore ini. Barangkali karena dia pasien terakhir sehingga merasa tidak terlalu tergesa-gesa maka pemeriksaannya berjalan agak lama. Tetapi kemudian dia terkejut mendengar jeritan pasien terakhir itu sehingga ia merasa ingin tahu apa yang terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dokter Hanung dengan pengalamannya selama praktek tidak terlalu kaget dengan reaksi pasien terakhirnya sore itu. Hanya yang dia tidak habis pikir itu kenapa perempuan berjilbab rapat itu mengidap penyakit yang biasa menjangkit perempuan-perempuan rusak. Sudah dua pasien dia temukan akhir-akhir ini yang mengidap penyakit yang sama dan uniknya sama-sama mengenakan busana muslimah. Hanya yang pertama dahulu tidak mengenakan hijab penutup muka seperti pasien yang terakhirnya sore itu. Dulu pasien yang pernah mengidap penyakit yang seperti itu juga menggunakan pakaian muslimah, ketika didesak akhirnya dia mengatakan bahwa dirinya biasa kawin mut’ah. Pasiennya yang dahulu itu telah terlibat jauh dengan pola pikir dan gerakan Syi’ah yang ada di Bandung ini. Dari pengalaman itu timbul pikirannya menanyakan macam-macam hal mengenai tokoh-tokoh Syi’ah yang pernah dia kenal di kota Kembang ini dan juga kebetulan mempunyai seorang teman dari Pekalongan yang menceritakan perkembangan gerakan syi’ah di Pekalongan. Beliau bermaksud untuk menyingkap tabir yang menyelimuti rahasia perempuan yang ada didepannya sore itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;+&amp;nbsp; “Bagaimana saudari… penyakit yang anda derita ini tidak mengenai kecuali orang-orang yang biasa berganti-ganti pasangan seks. Rasanya ini tidak mungkin terjadi pada seorang muslimah seperti anda. Kalau itu masa lalu anda baiklah saya memahami dan semoga dapat sembuh, bertaubatlah kepada Allah,….atau mungkin ada kemungkinan yang lain,…?”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pertanyaan dokter Hanung itu telah membuat pasien terakhirnya mengangkat muka sejenak, lalu menunduk lagi seperti tidak memiliki cukup kekuatan lagi untuk berkata-kata. Dokter Hanung dengan sabar menanti jawaban pasien terakhirnya sore itu. Beliau beranjak dari kursi memanggil pembantunya agar mengemasi peralatan untuk segera tutup setelah selesai menangani pasien terakhirnya itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;-&amp;nbsp; “Saya tidak percaya dengan perkataan dokter tentang penyakit saya !” Katanya terbata-bata&lt;br /&gt;+&amp;nbsp; “Terserah saudari,…….tetapi toh anda tidak dapat memungkiri kenyataan yang anda sandang-kan?”&lt;br /&gt;-&amp;nbsp; “Tetapi bagaimana mungkin mengidap penyakit laknat tersebut sedangkan saya selalu berada didalam suasana hidup yang taat kepada hukum Allah?”&lt;br /&gt;+&amp;nbsp; “Sayapun berprasangka baik demikian terhadap diri anda,….tetapi kenyataan yang anda hadapi itu tidak dapat dipungkiri?”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sejenak dokter dan pasien itu terdiam. Ruang periksa itu sepi. Kemudian terdengar suara dari pintu yang dibuka pembantu dokter yang mengemasi barang-barang peralatan administrasi pendaftaran pasien. Pembantu dokter itu lantas keluar lagi dengan wajah penuh tanda tanya mengetahui dokter Hanung yang menunggui pasiennya itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;+&amp;nbsp; “Cobalah introspeksi diri lagi, barangkali ada yang salah,…….. sebab secara medis tidak mungkin seseorang mengidap penyakit ini kecuali dari sebab tersebut”&lt;br /&gt;-&amp;nbsp; “Tidak dokter,…….selama ini saya benar-benar hidup secara baik menurut tuntunan syari’at Islam,…..saya tetap tidak percaya dengan analisa dokter”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dokter Hanung mengerutkan keningnya mendengar jawaban pasiennya. Dia tidak merasa sakit hati dengan perkataan pasiennya yang berulang kali mengatakan tidak percaya dengan analisisnya. Untuk apa marah kepada orang sakit. Paling juga hanya menambah parah penyakitnya saja, dan lagi analisanya toh tidak menjadi salah hanya karena disalahkan oleh pasiennya. Dengan penuh kearifan dokter itu bertanya lagi,……..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;+&amp;nbsp; “Barangkali anda biasa kawin mut’ah??&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pasien terakhir itu mengangkat muka,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;-&amp;nbsp; “Iya dokter! Apa maksud dokter”?&lt;br /&gt;+&amp;nbsp; “Itu kan berarti anda sering kali ganti pasangan seks secara bebas!&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Lho,… tapi itukan benar menurut syari’at Islam dok! Pasien itu membela diri.&lt;br /&gt;+&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ooo,…Jadi begitu,…kalau dari tadi anda mengatakan begitu saya tidak bersusah payah mengungkapkan penyakit anda. Tegasnya anda ini pengikut ajaran Syi’ah yang bebas berganti-ganti pasangan mut’ah semau anda. Ya itulah petualangan seks yang anda lakukan. Hentikan itu kalau anda ingin selamat”.&lt;br /&gt;-&amp;nbsp; “Bagaimana dokter ini, saya kan hidup secara benar menurut syari’at Islam sesuai dengan keyakinan saya, dokter malah melarang saya dengan dalih-dalih medis”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sampai disini dokter Hanung terdiam. Sepasang giginya terkatup rapat dan dari wajahnya terpancar kemarahan yang sangat terhadap perkataan pasiennya yang tidak mempunyai aturan itu. Kemudian keluarlah perkataan yang berat penuh tekanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;+&amp;nbsp; “Terserah apa kata saudari membela diri,… anda lanjutkan petualangan seks anda, dengan resiko anda akan berkubang dengan penyakit kelamin yang sangat mengerikan itu, dan sangat boleh jadi pada suatu tingkat nanti anda akan mengidap penyakit AIDS yang sangat mengerikan itu,…atau anda hentikan dan bertaubat kepada Allah dari mengikuti ajaran bejat itu kalau anda menghendaki kesembuhan”.&lt;br /&gt;-&amp;nbsp; “Ma..maaf, Dok, saya telah membuat dokter tersinggung!”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dokter Hanung hanya mengangguk menjawab perkataan pasiennya yang terbata-bata itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;+&amp;nbsp; “Begini saudari,…tidak ada gunanya resep saya berikan kepada anda kalau toh tidak berhenti dari praktek kehidupan yang selama ini anda jalani. Dan semua dokter yang anda datangi pasti akan bersikap sama,… sebab itu terserah kepada saudari. Saya tidak bersedia memberikan resep kalau toh anda tidak mau berhenti”.&lt;br /&gt;-&amp;nbsp; “Ba…baik , Dok, …Insya Allah akan saya hentikan!”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dokter Hanung segera menuliskan resep untuk pasien terakhir itu, kemudian menyodorkan kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;-&amp;nbsp; “Berapa Dok?”&lt;br /&gt;+&amp;nbsp; “Tak usahlah,….saya sudah amat bersyukur kalau anda mau menghentikan cara hidup binatang itu dan kembali kepada cara hidup yang benar menurut tuntunan dari Rosulullah. Saya relakan itu untuk membeli resep saja”.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pasien terakhir dokter Hanung itu tersipu-sipu mendengar jawaban dokter Hanung&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Terima kasih Dok,…….permisi”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 10px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Perempuan itu kembali melangkah satu-satu dipelataran rumah Dokter Hanung. Ia berjalan keluar teras dekat bougenvil biru yang seakan menyatu dengan warna jilbabnya. Sampai digerbang dia menoleh sekali lagi ke teras, kemudian hilang ditelan keramaian kota Bandung yang telah mulai temaran disore itu.&amp;nbsp;&lt;strong&gt;[islm-indo/syiahindonesia.com].&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-7032532141584145002?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/7032532141584145002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/pasien-terakhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/7032532141584145002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/7032532141584145002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/pasien-terakhir.html' title='pasien terakhir'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-5663642138700065192</id><published>2010-09-21T09:46:00.000-07:00</published><updated>2010-09-21T09:56:21.807-07:00</updated><title type='text'>video doa-sheikh-muhammad-al-mohaisany yang menakjubkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTxFUUMm0fTMQLJCWrMmc59xzoV1PUjfVePHs-oEVHCXxPIUcY&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__FW1iYP9kY-nrTHLBbcnQRgx90Cc=" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTxFUUMm0fTMQLJCWrMmc59xzoV1PUjfVePHs-oEVHCXxPIUcY&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__FW1iYP9kY-nrTHLBbcnQRgx90Cc=" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;meskipun ini sudah terjadi lama, tapi tidak apa apa saya posting disini. &amp;nbsp;insya allah masih bisa bermanfaat..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;Do'a ini beliau bacakan pada saat Qunut Shalat Tarawih ( Shalat Wittir ) bulan Ramadhan 1422 H. Setelah membacakan surat ini ( selesai shalat ) Sheikh Muhammad Al Mohaisany langsung ditangkap oleh Rezim Kesultanan Arab Saudi (KSA), semoga Allah memberikan keberkahan kepada Syeich dan Hidayah kepada seluruh Rezim KSA. Amiin&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;ingin melihat isi Doanya yang begitu dahsyat, fantastis, bombastis dan menggugah Iman, salah satu petikan Doanya adalah&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;" Ya ALLAH, ENGKAU arahkan KekuatanMU untuk memusnahkan kekuatan Amerika, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU arahkan KekuatanMU memusnahkan Kekuatan Amerika, negara pusat kekufuran, pusat fasad, pusat kerusakan, Amiin (diaminin oleh Jutaan Makmum dari seluruh Dunia"&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="display: inline;"&gt;&lt;br /&gt;Ini Video Suara Aslinya yang saya ambil dari&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=hfCVtIA2Bpo" style="color: #336688; text-decoration: none;"&gt;YouTube.com&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;object height="385" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/hfCVtIA2Bpo?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/hfCVtIA2Bpo?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;dan ini translate nya dalam bahas indonesia...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Georgia, serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;Ya ALLAH, TUHAN kami, Segala Kepujian dan Kebesaran Hanya milikMU,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Yang Maha BERKUASA atas segalanya,&lt;br /&gt;Yang Maha BESAR dan Maha TINGGI,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memohon dari KEBESARANMU dan KEKUATANMU, Ya ALLAH,&lt;br /&gt;Berilah Kemenangan kepada Para Pejuang Islam yang ikhlas di jalanMU, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Semoga ENGKAU Senantiasa di sisi mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Semoga ENGKAU Senantiasa bersama mereka, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Berilah Kemenangan kepada mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Berilah Kekuatan kepada mereka, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Semoga ENGKAU Senantiasa Membela, Memelihara dan Melindungi mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN kami, Satukan hati, pemikiran dan pandangan mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Fokuskan Matlamat Perjuangan mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Gabungkan Kekuatan dan Hujah-Hujah mereka, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Tetapkan Hati dan Pendirian mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Kuasai musuh-musuh mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Kuasai musuh-musuh mereka, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN kami, ENGKAU Kuasai musuh-musuh Islam, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Lemahkan dan ENGKAU Kalahkan musuh-musuh Islam, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Pecah-Belahkan kesatuan musuh-musuh Islam, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Lunturkan semangat dan moral musuh-musuh Islam, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Lemahkan kekuasaan dan cengkaman musuh-musuh Islam, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Lemahkan kekuatan tentara musuh-musuh Islam, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Lemahkan ekonomi musuh-musuh Islam, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Campakkan Ketakutan yang amat sangat dalam hati musuh-musuh Islam, Amiin,&lt;br /&gt;.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN kami, nasib kami ditanganMU,&lt;br /&gt;Semua urusan kami diserahkan kepadaMU,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Maha MENGETAHUI keadaan kami dan apa yang telah berlaku, tiada satu pun terlindung dari PengetahuanMU,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Hanya KepadaMU kami Mengadu kesengsaraan kami,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Hanya KepadaMU kami Mengadu kesedihan kami,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Hanya KepadaMU kami Mengadu masalah kami,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Kepada MU, Ya ALLAH,&lt;br /&gt;Hanya Kepada MU, Ya ALLAH, kami mengadu ketidakadilan dan kezaliman kaum yang menindas, karena ENGKAU sebaik-baik tempat mengadu, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Kepada MU, Ya ALLAH, kami mengadu kekejaman orang-orang yang jahil dan melakukan kejahatan, karena ENGKAU sebaik-baik tempat mengadu, Amiin,&lt;br /&gt;Hanya Kepada MU, Ya ALLAH, kami mengadu akan penindasan dan penipuan dari agen penjajah, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Kepada MU, Ya ALLAH, kami mengadu ketidakadilan dan kekejaman orang-orang pendendam Nasrani, pendukong dan sekutu mereka, Amiin,&lt;br /&gt;.......&lt;br /&gt;Ya ALLAH, zaman gelap penjajahan dan kezaliman telah berpanjangan,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, zaman gelap penjajahan dan kezaliman telah berpanjangan,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, zaman gelap penjajahan dan kezaliman telah berpanjangan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, kebencian dan dendam kesumat, golongan yang tidak beriman kepadaMU, sangat mendalam, begitu juga dengan pembelot Agama dan agen penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN kami,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Kirimkan Bantuan Pertolongan Dari MU, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Kirimkan Bantuan Dari MU untuk Menegakkan Kebenaran, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dapat kami Bangkit dari penghinaan ini, Amiin,&lt;br /&gt;Agar dapat kami Bangkit dari fitnah ini, Amiin,&lt;br /&gt;Agar kembali Kehormatan kami, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Kembalikanlah kemuliaan Islam Sedunia, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Kembalikanlah Kekuatan Islam Sedunia, Amiin,&lt;br /&gt;Semoga dengan Bantuan Dari MU… Ya ALLAH, dapat kami musnahkan musuh-musuh Islam dan hancurkan cengkaman penceroboh, Amiin,&lt;br /&gt;.......&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN kami,...&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Tumpaskanlah segala unsur ketidakadilan dan sumber penindasan, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Tumpaskanlah segala unsur ketidakadilan dan sumber penindasan, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU arahkan KekuatanMU untuk memusnahkan kekuatan Amerika, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU arahkan KekuatanMU memusnahkan Kekuatan Amerika, negara pusat kekufuran, pusat fasad, pusat kerusakan, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN kami,...&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU arahkan KekuatanMU memusnahkan Amerika, pusat kekufuran, pusat fasad, pusat kejahatan, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Maha MENGETAHUI keadaan mereka, yang menyebarkan (penipuan, fitnah, kerusakan, kejahatan, kekejaman, kriminal, korup, kekacauan, tindakan unilateral, gangster, keributan dan) segala fasaad di atas muka bumiMU,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, mereka membunuh makhlukMU dan para hambaMU,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, mereka menghina AgamaMU,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Maha MENGETAHUI kejahatan mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Maha BERKUASA ke atas mereka,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN kami, Arahkan KekuatanMU memusnahkan mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Arahkan KekuatanMU memusnahkan mereka, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Kirimkan ke atas mereka angin ribut kaum 'Aad, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Kirimkan ke atas mereka jeritan kaum Thamud, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Kirimkan ke atas mereka badai kaum Nuh, Amiin,&lt;br /&gt;(13 saat diam...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Kirimkan ke atas mereka BalasanMU yang datang dari Langit, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Kirimkan ke atas mereka BalasanMU yang keluar dari Bumi, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Hancurkan negara-negara penjajah, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Jadikan perpecahan dalam negara mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Jadikan mereka berpecah-belah, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Lemahkan kekuatan para penjajah, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Ya HAYYU, Ya QAYYUM,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Yang Maha HIDUP, Yang Maha BERDIRI SENDIRI,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Jadikan mereka berada di dalam genggaman Para HambaMU, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Jadikan mereka berada di dalam genggaman Para HambaMU, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Jadikan mereka berada di dalam kawalan Para HambaMU, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Jadikan badai topan berterusan untuk mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Jadikan badai topan berterusan untuk mereka, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(27 saat diam...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Bebaskan saudara Islam kami yang ditawan, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Bebaskan saudara Islam kami dan ENGKAU Kuatkan mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN kami, ENGKAU Tetapkan Iman mereka, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN kami, ENGKAU Jadikan Pelbagai Cara membantu mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Tangankan orang yang menyeksa mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Tangankan orang yang menyeksa mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Tangankan orang yang menyeksa mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Hapuskan cengkaman orang yang menyeksa mereka dengan KEAGUNGAN dan KEKUASAANMU, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN kami, Jadikan rancangan jahat musuh-musuh Islam sebagai penyebab Kehancuran mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Jadikan tipu muslihat musuh-musuh Islam dan rencana busuk/konspirasi mereka, berbalik kepada mereka, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amiin, Ya ALLAH, Ya RABBAL 'AALAMIIN,&lt;br /&gt;Amiin, Ya ALLAH, TUHAN Seru Sekalian Alam,&lt;br /&gt;Ya HAYYU, Ya QAYYUM,&lt;br /&gt;Yang Maha HIDUP, Yang Maha BERDIRI SENDIRI,&lt;br /&gt;Ya ZAL JALAALI WAL IKRAAM,&lt;br /&gt;TUHAN Yang Memiliki KEBESARAN dan KEMULIAAN,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Maha MENDENGAR doa,&lt;br /&gt;Yang Maha DEKAT, Yang Maha MENGABULKAN doa, Amiin,&lt;br /&gt;Kepada MU kami memohon, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami yakin akan janji-janjiMU,&lt;br /&gt;dan penerimaanMU akan doa-doa kami,&lt;br /&gt;Sesungguhnya ENGKAU telah berfirman, dan Kata-KataMU adalah Benar semata;&lt;br /&gt;"Berdoalah kepadaKU dan AKU perkenankan Doa kamu",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Perkenankan semua doa kami ini, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Perkenankan semua doa kami ini, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7 saat diam...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN kami Ya HAYYU, Ya QAYYUM,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN kami Yang Maha HIDUP, Yang Maha BERDIRI SENDIRI,&lt;br /&gt;Yang Maha PERKASA, Yang Maha MENGUASAI Segala yang berada di langit dan di bumi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU selamatkan Al Aqsa dari kekejaman yahudi, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU selamatkan Al Aqsa dari kekejaman yahudi, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Bebaskan Al Aqsa dari cengkaman setiap kafir yang dengki, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, dapatlah kami melihat kebebasan Al Aqsa, dan musnahkanlah yahudi yang dengki itu, Amiin,&lt;br /&gt;Ya DZAL JALAALI WAL IKRAAM,&lt;br /&gt;TUHAN Yang Memiliki KEBESARAN dan KEMULIAAN,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, semua makhlukMU adalah hina dan lemah disisiMU, karena ENGKAU Maha MULIA dan Maha GAGAH,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN Pencipta kami yang menjadikan manusia dari satu jiwa, Adam as,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN Yang Maha TINGGI Kedudukannya,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN Yang Maha GAGAH PERKASA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami memohon kehadratMU agar ENGKAU Berikan Kemenangan kepada ISLAM dan Umat Islam sedunia, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Ya HAYYU, Ya QAYYUM,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN Yang Maha HIDUP, Yang Maha BERDIRI SENDIRI,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Lindungi dan Peliharakan Semua Para Ulama' dan Para Pejuang Islam yang sentiasa bekerja keras menegakkan AgamaMU, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Lindungi dan Peliharakan Semua Para Ulama' dan Para Pejuang Islam yang sentiasa bekerja keras menegakkan AgamaMU, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Tetapkan Pendirian dan Iman mereka yang tetap ikhlas mengajak manusia ke jalanMU, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Tingkatkan derajat mereka yang senantiasa mengajak manusia mengerjakan perkara makruf dan mencegah manusia melakukan mungkar, Amiin,&lt;br /&gt;Dan cucuri RahmatMU dan Keberkatan ke atas semua orang Muslim yang menyertai dan mendokong usaha baik mereka, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, Ya HAYYU, Ya QAYYUM,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, TUHAN Yang Maha HIDUP, Yang Maha BERDIRI SENDIRI,&lt;br /&gt;Ya ZAL JALAALI WAL IKRAAM,&lt;br /&gt;TUHAN Yang Memiliki KEBESARAN dan KEMULIAAN,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU sediakan Balasan terhadap kejahatan mereka (golongan fasaad itu), Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU hinakan kehormatan mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU jejaki pusat mereka (golongan kufar lagi fasaad itu) dan penyokong mereka, Amiin,&lt;br /&gt;Ya ALLAH, bagi mereka (yang fasaad itu) yang ENGKAU tidak mahu memberi HidayahMU,&lt;br /&gt;Maka, Ya ALLAH, ENGKAU Jadikan Kesengsaraan sebagai kesudahan nasib mereka, Amiin,&lt;br /&gt;ENGKAU Jadikan Kesengsaraan sebagai kesudahan nasib mereka, Amiin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ALLAH, ENGKAU Jadikan Bala bencana dan Mala petaka dihadapan hidup mereka, Amiin,&lt;br /&gt;ENGKAU Tukarkan kesehatan mereka menjadi kesakitan, Amiin,&lt;br /&gt;ENGKAU Gantikan kekuatan mereka menjadi kelemahan, Amiin,&lt;br /&gt;ENGKAU Tukarkan kekayaan mereka menjadi kemiskinan lagi papa, Amiin,&lt;br /&gt;ENGKAU Hilangkan kekuasaan mereka hingga lemah tidak berdaya, Amiin, Amiin, Amiin Ya ALLAH."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-5663642138700065192?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/5663642138700065192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/doa-sheikh-muhammad-al-mohaisany-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/5663642138700065192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/5663642138700065192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/doa-sheikh-muhammad-al-mohaisany-yang.html' title='video doa-sheikh-muhammad-al-mohaisany yang menakjubkan'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-3778073236766467476</id><published>2010-09-21T08:16:00.000-07:00</published><updated>2010-09-21T08:45:54.690-07:00</updated><title type='text'>kecintaan sahabat terhadap nabi</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.rumaysho.com/images/stories/rsz_forest1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="kisah laa ilaha illallah" border="0" src="http://www.rumaysho.com/images/stories/rsz_forest1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Para sahabat –&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;radhiyallahu ’anhum ajma’in&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;- mendapatkan kemuliaan karena bertemu langsung dengan Nabi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;. Mereka memiliki kesempurnaan cinta dan pengagungan yang mengungguli manusia lainnya. Belum ada dan tidak akan pernah ada orang-orang sesudah para sahabat ini yang menyamai cinta mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #ff6600; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;[Pertama]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Ali bin Abi Tholib&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&amp;nbsp;–&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;radhiyallahu ’anhu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;- pernah ditanya, ”Bagaimana cinta kalian kepada Rasulullah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;?” Ia menjawab, ”Demi Allah, beliau lebih kami cintai daripada harta, anak-anak, ayah, dan ibu kami serta kami juga lebih mencintai beliau daripada air dingin pada saat dahaga.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #ff6600; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;[Kedua]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Abu Sufyan bin Harb&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&amp;nbsp;–saat ia masih kafir- pernah bertanya kepada Zaid bin ad-Datsinah –&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;radhiyallahu ’anhu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;-, (ketika dia dikeluarkan penduduk Mekkah dari&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;al-Haram&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&amp;nbsp;untuk dibunuh dan dia menjadi tawanan mereka):&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;”Katakanlah, demi Allah, wahai Zaid! Apakah kamu suka apabila Muhammad sekarang menggantikan kedudukanmu lalu kami memukul lehernya, sedangkan kamu berada di tengah keluargamu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Dia menjawab,”Demi Allah, aku tidak rela bila Muhammad sekarang berada di tempatnya saat ini terkena sebuah duri yang menyakitinya, sedangkan aku duduk di tengah keluargaku.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Abu Sufyan berkata, ”&lt;/span&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Aku tidak pernah melihat seorang pun yang mencintai seseorang seperti kecintaan para sahabat Muhammad kepada Muhammad.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #ff6600; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;[Ketiga]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Dari Anas bin Malik –&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;radhiyallahu ’anhu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;-, dia menuturkan, “Tatkala perang Uhud, para penduduk Madinah melarikan diri sambil berteriak, ’&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Muhammad terbunuh&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;’ sehingga banyak teriakan di penjuru Madinah, maka keluarlah seorang perempuan dari Anshar dengan berikat pinggang. Kemudian ia diberi kabar mengenai kematian anak, ayah, suami, dan saudaranya. Saya tidak tahu siapakah di antara mereka yang terbunuh terlebih dahulu. Ketika perempuan ini melewati salah seorang dari mereka, ia bertanya, ”Siapakah yang mati ini?” Mereka menjawab, ”Ayahmu, saudaramu, suami, anakmu!” Namun dia malah bertanya, ”Apa yang dilakukan oleh Rasulullah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;?” Mereka menjawab, ”Majulah ke depan.” Setelah sampai kepada Rasulullah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;, ia memegang ujung baju beliau kemudian mengatakan, ”&lt;/span&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, wahai Rasulullah. Aku tidak peduli, asal engkau selamat dari orang yang jahat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/teladan/2923-teladan-sahabat-dalam-mencintai-nabi.html#_ftn1" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Dalam sebuah riwayat, ia mengatakan,”Setiap musibah terasa ringan setelah melihatmu selamat.”&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/teladan/2923-teladan-sahabat-dalam-mencintai-nabi.html#_ftn2" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #ff6600; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;[Keempat]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Amr bin al-Ash –&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;radhiyallahu ’anhu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;- berkata, ”Tidak ada seorang pun yang lebih aku cintai daripada Rasulullah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&amp;nbsp;dan tidak ada yang lebih mulia di mataku dibandingkan beliau. Aku tidak mampu menatap beliau demi mengagungkannya. Seandainya aku ditanya, tentang sifat-sifat beliau, tentu aku tidak sanggup menyebutkannya, karena aku tidak pernah menatap beliau dengan pandangan yang tajam.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #ff6600; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;[Kelima]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Di antara keinginan menggebu-gebu para sahabat –&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;radhiyallahu ’alaihim ajma’in-&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&amp;nbsp;untuk memuliakan Nabi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&amp;nbsp;dan tidak menyakiti beliau ialah perkataan Anas bin Malik:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;”Sungguh, pintu-pintu Nabi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&amp;nbsp;dahulu diketuk dengan kuku&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/teladan/2923-teladan-sahabat-dalam-mencintai-nabi.html#_ftn3" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Tatkala turun firman Allah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Ta’ala&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 14pt; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&lt;strong style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;” (QS. Al Hujurat: 2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Ibnu az-Zubair berkata, ”Umar tidak pernah memperdengarkan suaranya kepada Nabi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&amp;nbsp;sesudah turun ayat ini, kecuali bila ingin meminta penjelasan pada beliau.”&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/teladan/2923-teladan-sahabat-dalam-mencintai-nabi.html#_ftn4" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Sementara Tsabit bin Qais, orang yang suaranya sangat keras, pernah mengeraskan suaranya di sisi Nabi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;, lalu dia duduk di rumahnya dengan kepala tertunduk karena dirinya merasa sebagai ahli neraka dengan sebab kerasnya suara tersebut, sehingga Nabi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&amp;nbsp;memberikan kabar gembira kepadanya dengan surga.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/teladan/2923-teladan-sahabat-dalam-mencintai-nabi.html#_ftn5" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.rumaysho.com/belajar-islam/teladan/2923-teladan-sahabat-dalam-mencintai-nabi.html#_ftn6" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Lihatlah bagaimana teladan dari para sahabat Nabi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;shallallahu 'alaihi wa sallam dalam memuliakan beliau! Sudah sepantasnya kita bisa meneladani hal ini. Ketika beliau telah wafat, maka bentuk pengagungan kita adalah dengan memuliakan hadits beliau dan memperjuangkannya dari berbagai bentuk penyimpangan. Hanya Allah yang beri taufik.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-3778073236766467476?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/3778073236766467476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/kecintaan-sahabat-terhadap-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/3778073236766467476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/3778073236766467476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/kecintaan-sahabat-terhadap-nabi.html' title='kecintaan sahabat terhadap nabi'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-674142306561088013</id><published>2010-09-07T08:25:00.001-07:00</published><updated>2010-09-07T08:25:59.877-07:00</updated><title type='text'>ingatlah dengan sesuatu yang selalu mengikuti kita..</title><content type='html'>&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 0px; -webkit-border-vertical-spacing: 0px; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium;"&gt;&lt;/span&gt;Antum pernah lihat acara ulang tahun? Jika ya, tentulah yang berulang tahun pada&lt;br /&gt;saat itu kelihatan gembira. Sebenarnya ini adalah sesuatu yang ironis. Jika&lt;br /&gt;seseorang bergembira pada saat jumlah tahun hidupnya bertambah 1 tahun, maka&lt;br /&gt;seharusnya ia bersedih karena jatah hidupnya telah berkurang 1 tahun.&lt;br /&gt;Begitulah, 1 tahun kita lewati hidup ini, 1 tahun pula jatah hidup kita&lt;br /&gt;berkurang. Dan dengan berkurangnya jatah hidup kita, kematian semakin mendekat.&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_QebQAAxDqR0/SLK45KAm5wI/AAAAAAAAAg0/WN1P6gF7doo/s1600/sujud.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="sujud" border="0" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:uDvdd1MJihq9XM:http://3.bp.blogspot.com/_QebQAAxDqR0/SLK45KAm5wI/AAAAAAAAAg0/WN1P6gF7doo/s320/sujud.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Alloh subhanahu wa ta'ala berfirman, yang artinya: "Setiap yang berjiwa akan&lt;br /&gt;merasakan kematian, dan tidak akan disempurnakan balasan kamu melainkan pada&lt;br /&gt;hari kiamat." (QS: Ali Imran: 185).&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Kematian itu milik semua orang. Dan kematian itu datangnya tiba-tiba. Malaikat&lt;br /&gt;maut yang bertugas mencabut nyawa itu tidak pernah ber-assalaamu'alaikum atau&lt;br /&gt;meimnta permisi pada orang yang akan ia cabut nyawanya. Kita tidak tahu kapan&lt;br /&gt;ia datang, dan jika ia datang pun kita tak bisa menolaknya. Mungkin sebelum&lt;br /&gt;kita selesai membaca tulisan ini, kita sudah dicabut nyawa kita olehnya.&lt;br /&gt;Padahal jika kita mati, babak baru hidup kita pun dimulai. Waktu hidup, kita&lt;br /&gt;bisa mempersiapkan diri untuk hari kiamat, tapi jika sudah mati, kesempatan itu&lt;br /&gt;musnah sudah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Ketika 'Amr bin Abdu Qais menjelang wafat, ia menangis dan berkata, "Aku&lt;br /&gt;menangis bukan karena takut mati, bukan pula karena ingin hidup senang di&lt;br /&gt;dunia, melainkan karena telah tiba pada satu batas waktu di mana aku tidak bisa&lt;br /&gt;lagi beribadah di siang hari dan shalat tahajud di malam hari."&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Sudah waktunya kita untuk segera beramal, jangan sampai kita menyesal. Al-Hasan&lt;br /&gt;berkata, "Mengherankan. Orang masih sempat tertawa padahal di belakangnya ada&lt;br /&gt;kobaran api (neraka), dan masih sempat-sempatnya bersenang-senang padahal&lt;br /&gt;kematian dari belakangnya "&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Dalam kenyataannya ada dua macam akhir hidup, yaitu akhir hidup yang baik atau&lt;br /&gt;husnul-khotimah dan akhir hidup yang buruk atau su'ul-khotimah. Husnul-khotimah&lt;br /&gt;adalah akhir kehidupan seseorang yang beriman kepada Alloh dan percaya pada hari&lt;br /&gt;berbangkitnya manusia dengan bermodalkan taqwa. Jadi iman dan taqwa adalah&lt;br /&gt;faktor utama untuk menuju husnul-khotimah. Dan ketaqwaan yang berujud amal&lt;br /&gt;sholih itu adalah wujud dari keimanan. Contoh husnul-khotimah adalah seseorang&lt;br /&gt;yang mati dalam memperjuangkan kalimat Alloh atau sesorang yang akhir amalannya&lt;br /&gt;dalam taat pada Alloh. Rasululloh shallAllohu 'alaihi wa sallam bersabda, yang&lt;br /&gt;artinya, "Siapa saja yang mengucapkan 'Laa ilaaha illaLlaah' pada akhir&lt;br /&gt;hidupnya untuk mencari ridha Alloh , maka ia akan masuk surga. Siapa saja yang&lt;br /&gt;berpuasa pada akhir hidupnya untuk mencari ridha Alloh , maka dia akan masuk&lt;br /&gt;surga. Dan siapa saja yang bersedekah pada akhir hidupnya untuk mencari ridha&lt;br /&gt;Alloh, maka ia akan masuk surga. " (HR: Ahmad V/391).&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Ketika hampir wafat, Amir bin Abdullah menangis dan berkata, "Pada saat kematian&lt;br /&gt;seperti ini seyogyanya orang-orang mau mengambil pelajaran agar dapat beramal&lt;br /&gt;sholih. Ya Alloh, hamba mohon ampunanMu atas segala dosa hamba. Hamba bertaubat&lt;br /&gt;dari segala dosa. Laa ilaaha illaLlaah." Begitulah yang ia ucapkan terus menerus&lt;br /&gt;hingga ia meninggal dunia.&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Saat hampir wafat, Alla bin Ziyad menangis dan ia ditanya, "Apa yang membuat&lt;br /&gt;Anda menangis?" Ia menjawab, "Demi Alloh, aku ingin menyambut maut dengan&lt;br /&gt;tauba." Orang-orang berkata, "Lakukanlah, semoga Alloh memberi rahmat kepadamu.&lt;br /&gt;"Dia meminta untuk bersuci dan berpakaian baru, lalu ia menghadap kiblat lalu&lt;br /&gt;memberi isyarat dengan kepalanya dua kali dan menelentangkan badan kemudian&lt;br /&gt;meninggal dunia.&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Mush'ab bercerita, "(Ketika sakit) Amir bin Abdullah bin Zubair bin Awwam&lt;br /&gt;mendengar suara adzan lalu dengan langkah yang berat -karena sakit- meminta&lt;br /&gt;untuk dituntun dengan berkata," Peganglah tanganku," Dia masuk masjid bersama&lt;br /&gt;imam lalu ruku' sekali, setelah itu ia meninggal dunia.&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Sedangkan su'ul-khotimah ialah apabila sewaktu akan meninggal dunia seseorang&lt;br /&gt;didominasi oleh perasaan was-was yang disebabkan keragu-raguan atau keras&lt;br /&gt;kepala atau ketergantungan terhadap kehidupan dunia yang akibatnya ia harus&lt;br /&gt;masuk ke neraka secara kekal kalau tidak diampuni oleh Alloh subhanahu wa&lt;br /&gt;ta'ala. Sebab-sebab su'ul-khotimah secara ringkas antara lain adalah perasaan&lt;br /&gt;ragu dan sikap keras kepala yang disebabkan oleh perbuatan atau perkara dalam&lt;br /&gt;agama yang tidak pernah dituntunkan oleh Nabi shallAllohui 'alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;menunda-nunda taubat, banyak berangan-angan tentang kehidupan duniawi, senang&lt;br /&gt;dan membiasakan maksiat, bersikap munafik, dan bunuh diri.&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Ibnu Qayyim menyebutkan dari salah seorang saudagar bahwa seseorang di antara&lt;br /&gt;kerabatnya sebelum meninggal dunia ditalqin untuk mengucapkan kalimat tauhid,&lt;br /&gt;Laa ilaaha illaLlaah. Namun ia justru mengucapkan, "Barang ini murah. Barang&lt;br /&gt;pembelian itu bagus. Yang ini begini, yang itu begitu...." dan begitu&lt;br /&gt;seterusnya hingga ia mati.&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Beliau menyebutkan pula bahwa ada seorang lelaki penggemar musik sedang dalam&lt;br /&gt;keadaan kritis lalu ditalqin agar mengucapkan kalimat tauhid, Laa ilaaha&lt;br /&gt;illaLlaah. Tetapi ia justru menyenandungkan lagu, "Naanana...naanana..." hingga&lt;br /&gt;ia mati.&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Ibnu Rajab Al-Hambaly mengutip ucapan Abdul Aziz bin Abu Rawwad sebagai berikut,&lt;br /&gt;"Aku pernah melihat seorang lelaki yang dituntun untuk membaca kalimat syahadat&lt;br /&gt;menjelang ajalnya. Namun tragisnya, kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya&lt;br /&gt;adalah kalimat yang justru mengingkari kalimat syahadat, sehingga ia mati dalam&lt;br /&gt;keadaan seperti itu. Ketika kutanyakan siapa dia sebenarnya, ternyata dia&lt;br /&gt;adalah peminum minuman keras" Abdul-Aziz lalu berkata pada para pelayat,&lt;br /&gt;"Takutlah kalian dari berbuat dosa. Sebab dosa-dosa itulah yang mencampakkan&lt;br /&gt;dia seperti itu. "&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Ada pula yang tanda-tanda su'ul-khotimahnya tampak setelah si malang mati.&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Syaikh Al-Qahthany bercerita, "Pernah aku memandikan mayat. Baru saja kumulai,&lt;br /&gt;mendadak warna kulit si mayat berubah jadi hitam legam, padahal sebelumnya&lt;br /&gt;putih bersih. Dengan rasa takut aku keluar dari tempat memandikan. Lalu aku&lt;br /&gt;bertemu dengan seorang laki-laki. Aku bertanya,"Mayat itu milikmukah ?" Ia&lt;br /&gt;jawab, "Ya," Aku bertanya lagi, "Apa ia ayahmu?" Ia menjawab, "Ya." Aku&lt;br /&gt;bertanya, "Kenapa ayahmu itu sampai begini?" Ia menjawab, "Sewaktu hidupnya ia&lt;br /&gt;tidak sholat." Maka aku katakan kepadanya, " Urusi sendiri ayahmu, dan&lt;br /&gt;mandikanlah ia !"&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Ibnu Qayyim berkata, "Abu Abdullah Muhammad bin Zubair Al-Haiany bercerita pada&lt;br /&gt;kami, bahwa suatu hari selepas Ashar ia keluar rumah untuk berjalan-jalan di&lt;br /&gt;taman. Menjelang matahari tergelincir, ia meratakan sebuah kuburan. Tiba-tiba&lt;br /&gt;ia melihat sebuah bola api yang telah menjadi bara dan di tengahnya ada mayat.&lt;br /&gt;Dia usap-usap matanya seraya bertanya pada dirinya, apakah hal ini mimpi atau&lt;br /&gt;kenyataan. Setelah melihat dinding-dinding kota Madinah, ia baru sadar bahwa&lt;br /&gt;hal ini suatu kenyataan.&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Dengan rasa takut dan tubuh gemetar, ia pulang. Ketika keluarganya menyuguhi&lt;br /&gt;makanan, ia tidak kuasa memakannya. Setelah cari info ke sana ke mari, akhirnya&lt;br /&gt;diperoleh jawaban bahwa kuburan itu adalah kuburan penguasa yang zalim yang suka&lt;br /&gt;korupsi yang kebetulan mati hari itu."&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Kita mohon perlindungan Alloh dari su'ul-khotimah. Kita tidak tahu bagaimana&lt;br /&gt;akhir hidup kita nanti, apakah baik atau buruk. Karena itu hendaknya kita&lt;br /&gt;instropeksi diri terhadap iman dan taqwa kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Orang-orang sholih zaman dahulu pun takut akan keburukan akhir hidup mereka.&lt;br /&gt;Sufyan Ats-Tsaury sering menangis sendiri dan berkata, "Aku begitu takut kalau&lt;br /&gt;dalam suratan takdir aku tercatat sebagai orang yang celaka. Atau imanku lepas&lt;br /&gt;ketika akan menghadapi maut."&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Ketika ajal hampir menjemputnya, Ibrahim An-Nakha-i menangis seraya berkata, "&lt;br /&gt;Bagaimana aku tidak menangis pada saat aku menanti utusan Tuhanku, apakah&lt;br /&gt;membawa berita bahwa aku ke sorga, ataukah ke neraka ?"&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Ketika Abu 'Athi'ah menjelang wafat, ia menangis dan ketakutan. Orang-orang&lt;br /&gt;bertanya, "Mengapa Anda ketakutan?" Dia menjawab, "Bagaimana mungkin aku tidak&lt;br /&gt;takut pada detik-detik seperti ini dan kemudian aku akan dibawa ke mana, aku&lt;br /&gt;tidak tahu. "Begitulah kehidupan orang-orang saleh terdahulu. Walau pun sudah&lt;br /&gt;terkenal kesalehannya, namun tetap saja mereka takut pada su-ul khotimah.&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Lalu bagaimana dengan kita? Sudah pantaskah kita untuk tidak merasa takut akan&lt;br /&gt;su'ul-khotimah? Padahal mereka, yang tentu lebih baik agamanya dari kita pun&lt;br /&gt;masih merasa takut akan su'ul-khotimah.&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Lalu jika kita ingin mati dengan husnul-khotimah dan tanpa su'ul-khotimah, apa&lt;br /&gt;yang harus dilakukan? Simak hadits ini: Dari Ali bin Abu Thalib radhiyAllohu&lt;br /&gt;'anhu dari Nabi shallAllohu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda, "Setiap diri&lt;br /&gt;yang telah dihembuskan nyawanya, maka Alloh telah menentukan tempatnya di surga&lt;br /&gt;atau di neraka" Lalu ada seorang shahabat yang bertanya, " Ya Rasululloh, kalau&lt;br /&gt;begitu apakah tidak sebaiknya kita pasrah pada apa yang telah ditentukan kepada&lt;br /&gt;kita dan kita tidak usah beramal ?" Rasululloh ShallAllohu 'alaihi wa sallam&lt;br /&gt;bersabda, "Beramallah! Masing-masing akan diberikan kemudahan trehadap apa yang&lt;br /&gt;telah diciptakan untuknya. Adapun yang termasuk orang-orang yang bahagia, maka&lt;br /&gt;Alloh akan memudahkannya melakukan amalan orang-orang yang bahagia. dan adapun&lt;br /&gt;yang termasuk orang-orang yang celaka, maka Alloh akan memudahkannya melakukan&lt;br /&gt;amalan orang-orang yang celaka. "Kemudian beliau membaca firman Alloh: "Adapun&lt;br /&gt;orang-orang yang memberikan (hartanya pada jalan Alloh) dan bertaqwa, dan&lt;br /&gt;membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan&lt;br /&gt;baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya&lt;br /&gt;cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami kan menyiapkan&lt;br /&gt;baginya (jalan) yang sukar [QS: Al-Lail: 5-10]" (HR: Al-Bukhary dan Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Begitulah jawabannya. Tetap saja kita diperintahkan untuk beramal sholih,&lt;br /&gt;walaupun celaka atau bahagianya kita telah ditentukan sejak kita masih di rahim&lt;br /&gt;ibu. Sebab siapa saja yang bertaqwa dan beriman, Alloh akan memudahkan beginya&lt;br /&gt;jalan menuju bahagia. Dan tentu saja kita juga harus menjauhi amal-amal buruk&lt;br /&gt;agar Alloh menghindarkan kita dari jalan yang celaka.&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: Verdana, Geneva, Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 5px;"&gt;Tentu saja, beramal sholih dan menjauhi maksiat itu ada cara-cara yang jitu&lt;br /&gt;untuk melakukannya. Siapa yang mengetahui cara-cara tersebut dan menerapkannya&lt;br /&gt;dalam kehidupan tentu ia akan bahagia. Maka sudah sewajarnya kita&lt;br /&gt;berlomba-lomba mencari tahu cara-cara tersebut lewat bertanya, membaca&lt;br /&gt;buku-buku agama, dan tentu saja dari materi-materi di majelis pengajian.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-674142306561088013?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/674142306561088013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/ingatlah-dengan-sesuatu-yang-selalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/674142306561088013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/674142306561088013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/ingatlah-dengan-sesuatu-yang-selalu.html' title='ingatlah dengan sesuatu yang selalu mengikuti kita..'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-8174318358233904637</id><published>2010-09-04T05:22:00.000-07:00</published><updated>2010-09-06T01:23:24.166-07:00</updated><title type='text'>abu ubaidah ibnul jarrah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #666666; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #666666; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #666666; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; border-collapse: collapse; color: #666666; font-family: Tahoma, Verdana, Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 15px;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Abu Ubaidah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Amir bin Abdullah bin Al Jarrah bin Hilal bin Uhaib bin Dhabbah bin Al Harits bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah. termasuk orang yang pertama masuk Islam,&amp;nbsp;beliau memeluk Islam selang sehari setelah&amp;nbsp;Sayyidina Abu Bakar As Shiddiq&amp;nbsp;&amp;nbsp;memeluk Islam. Beliau masuk Islam bersama&amp;nbsp;Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Mazun dan Arqam bin Abu al-Arqam, di tangan Abu Bakar as Shiddiq. Sayyidina Abu Bakar yang membawakan mereka menemui Rasulullah saw untuk menyatakan syahadat di hadapan Baginda.&amp;nbsp;Kualitasnya dapat kita ketahui melalui sabda Nabi saw:&amp;nbsp;“Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Abu Ubaidah bin Jarrah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;lahir di Mekah, di sebuah rumah keluarga suku Quraisy terhormat. Nama lengkapnya adalah Amir bin Abdullah bin Jarrah yang dijuluki dengan nama Abu Ubaidah. Abu Ubaidah adalah seorang yang berperawakan tinggi, kurus, berwibawa, bermuka ceria, rendah diri dan sangat pemalu. Beliau termasuk orang yang berani ketika dalam kesulitan, beliau disenangi oleh semua orang yang melihatnya, siapa yang mengikutinya akan merasa tenang.&amp;nbsp;Wajahnya mudah sekali berkeringat, kedua gigi serinya tanggal, dan tipis rambut jenggotnya. Dia memiliki dua orang anak yang bernama Yazid dan Umair. Kedua anak itu merupakan buah hatinya dengan sang istri yang bernama Hindun bin Jabir. Namun, keduanya telah meninggal dunia sehingga dia tidak lagi memiliki keturunan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Kehidupan beliau tidak jauh berbeda dengan kebanyakan sahabat lainnya, diisi dengan pengorbanan dan perjuangan menegakkan Agama Islam. Hal itu tampak ketika beliau harus hijrah ke Ethiopia (Habasyi) pada gelombang kedua demi menyelamatkan aqidahnya. Namun kemudian beliau kembali lagi untuk menyertai perjuangan Rasulullah saw.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Abu Ubaidah bin Jarrah juga &amp;nbsp;ikut berperang bersama Rasulullah saw, beliau sangat terkenal dengan kepahlawanan dan pengorbanan, saat perang Badar berkecamuk, Abu Ubaidah bin Jarrah melihat bapaknya berada ditengah kaum musyrikin maka diapun menghindar darinya, namun bapaknya berusaha ingin membunuh anaknya. Maka tidak ada jalan lain untuk menghindar baginya kecuali melawannya, dan bertemulah dua pedang&amp;nbsp; yang saling berbenturan dan pada akhirnya orang tua yang musyrik mati ditangan anaknya yang lebih cinta kepada Allah dan Rasul-Nya daripada orang tuanya hingga turunlah ayat,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;“Kamu tidak aka mnedapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, aanak-anak, atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka kedalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridlo terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah&amp;nbsp; yang beruntung”&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&amp;nbsp;(QS. Al-Mujadilah : 22).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Ketika dalam perang Uhud, pasukan muslimin kucar kacir dan banyak yang lari meninggalkan pertempuran, justeru Abu Ubaidah bin Jarrah berlari untuk mendapati Nabinya tanpa takut sedikit pun terhadap banyaknya lawan dan rintangan. Demi didapati pipi Nabi terluka, yaitu terhujamnya dua rantai besi penutup kepala beliau, segera ia berusaha untuk mencabut rantai tersebut dari pipi Nabi saw.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Abu Ubaidah bin Jarrah mulai mencabut rantai tersebut dengan gigitan giginya. Rantai itu pun akhirnya terlepas dari pipi Rasulullah saw. Namun bersamaan dengan itu pula gigi seri Abu Ubaidah bin Jarrah ikut terlepas dari tempatnya. Abu Ubaidah&amp;nbsp;bin Jarrah&amp;nbsp;tidak jera. Diulanginya sekali lagi untuk mengigit rantai besi satunya yang masih menancap dipipi Rasulullah saw hingga terlepas. Dan kali ini pun harus juga diikuti dengan lepasnya gigi Abu Ubaidah&amp;nbsp;bin Jarrah,&amp;nbsp;sehingga dua gigi seri sahabat ini ompong karenanya. Sungguh, satu keberanian dan pengorbanan yang tak tergambarkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Rasulullah saw memberinya gelar “Gagah dan Jujur”. Suatu ketika datang sebuah delegasi dari kaum Nasrani menemui Rasulullah saw. Mereka mengatakan, “Ya Abul Qassim! Kirimkanlah bersama kami seorang sahabatmu yang engkau percayai untuk menyelesaikan perkara kebendaan yang sedang kami pertengkarkan, karena kaum muslimin di pandangan kami adalah orang yang disenangi.” Rasulullah saw bersabda kepada mereka,&amp;nbsp;“Datanglah ke sini nanti sore, saya akan kirimkan bersama kamu seorang yang gagah dan jujur.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Dalam kaitan ini,&amp;nbsp;Sayyidina Umar bin Khattab&amp;nbsp;mengatakan, “Saya berangkat ingin shalat Zuhur agak cepat, sama sekali bukan karena ingin ditunjuk sebagai delegasi, tetapi karena memang saya senang pergi shalat cepat-cepat. Setelah Rasulullah selesai mengimami shalat Zuhur bersama kami, beliau melihat ke kiri dan ke kanan. Saya sengaja meninggikan kepala saya agar beliau melihat saya, namun beliau masih terus membalik-balik pandangannya kepada kami. Akhirnya beliau melihat Abu Ubaidah bin Jarrah, lalu beliau memanggilnya sambil bersabda,&amp;nbsp;‘Pergilah bersama mereka, selesaikanlah kasus yang menjadi perselisihan di antara mereka dengan adil.’ Lalu Abu Ubaidah bin Jarrah pun berangkat bersama mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Monotype Corsiva'; font-size: large; font-weight: bold; line-height: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Gubernur Yang Zuhud&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Di masa pemerintahan Abu Bakar As Siddiq sebagi Khalifah, Abu Ubaidah&amp;nbsp;bin Jarrah&amp;nbsp;dipercaya sebagai Ketua Pengawas Perbendaharaan Negara. Abu Bakar As Siddiq kemudian mengangkatnya menjadi Gubernur Syam. Jabatan ini diemban Abu Ubaidah&amp;nbsp;bin Jarrah&amp;nbsp;hingga di masa pemerintahan&amp;nbsp;Umar bin Khattab.&amp;nbsp;Tak lama kemudian Umar bin Khattab mengangkat Abu Ubaidah bin Jarrah sebagai Panglima Perang menggantikan Khalid bin Walid.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Suatu ketika, ketika di masa pemerintahan Abu Ubaidah&amp;nbsp;bin Jarrah, Syam dikepung musuh. Umar bin Khattab berkirim surat kepada Abu Ubaidah&amp;nbsp;bin Jarrah. Isinya,&amp;nbsp;“Sesungguhnya tidak akan pernah ada seorang mukmin yang dibiarkan Allah dalam suatu penderitaan melainkan Dia akan melapangkan jalannya, hingga kesulitan akan dibalas-Nya dengan kemudahan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Surat itu dibalas oleh Abu Ubadah&amp;nbsp;bin Jarrah&amp;nbsp;dengan kalimat,&amp;nbsp;“Sesungguhnya Allah swt. telah berfirman:&amp;nbsp;Ketahuilah bahwasanya kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau, bermewah-mewah, dan saling membanggakan kekayaan dan anak pinak di antaramu, ibarat hujan (menyirami bumi), tumbuh-tumbuhan (menjadi subur menghijau), mengagumkan para petani. Lalu tanaman itu mengering, tampak menguning, kemudian menjadi rapuh dan hancur. Sedang di akhirat kelak, ada azab yang berat (bagi mereka yang menyenangi kemewahan dunia) namun ada pula ampunan dan keridhaan Allah (bagi yang mau bertobat). Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu belaka.”&amp;nbsp;(Al-Haddid: 20)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Surat balasan Abu Ubaidah&amp;nbsp;bin Jarrah&amp;nbsp;ini oleh Umar bin Khattab dibacakan di depan kaum muslimin seusai melaksanakan shalat berjamah.&amp;nbsp;“Wahai penduduk Madinah, sesungguhnya Abu Ubaidah mengharapkan aku dan kalian semua suka berjihad,”&amp;nbsp;kata Umar bin Khattab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Memang Abu Ubaidah&amp;nbsp;bin Jarrah&amp;nbsp;dikenal orang di zamannya sebagai orang yang zuhud. Umar bin Khattab pernah berkunjung ke Syam ketika Abu Ubaidah&amp;nbsp;bin Jarrah&amp;nbsp;menjabat sebagai gubernur.&amp;nbsp;“Abu Ubaidah, bolehkah aku datang ke rumahmu?”&amp;nbsp;tanya Umar bin Khattab. Jawab Abu Ubaidah&amp;nbsp;bin Jarrah,&amp;nbsp;“Untuk apakah kau datang ke rumahku? Sesungguhnya aku takut kau tak kuasa menahan air matamu begitu mengetahui keadaanku nanti.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Namun Umar bin Khattab memaksa. Akhirnya Abu Ubaidah&amp;nbsp;bin Jarrah&amp;nbsp;mengizinkan Umar bin Khattab berkunjung ke rumahnya. Sungguh Umar bin Khattab terkejut. Ia mendapati rumah Sang Gubernur Syam kosong melompong. Tidak ada perabotan sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Umar bin Khattab bertanya,&amp;nbsp;“Hai Abu Ubaidah, di manakah penghidupanmu? Mengapa aku tidak melihat apa-apa selain sepotong kain lusuh dan sebuah piring besar itu, padahal kau seorang gubernur?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;“Adakah kau memiliki makanan?”&amp;nbsp;tanya Umar bin Khattab lagi. Abu Ubaidah&amp;nbsp;bin Jarrah&amp;nbsp;kemudian berdiri dari duduknya menuju ke sebuah ranjang dan memungut arang yang didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Umar bin Khattab pun meneteskan air mata melihat kondisi gubernurnya seperti itu. Abu Ubaidah&amp;nbsp;bin Jarrah&amp;nbsp;pun berujar,&amp;nbsp;“Wahai Amirul Mukminin, bukankah sudah kukatakan tadi bahwa kau ke sini hanya untuk menangis.”&amp;nbsp;Umar berkata,&amp;nbsp;“Ya Abu Ubaidah, banyak sekali di antara kita orang-orang yang tertipu oleh godaan dunia.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Suatu ketika Umar bin Khattab mengirimi uang kepada Abu Ubaidah bin Jarrah sejumlah empat ribu dinar. Orang yang diutus Umar melaporkan kepadanya,&amp;nbsp;“Abu Ubaidah membagi-bagi kirimanmu.”&amp;nbsp;Umar bin Khattab berujar,&amp;nbsp;“Alhamdulillah, puji syukur kepada-Nya yang telah menjadikan seseorang dalam Islam yang memiliki sifat seperti dia.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a class="highslide" href="http://www.majlisdzikrullahpekojan.org/images/stories/sahabat/makam-abu-ubaidah.jpg" style="font-weight: 400; outline-color: initial; outline-style: none; outline-width: initial; text-decoration: underline;"&gt;&lt;img align="left" border="1" hspace="9" src="http://www.majlisdzikrullahpekojan.org/images/stories/thumbs/L2hvbWUvdTYxNzcvZG9tYWluL21hamxpc2R6aWtydWxsYWhwZWtvamFuLm9yZy93ZWIvaW1hZ2VzL3N0b3JpZXMvc2FoYWJhdC9tYWthbS1hYnUtdWJhaWRhaC5qcGc=.jpg" style="border-bottom-color: silver; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 2px; border-color: initial; border-left-color: silver; border-left-style: solid; border-left-width: 2px; border-right-color: silver; border-right-style: solid; border-right-width: 2px; border-top-color: silver; border-top-style: solid; border-top-width: 2px; border-width: initial; cursor: url(http://www.majlisdzikrullahpekojan.org/plugins/content/joomslide/highslide/graphics/zoomin.cur), pointer !important;" title="Makam Abu Ubaidah bin Jarrah" vspace="3" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Monotype Corsiva'; font-size: large; font-weight: bold; line-height: normal;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Wafatnya Abu Ubaidah bin Jarrah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Pada tahun 18 Hijriyah, Umar bin Khattab mengirim bala tentara ke Jordania yang dipimpin oleh Abu Ubaidah bin Jarrah, kemudian tentara tersebut tinggal di ‘Amwas, Jordan, hingga terjangkit penyakit kusta saat bala tentara tinggal disana. Ketika Umar bin Khattab mendengar hal demikian, beliau menulis surat kepada Abu Ubaidah&amp;nbsp;bin Jarrah&amp;nbsp;yang isinya ; sungguh saya memiliki sesuatu yang sangat penting dan saya membutuhkanmu, maka segeralah menghadap saya. Setelah Abu Ubaidah membaca surat itu, beliau menyadari bahwa yang diinginkan dari Umar bin Khattab menyelamatkan nyawanya dari penyakit kusta tersebut, maka baliau mengingatkan Umar bin Khattab dengan sabda Rasulullah saw :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;“Penyakit kusta merupakan bagian dari syahadah bagi kaum muslimn”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&amp;nbsp;(Muttafaqun ‘alaih). Lalu beliau menulis surat balasan dan berkata di dalamnya, sesungguhnya saya sudah mengetahui kebutuhanmu, maka saya telah mencari solusi dari kehendakmu itu, sesungguhnya saya seorang prajurit dari pasukan kaum muslimin, saya tidak sudi berpisah dengan mereka. Maka ketika Umar bin Khattab membaca surat beliau langsung menangis, dan dikatakan kepadanya,"apakah Abu Ubaidah telah meninggal ?! beliau berkata,“tidak, tapi seakan-akan dia sudah meninggal."&amp;nbsp;(Al-Hakim)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 5px; margin-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;Kemudian Amirul mu’minin kembali menulis surat untuknya dan memerintahkannya untuk pergi meninggalkan kota ‘Amwas ke tempat yang disebut Al-Jabiyah, hingga semua pasukan tidak meninggal karenanya, lalu Abu Ubaidahpun mengikuti perintah Amirul mukminin, namun beliau tetap terserang penyakit kusta. Kemudian beliau mewasiatkan kepada Mu’adz bin Jabal untuk memimpin pasukan, dan setelah itu beliau wafat sedang umurnya 58 tahun, beliau dishalatkan oleh Mu’adz bin Jabal, dan dikebumikan di desa Baisan, Syam. Abu Ubaidah meriwayatkan hadits dari Rasulullah saw sebanyak 14 hadits.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-8174318358233904637?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/8174318358233904637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/abu-ubaidah-ibnul-jarrah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/8174318358233904637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/8174318358233904637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/abu-ubaidah-ibnul-jarrah.html' title='abu ubaidah ibnul jarrah'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-5257285054316144541</id><published>2010-09-02T03:39:00.001-07:00</published><updated>2010-09-02T03:39:57.268-07:00</updated><title type='text'>indonesia dikelilingi oleh syirik.</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.akhirzaman.info/images/stories/pics-counter-culture/perdukunan.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.akhirzaman.info/images/stories/pics-counter-culture/perdukunan.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Syirik adalah perbuatan yang amat dimurkai oleh Allah SWT&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Banyak kisah mencatat, Allah Subhanahu wa Ta'ala (SWT) sangat murka dengan kaum yang memelihara praktek syirik. Kaum Nabi Nuh, misalnya, menolak untuk menyembah Allah SWT dan terus menerus menyekutukan-Nya dengan berhala-berhala.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Hampir satu milenium lamanya Nabi Nuh berdakwah, namun tetap tak digubris. Allah SWT pun murka dan mengirimkan bencana banjir yang dahsyat kepada mereka. Demikian besar bencana itu, sehingga mereka yang berusaha menyelamatkan diri ke gunung pun tetap tersapu banjir.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Pun demikian dengan kaum Ad. Mereka terus menyekutukan Allah SWT dan menentang dakwah yang dilakukan Nabi Hud. Allah SWT kemudian menurunkan azab. Tiga tahun lamanya hujan tidak turun. Tanah-tanah mengering dan kebun merangas. Air pun langka.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Namun, kaum Ad tetap ingkar. Allah SWT menuntaskan azab-Nya dengan mengirimkan angin puyuh selama tujuh malam delapan hari. Porak porandalah kota itu. Tenggelam dalam lautan pasir sedalam 12 meter.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Syirik adalah perbuatan yang amat dimurkai oleh Allah SWT. Dua kisah tadi menjadi bukti. Namun, tanpa disadari di Indonesia, negeri di mana kita bermukim, telah muncul bibit-bibit syirik. Celakanya, bibit-bibit ini malah "disiram" dan dipelihara. Akankah kita membiarkan saja bibit-bibit itu berkembang dan bermekaran hingga azab Allah akan turun kepada kita? Nau'zubillah summa nau'zubillah! (*)&lt;/div&gt;&lt;h3 style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 23px; font-weight: normal; line-height: 27px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 25px; padding-bottom: 5px; text-align: center;"&gt;Ada Dukun di Balik Media&lt;/h3&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.akhirzaman.info/images/stories/pics-counter-culture/acara-dukun-di-TV.gif" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Media massa banyak memuat kemusyrikan, mulai dari film, sinetron, reality show hingga iklan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Seorang lelaki berpakaian batik menghampiri lelaki berpakaian hitam yang sedang bekerja di pinggir kolam. Dengan latar musik tradisional Jawa, lelaki berbatik itu bertanya, "Piye kabare?"&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Laki-laki berpakai hitam menjawab, "Masih gini-gini aja mbah."&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Lalu, sang laki-laki yang disebut mbah tadi menimpali, "Kamu lahirnya kan Selasa Kliwon. Kamu tidak cocok kerja di air. Cocoknya kamu kerja jadi pedagang, biar lebih sukses. Ingin jelas, ketik ... bla... bla... bla... Primbon saya bantu Anda."&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Iklan ramalan semacam itu belakangan marak di televisi. Seorang peramal berambut gondrong, misalnya, berkata di layar kaca, "Tuntunan saya akan membawa hidup Anda menjadi lebih sukses, percayalah!" Begitu juga peramal wanita, berkata, "Saya akan melihat bagaimana masa depan Anda dan memberitahukan Anda apa yang seharusnya Anda lakukan."&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Acara-acara seperti ini menambah panjang daftar praktek syirik di negeri ini. Sebelumnya, layar kaca banyak dihiasi film, sinetron, maupun reality show yang kental nuansa syiriknya. Untuk sinetron ada Jin dan Jun, Jiny Oh Jiny, Tuyul dan Mbak Yul, Di Sini Ada Setan, Gerhana, Dendam Nyi Pelet, dan Nyi Blorong.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Sementara untuk film ada Mega Misteri, Kismis, dan Misteri Kisah Nyata. Adapun reality show di antaranya Percaya Nggak Percaya, Ekspedisi Alam Gaib, Gentayangan (uka-uka), Dunia Lain, Penampakan, dan yang paling fenomenal tentu saja acara Pemburu Hantu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Layar bioskop juga tak kalah ramainya dengan film-film beraroma syirik. Sebut, misalnya, Tali Pocong Perawan, Pocong 1 hingga 3, Kuntilanak 1 hingga 3, Terowongan Casablanca, Lawang Sewu, Dendam Kuntilanak, Hantu Jeruk Purut, Suster Ngesot, Bangku Kosong, Kereta Hantu Manggarai, Malam Jum'at Kliwon, Pulau Hantu, Hantu Ambulance, Legenda Sundel Bolong, 40 Hari Bangkitnya Pocong, dan Tiren: Mati Kemaren.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Film-film bernuansa syirik itu ternyata banyak disukai masyarakat. Berdasarkan data situs ruangfilm.com, dari 10 film dengan penonton terbanyak sepanjang 2008, lima di antaranya adalah film horor, yaitu Tiren dengan 1.310.000 penonton, Hantu Ambulance dengan 850.000 penonton, Tali Pocong Perawan dengan 830.000 penonton, Sumpah Pocong di Sekolah dengan 730.000 penonton. dan Kuntilanak 3 dengan 510.000.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Media cetak tak jauh beda. Pemuatan zodiak, yaitu ramalan berdasarkan tanggal lahir, adalah yang paling banyak. Hampir semua majalah dan tabloid remaja atau wanita memuatnya secara berkala.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Di beberapa koran dan majalah juga bertebaran iklan-iklan paranormal yang menjajakan jasa pelet, ramalan, susuk, atau jimat. Bahkan, ada satu majalah yang isinya 100 persen membahas masalah-masalah dengan aroma syirik yang sangat kental.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Tampilannya luks tapi menyeramkan karena banyak dihiasi foto seram. Isinya pun demikian. Masalah yang dibahas tak jauh dari soal hantu, klenik, mitos, dan kisah-kisah menyeramkan. Dan, dari sekitar 150 halaman majalah ini, hampir setengahnya diisi iklan yang kebanyakan menawarkan jasa paranormal dan dukun.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Internet lebih dahsyat lagi. Semua jenis kemusyrikan dapat dengan mudah ditemukan di dunia maya ini. Salah satu website jenis ini menulis di halaman pengantarnya, "Gerbang dunia mistik alam gaib. Pertama dan satu²nya di internet, situs yang mengulas tuntas segala hal yang berkaitan dengan dunia mistik dan supranatural."&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Website ini menyediakan banyak sekali layanan. Ada ramalan jodoh, numerologi (mengetahui arti dari angka-angka), kesurupan, makhluk halus, ramalan nasib, pekerjaan yang cocok berdasarkan hari kelahiran, ramalan rezeki, ramalan penghidupan berdasarkan hari kelahiran ayah dan anak, zodiak, weton, makna dari waktu bersin, makna menstruasi, kayu bertuah, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Fenomena kemusyrikan hampir merata ada di semua jenis media massa. Kemusyrikan benar-benar telah mengepung kehidupan kita, masuk ke kamar pribadi keluarga kita.[Dwi Budiman/Sahid/www.hidayatullah.com]&lt;/div&gt;&lt;h3 style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 23px; font-weight: normal; line-height: 27px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 25px; padding-bottom: 5px; text-align: center;"&gt;Kotoran "Si Bule" Pun Diperebutkan&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 23px; font-weight: normal; line-height: 27px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 25px; padding-bottom: 5px; text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.akhirzaman.info/images/stories/pics-counter-culture/satu-suro.gif" /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Ada yang menyerok kotoran kerbau dengan tangannya, ada pula yang membasuh mukanya dengan air kencing si kerbau&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Satu Suro di Surakarta (Solo, Jawa Tengah) ada tontonan "menarik". Beberapa kerbau bule keturunan kerbau Kiai Slamet diarak keliling kota Solo, Jawa Tengah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Awalnya, rute arak-arakan itu hanya mengelilingi tembok keraton. Kini, rutenya diperpanjang, melewati jalan protokol kota Surakarta. Karuan saja, masyarakat pun banyak yang menonton, baik masyarakat Surakarta sendiri, maupun masyarakat daerah sekitarnya, seperti Purwodadi, Boyolali, Klaten, dan Sragen, yang jaraknya bisa lebih dari 60 km.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Mengapa mereka rela datang jauh-jauh untuk menonton arak-arakan ini? Rupanya mereka bukan sekadar menonton, tapi juga berharap kebagian "berkah" dari sang kerbau bule itu. Apa itu? Ya, kotoran "si Bule"&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Sutami, contohnya, datang dari Grobogan, Purwodadi, yang jaraknya sekitar 100 kilometer dari Solo, hanya untuk memburu air kencing kerbau. Benar saja, saat sang kerbau kencing, wanita itu menadahkan kedua tangannya. Lalu, cairan kuning beraroma pesing itu langsung dibasuhkan ke wajahnya. "Biar awet muda dan cantik," kata wanita berusia 47 tahun itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Lain lagi dengan Wartono, 50 tahun. Petani asal Sumberlawang, Kabupaten Sragen ini langsung meloncat mendekati sang kerbau -seolah takut orang lain mendahului-manakala sang kerbau itu buang kotoran. Plukk! Gundukan beraroma memualkan perut itu diraup dengan pecinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;"Ini akan saya taburkan ke sawah agar subur. Berkah Kraton ini semoga membuat hasil panen saya makin baik," katanya dengan wajah berbinar-binar.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Sementara Anik (35), pedagang sayur di Desa Gedangan, Grogol, diam saja ketika kerbau itu menyantap sayur-mayur yang dijajakannya selepas perayaan itu. "Dia (kerbau itu) menyantap daun mbayung, bayem, dan daun singkong. Habis semua. Kata orang, (itu) bisa ngrejekeni (mendatangkan rezeki). Ya, saya biarkan saja," ceritanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Bukan Budaya Kraton&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Menurut Puger, Kepala Sasono Pustoko Kraton Kasunanan, Solo, semua kebiasaan itu -memperebutkan kotoran kerbau-- bukanlah ajaran Kraton Solo. "(Kebiasaan seperti itu) tidak ada dalam buku di sini. Instruksi dari kraton tidak ada, apalagi itu digunakan untuk hal-hal yang tidak benar."&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Jika kotoran itu digunakan untuk pupuk tanaman, kata Puger lagi, masih masuk akal. Kotoran binatang ternak memang bagus dijadikan pupuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;"Tapi kalau untuk yang lain-lain, saya sebagai Pangeran di sini tidak bertanggung jawab. Itu karena emosi rakyat saja," kata putra Pakubuwono XII ini lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Menurut Puger, tradisi memperebutkan kotoran kerbau sudah ada sejak zaman Kerajaan Demak. Budaya itu timbul karena rakyat pada saat itu amat cinta kepada rajanya. Mereka berebut ingin menyentuh Sang Raja. Akan tetapi, karena tidak bisa, akhirnya hewan piaraannya yang disentuh, termasuk kotoran-kotorannya. Kebiasaan ini kemudian bergeser. Kerbau itu malah yang dihormati secara berlebih-lebihan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Cuci Pusaka&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.akhirzaman.info/images/stories/pics-counter-culture/kebo.gif" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Selain arak-arakan kerbau, di Karesidenan Surakarta, khususnya di wilayah Wonogiri, masih ada satu tontonan bernuansa syirik. Yaitu, acara jamasan (pencucian) benda-benda pusaka milik Kasunanan di waduk Gajah Mungkur. Acara ini juga dilangsungkan pada tanggal 1 Suro.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Anehnya, air sisa cucian itu kemudian diperebutkan banyak orang. Air ini dipercaya oleh mereka mengandung banyak khasiat, termasuk menyembuhkan sakit.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Yang lebih aneh lagi, kegiatan ini didukung penuh oleh Pemerintan daerah Wonogiri. Alasannya, apalagi kalau bukan untuk pemasukan kas daerah. Adanya kegiatan ini, PAD (Pendapatan Asli Daerah) meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Ini diakui oleh Budi (33), bukan nama sebenarnya, salah seorang staf Departemen Pariwisata Wonogiri, kepada Hidayatullah. "Jumlah penjualan tiket masuk ke obyek wisata meningkat menjadi 10 hingga 20 persen," tutur laki-laki berkacamata ini. [Thoriq/SAHID/www.hidayatullah.com]&lt;/div&gt;&lt;h3 style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 23px; font-weight: normal; line-height: 27px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 25px; padding-bottom: 5px; text-align: center;"&gt;Demi Wisman, Syirik Diabaikan&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 23px; font-weight: normal; line-height: 27px; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 25px; padding-bottom: 5px; text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://www.akhirzaman.info/images/stories/pics-counter-culture/dukun.gif" /&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Indonesia pernah mencanangkan tahun 2008 sebagai Tahun Kunjungan Wisata. Sayang, yang dipertontonkan justru tradisi yang dimurkai Allah&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Optimis. Demikian raut wajah Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Republik Indonesia, sebelum menabuh beduk tanda diresmikannya Visit Indonesian Year (VIY) 2008 lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Tak hanya itu, hari itu juga menjadi hari yang membanggakan bagi Jero. Pasalnya, sebagai menteri, baru pada masanya Indonesia kembali berhasil menggelar Tahun Kunjungan Wisata.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Menurut Jero, VIY 2008 bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sektor pariwisata dengan mengajak seluruh komponen masyarakat berpartisipasi mensukseskan program ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;"Kita telah menyiapkan lebih dari 100 even di seluruh Indonesia untuk menyambut kedatangan wisman (wisatawan mancanegara)," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Target pun sudah dipasang. VIY 2008, kata Jero, diharap bisa mendatangkan 7 juta wisman. Tahun 2006, wisman yang ditargetkan 6 juta hanya tercapai 5,5 juta orang. Sedikit lagi mencapai target.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Jero juga mengaku, telah mendapat dana sebanyak US$ 15 juta untuk mempromosikan proyek besar ini ke seluruh dunia. Salah satunya, dengan beriklan di berbagai stasiun televisi ternama di seantero dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Bagi Jero, menjadikan tahun 2008 sebagai Tahun Kunjungan Wisata bukan berarti tanpa perhitungan. Indonesia sudah lama tidak menggelar program ini, setelah terakhir tahun 1991. Selain itu, "Kita juga mencari momen yang tepat. Tahun 2008 adalah 100 tahun kebangkitan nasional," kata Jero lagi waktu itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Tantangan program ini, ancaman terorisme, bencana alam, dan keamanan, yang bisa mengkhawatirkan turis asing masuk ke Indonesia. Program ini diharapkan bisa mengembalikan nama baik Indonesia di mata dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Sambutan daerah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Beberapa daerah kemudian mencanangkan dirinya sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) Visit Indonesia Year. Mereka juga mentargetkan jumlah kedatangan wisman ke daerahnya. Propinsi Sumatera Barat (Sumbar), misalnya, memasang target 5 juta wisatawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Berbagai event bertaraf internasional mereka persiapkan, seperti World Climbing Festival di Kabupaten Limapuluh Kota, Festival Jam Gadang, dan Pedati Nusatara VIII 2008 di Bukittinggi, Pekan Budaya di Batusangkar, Hoyak Tabuik di Pariaman, Festival Danau Singkarak dan Danau Maninjau, Paralayang Internasional, dan Festival Langkisau di Pesisir Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan, dan daerah lainnya, menggelar pula berbagai program yang beragam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kepala Kerbau&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Namun, yang mengkhawatirkan, di antara sekian banyak program tersebut terselip tontonan bernuansa syirik (menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta'ala) dan terkesan mubazir.&lt;br /&gt;Di Pelabuhan Ratu, ibu kota Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, misalnya. ada upacara adat Serah Taun, sebuah upacara memasukkan padi hasil panen ke dalam leuit (gudang). Menurut Nano Juhartono, Kepala Seksi Wisata Khusus Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, acara tersebut kental dengan unsur magis.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Bayangkan, sebelum prosesi dilakukan, para puun (dukun) membacakan mantra-mantra yang ditujukan kepada Dewi Padi, yang biasa dikenal dengan Nyi Sri. Menurut Nano, mantra-mantra itu juga mengandung makna ucapan terima kasih kepada Nyi Sri atas terselenggaranya panen dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;"Kegiatan usai panen ini juga menjadi program daya tarik wisata Visit Indonesia Year," ujar Nano saat ditemui Hidayatullah di kantornya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Tak cuma itu, Pelabuhan Ratu yang terletak di pesisir pantai selatan Pulau Jawa ini punya tradisi tahunan bernama Pesta Nelayan. Acara yang diselenggarakan setiap bulan April ini juga punya tujuan yang sama seperti Serah Taun. Hanya saja, pesta yang selalu ditandai dengan pelepasan sesajen berupa kepala kerbau dan nasi tumpeng ini dipersembahkan kepada Nyi Roro Kidul.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Uniknya, pelepasan sesajen itu dilakukan oleh seorang wanita yang didandani dan menggunakan kebaya warna hijau. Konon, Nyi Roro Kidul sangat menyukai warna hijau. Tak cuma itu, wanita itu pun harus cantik. Untuk mendapatkan yang cantik, biasanya panitia pesta nelayan menggelar kontes kecantikan tingkat SMU.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Belakangan, menurut Ali Murtadho, Ketua Panitia Pesta Nelayan di tahun itu, persembahan kepala kerbau sudah tak ada lagi. "Kepala kerbau, sejak beberapa tahun silam, sudah diganti dengan benur (benih ikan) dan kura-kura," katanya. Namun, menurut pengakuan Ketua MUI Kecamatan Pelabuhan Ratu, KH Abdullah Mansyur, kepala kerbau itu masih tetap ada, tapi hanya sekadar saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;"Kalau dulu hanya menyembelih satu kerbau, tapi sekarang tinggal beli di pasar," ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Ratu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Abdullah sudah berupaya untuk mengubah budaya ini dengan menyisipkan istighosah pada acara ini. Alasannya, istighosah juga bermakna bersyukur, cuma bukan kepada Nyi Sri, melainkan kepada Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Itu saja, menurut Abdullah, masih ada nelayan yang protes. Mereka mengaku hasil tangkapan menjadi berkurang. Walhasil, sekelompok kecil nelayan sempat ketahuan mengadakan sendiri acara lempar sesajen kepala kerbau atas dukungan dana dari seorang bandar ikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Lalu, berapa rupiah yang masuk ke kas daerah dari perayaan budaya ini? Sayang sekali Nano tak memiliki datanya. Yang jelas, kata Nano, setiap perayaan dua upacara itu selalu dihadiri turis-turis bule.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Dimodali APBD&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Lain lagi di Sumatera Barat. Jika di Pelabuhan Ratu pemerintah daerah hanya bertindak sebagai promotor, sementara dana dijaring dari masyarakat, maka di Sumbar perayaan-perayaan justru didanai oleh APBD.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Kebudayaan Turun Pamonan atau penyucian berbagai benda pusaka, seperti keris, tombak, pedang, dan tongkat di Kabupaten Solok Selatan, misalnya, didukung penuh oleh Pemda. Padahal, tradisi ini sebenarnya sudah lama punah. Namun, "dibangkitkan" kembali oleh Pemda.&lt;br /&gt;Dalam kepercayaan masyarakat, air bekas cucian Pamonan ini memiliki kekuatan gaib dan berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Masyarakat menggunakannya untuk tolak bala dan hama penyakit tanaman. Bahkan, sebagian warga ada yang mengambil air bekas cucian benda pusaka itu untuk ‘penjaga diri'. Caranya, di masukan ke dalam botol kecil bekas minyak wangi, lalu dibungkus dengan kain hitam, dan dibawa ke mana pergi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Tradisi lainnya yang terus dikembangkan dan "dimodali' pemerintah adalah Hoyak Tabuik (Tabot) atau pesta budaya Perayaan Tabuik di Pariaman. Perayaan ini sangat kental dengan tradisi kaum Syiah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Perayaan Tabuik dimaksudkan untuk memperingati kematian dua cucu Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, yakni Hasan dan Husain, yang memimpin pasukan kaum Muslim saat bertempur melawan pasukan Dinasti Bani Umayah dalam perang Karbala.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Dalam pertempuran tersebut, Husain syahid secara mengenaskan. Sebagian kaum Muslim meyakini bahwa jenazah Husain dimasukkan ke dalam peti jenazah (Tabuik) dan dibawa ke langit menggunakan "Bouraq".&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Pembuatan Tabuik menelan dana Rp 250 juta. Modal awal pembuatan Tabuik sebesar Rp 70 juta bersumber dari APBD. Selebihnya merupakan sumbangan masyarakat dan pihak ketiga. Setiap tahun perayaan Tabuik digelar pada tanggal 1 sampai 10 Muharram.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Kendati perayaan Tabuik telah menelan dana ratusan juta rupiah, puncak dari tradisi kaum Syiah itu hanyalah kemubaziran, jika tidak dikatakan beraroma syirik. Sebab, Tabuik yang telah diusung-usung selama sepekan ini, akhirnya hanya dibuang ke laut dan menjadi sampah yang mencemari pantai Pariaman yang elok.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Masih banyak lagi daerah yang menjadikan tradisi bernuansa syirik sebagai pendulang rupiah bagi pendapatan anggaran daerah (PAD). Daerah-daerah seperti Yogyakarta, Tenggarong, dan lainnya pun melakukan hal yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 17px; margin-bottom: 15px; margin-top: 10px; text-align: justify;"&gt;Lalu, apa jadinya sebuah daerah yang membangun dari uang hasil menjual tradisi bernuansa syirik? Pantaslah jika Allah SWT berkali-kali mengingatkan kita dengan musibah bencana. Wallahu'alam. [Dodi/Sahid/www.hidayatullah.com]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-5257285054316144541?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/5257285054316144541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/indonesia-dikelilingi-oleh-syirik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/5257285054316144541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/5257285054316144541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/indonesia-dikelilingi-oleh-syirik.html' title='indonesia dikelilingi oleh syirik.'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-6523426451863324724</id><published>2010-09-02T03:24:00.000-07:00</published><updated>2010-09-02T03:24:35.040-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tauhid'/><title type='text'>antara rezeki dan jimat</title><content type='html'>&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Urusan klenik, memang sangat sulit dilepaskan dari kehidupan masyarakat kita.&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Animisme dan aroma perdukunan masih kental terasa,&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;padahal ajaran Islam yang menyerukan tauhid sangat bertentangan dengan hal tersebut&lt;/em&gt;. Cobalah tengok salah satunya, tindakan sebagian masyarakat yang mengaku muslim, mereka menggunakan berbagai jimat demi melariskan barang dagangan atau melancarkan rezeki. Kocek pun dirogoh dalam-dalam hanya untuk mendapatkan jimat, yang dipercaya dapat mendatangkan rezeki yang berlebih.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_m1ALyYSRw9U/SchPuTE-c-I/AAAAAAAACAs/isr8ph_xPr4/s320/syirik.bmp" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_m1ALyYSRw9U/SchPuTE-c-I/AAAAAAAACAs/isr8ph_xPr4/s320/syirik.bmp" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Rezeki, Urusan yang Telah Ditentukan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Rezeki hanyalah berasal dari Allah&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;ta’ala&lt;/em&gt;, sebagaimana firman-Nya,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: left;"&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(QS. Faathir [35]: 3)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Abu Muhammad al Baghawi&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;mengemukakan bahwa pertanyaan yang diajukan Allah dalam ayat ini berfungsi untuk menetapkan bahwa tidak ada pencipta selain Allah yang mampu memberikan rezeki (&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ma’alimut Tanzil&lt;/em&gt;&amp;nbsp;1/412). Sebagai satu-satunya Zat yang memberi rezeki, Allah telah menentukan kadar rezeki untuk setiap hamba-Nya, di antara mereka ada yang diberi kelapangan rezeki, sebagian lagi disempitkan rezekinya. Ada yang kaya, dan ada yang papa. Ada yang berlebih dan ada yang pas-pasan. Rezeki yang akan diperoleh seorang hamba di dunia ini, semenjak lahir hingga meninggal dunia telah ditetapkan dan ditentukan sebagaimana tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim bahwa Allah&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;ta’ala&lt;/em&gt;telah memerintahkan malaikat-Nya untuk menetapkan empat perkara, dan diantaranya adalah kadar rezeki seseorang&lt;span id="more-689" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ingin Rezeki Lancar? Jangan Ikuti Cara Syaitan!&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Allah telah memberikan pedoman agar manusia dapat memperoleh kelapangan dan kelancaran rezeki. Berusaha kemudian bertawakal hanya kepada-Nya merupakan dua kunci sukses bagi pribadi muslim. Patut diperhatikan bahwa ‘berusaha’ yang dimaksud bukanlah dengan melakukan berbagai tindakan yang menyelisihi syariat demi mengejar keuntungan, kesuksesan tidaklah ditempuh dengan mengorbankan diri sehingga menuruti bujuk rayu syaitan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Syaitan telah ‘menggodok’ berbagai strategi jitu lalu menawarkannya kepada manusia agar mereka tergoda dan terjerumus ke dalam penyimpangan dan dosa. Tidak terkecuali dalam urusan melancarkan rezeki, syaitan turut berperan aktif untuk menggelincirkan manusia dari jalan-Nya. Tidak sedikit manusia terkecoh dan rela diperbudak oleh syaitan, ada yang menempuh jalur penipuan agar bisa sukses, sebagian lagi ada yang merampok, mencuri dan ada yang menempuh jalur perdukunan. Metode terakhir ini sangat banyak yang melakukannya, mulai dari kalangan intelektual hingga mereka yang awam pendidikan terjangkiti ‘penyakit’ cinta perdukunan, anehnya tidak sedikit dari mereka yang berstatus muslim melakukan kesyirikan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلا وَهُمْ مُشْرِكُونَ&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;(QS. Yusuf [12]: 106)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Jimat, Upaya Setan Menggelincirkan Bani Adam&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Siapa sih yang tidak ingin sukses dan memperoleh keuntungan dalam bisnis dan profesi yang sedang digeluti? Sebagian besar dari kita tentulah ingin meraihnya. Dalam meraih kesuksesan, manusia terbagi ke dalam dua kategori, ada yang menempuh tangga kesuksesan dengan cara yang halal dan ada yang berkebalikan dengan hal itu, yaitu menempuh cara yang haram.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Seorang yang menggunakan jimat untuk meraih kekayaan termasuk dalam kategori yang diharamkan Islam. Banyak pejabat yang mendatangi ‘orang pintar’ (baca: dukun) untuk membeli jimat agar kekuasaannya langgeng. Di sisi lain, tidak sedikit para artis mendatangi paranormal (baca: para tidak normal) agar diberikan jimat sehingga ordernya tidak sepi dan dirinya tetap ‘laku’. Untuk yang satu ini, salah seorang teman pernah berkomentar, ‘Wah, udah profesinya merugikan masyarakat, pakai cara-cara yang gak benar lagi’. Jimat pun kerap digunakan oleh para pebisnis dan pedagang untuk menarik minat konsumen. Mulai dari ‘wiridan’ (baca: mantra-mantra yang diramu dengan bahasa arab atau dari sebagian ayat al-Qur’an namun prakteknya tidak dituntunkan dalam Islam), amalan-amalan yang tidak jelas asal-usulnya (seperti puasa&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;pati geni&lt;/em&gt;, puasa&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;ngebleng&lt;/em&gt;, dll) sampai celana dalam pun telah dijajal oleh mereka yang percaya akan keampuhan jimat dalam melariskan dagangan atau mendatangkan keuntungan. Padahal Rasulullah&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&amp;nbsp;telah bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;مَنْ عَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Barangsiapa yang mengalungkan jimat, maka dia telah berbuat syirik&lt;/em&gt;” (HR. Ahmad 4/156, Thabrani dalam&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;al Kabir&lt;/em&gt;&amp;nbsp;17/319 Syaikh Syu’aib al Arnauth dalam komentar beliau terhadap&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Musnad Ahmad&lt;/em&gt;&amp;nbsp;4/156, mengatakan sanad hadits ini kuat)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ibnu Abdil Barr&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;mengatakan bahwa orang yang mempercayai keampuhan jimat telah meyakini bahwa jimat itu mampu menolak ketentuan yang Allah tetapkan dan keyakinan seperti inilah yang menyebabkan seorang terjerumus ke dalam jurang kesyirikan (&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Faidlul Qadlir&lt;/em&gt;&amp;nbsp;6/180)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Jimat Mencederai Tawakal&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Imam ath Thibi&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;menyatakan salah satu keyakinan kaum musyrik jahiliyah adalah meyakini bahwa jimat sangat ampuh untuk menolak takdir yang telah ditetapkan bagi mereka, dan keyakinan yang demikian dapat menghilangkan tawakal dari jiwa seseorang (&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Faidhul Qadir&lt;/em&gt;&amp;nbsp;2/341)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tawakal sendiri berarti penyandaran hati secara total kepada Allah&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;ta’ala&lt;/em&gt;, baik dalam perkara dunia maupun akhirat (&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Hushulul Ma’mul&lt;/em&gt;&amp;nbsp;hal. 83). Seorang yang bertawakal dengan benar kepada Allah dalam segala urusan akan meyakini bahwa segala perkara berada di bawah kekuasaan-Nya. Jika Allah menghendaki, maka pasti urusan tersebut akan terjadi. Jika Dia tidak menghendaki, maka tentu hal tersebut tidak akan terjadi. Setelah meyakini hal tersebut, maka dalam hatinya akan timbul rasa percaya terhadap Allah, lalu dia akan menempuh usaha yang sejalan dengan syariat dalam berbagai urusannya (&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Hushulul Ma’mul&lt;/em&gt;&amp;nbsp;hal. 84)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Orang yang percaya dengan jimat tidak termasuk ke dalam kategori golongan yang bertawakal kepada Allah&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;ta’ala&lt;/em&gt;, karena mereka lebih percaya kepada&amp;nbsp;&lt;a href="http://muslim.or.id/aqidah/rezeki-jimatrezeki-jimat.html" style="color: #004477; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: underline;" title="Rezeki dan Jimat"&gt;jimat&amp;nbsp;&lt;/a&gt;tersebut ketimbang Allah&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;ta’ala&lt;/em&gt;. Mereka lebih ‘pede’ ketika memakai jimat daripada melaksanakan tips yang dituntunkan Allah bagi para hamba-Nya dalam meraih kesuksesan. Oleh karena itu, para penggemar jimat akan diliputi kegelisahan dan kegundahan jika jimat mereka hilang atau telah memasuki ‘masa kadaluwarsa’. Hati mereka justru terpaut dengan jimat tersebut, hati mereka telah berpaling dari Allah&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;ta’ala&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan hidup mereka telah disandarkan pada jimat tersebut. Maka benarlah sabda Rasulullah&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;مَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْهِ&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Barangsiapa yang menggantungkan jimat, maka dirinya akan sangat bergantung (baca: bertawakal) padanya”&lt;/em&gt;(HR. Tirmidzi 2072 dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Shahihut Targhib wat Tarhib&lt;/em&gt;&amp;nbsp;3/192)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Rezeki Tidak Diraih Dengan Jimat&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Rezeki hanya diperoleh dengan kerja keras, keuletan dan tawakal kepada Allah&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;ta’ala&lt;/em&gt;, bukan dengan jimat. Beberapa fakta justru membuktikan kegagalan-lah yang akan ditemui oleh mereka yang bergantung pada jimat. Ada yang ludes harta bendanya karena telah mengeluarkan duit dalam jumlah yang banyak untuk memperoleh jimat yang ampuh sementara bisnisnya tak kunjung berhasil. Ada yang mendatangi dukun untuk memperoleh jimat, namun kebangkrutan yang dia temui. Bukan dirinya yang kaya, namun dukunlah yang kaya. Kok bisa kesuksesan dan rezeki dapat diperoleh dengan jimat? Kok bisa orang yang menggantungkan harapan kepada jimat bisa meraih kesuksesan?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ibnul Qayyim&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;menyatakan bahwa seorang yang menggantungkan hati dan harapannya kepada sesuatu selain Allah justru akan menjadi golongan yang hina dan tidak akan memperoleh kebaikan (&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Badai’ul Fawaaid&lt;/em&gt;, 2/470). Di tempat lain, beliau menyatakan bahwa seorang yang demikian keadaannya, justru akan membuka pintu kehancuran dan kebinasaan bagi dirinya dan menutup pintu kesuksesan dan kebahagiaan (&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Thariqul Hijratain&lt;/em&gt;&amp;nbsp;1/29)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Oleh karena itu mereka yang percaya dan menggunakan jimat adalah orang yang merugi di dunia dan akhirat. Rugi di dunia, karena rezeki tidak kunjung datang kepada mereka. Kerugian di akhirat pun akan dia temui, karena dirinya termasuk golongan yang hina karena membiarkan hatinya bersandar, percaya dan bergantung pada jimat, sesuatu yang tidak mampu mendatangkan manfaat, tidak pula mudharat. Allah&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;ta’ala&lt;/em&gt;&amp;nbsp;berfirman,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu? Atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka mampu menolak rahmat-Nya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku.” Kepada-Nyalah orang-orang yang berserah diri bertawakal.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(QS. Az Zumar [39]: 38)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah&amp;nbsp;&lt;em style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, keluarga beliau, para sahabat dan orang yang mengikuti mereka. Untaian puji hanyalah milik Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-6523426451863324724?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/6523426451863324724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/antara-rezeki-dan-jimat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/6523426451863324724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/6523426451863324724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/antara-rezeki-dan-jimat.html' title='antara rezeki dan jimat'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_m1ALyYSRw9U/SchPuTE-c-I/AAAAAAAACAs/isr8ph_xPr4/s72-c/syirik.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-7249631599406343133</id><published>2010-09-02T03:18:00.000-07:00</published><updated>2010-09-02T20:03:48.237-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah teladan'/><title type='text'>cermin kedermawanan abu bakr assidiq radhiallahu anhu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/zakat_100610171023.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://static.republika.co.id/images/zakat_100610171023.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Suatu hari, &lt;span class="Apple-style-span" style="color: blue;"&gt;Khalifah Abu Bakar&lt;/span&gt; hendak berangkat berdagang. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Umar bin Khathab. "Mau berangkat ke mana engkau, wahai Abu Bakar?" tanya Umar. "Seperti biasa, aku mau berdagang ke pasar," jawab sang khalifah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Umar kaget mendengar jawaban itu, lalu berkata, "Engkau sekarang sudah menjadi khalifah, karena itu berhentilah berdagang dan konsentrasilah mengurus kekhalifahan." Abu Bakar lalu bertanya, "Jika tak berdagang, bagaimana aku harus menafkahi anak dan istriku?" Lalu Umar mengajak Abu Bakar untuk menemui Abu Ubaidah. Kemudian, ditetapkanlah oleh Abu Ubaidah gaji untuk khalifah Abu Bakar yang diambil dari baitul mal.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Pada suatu hari, istri Abu Bakar meminta uang untuk membeli manisan. "Wahai istriku, aku tak punya uang," kata Abu Bakar. Istrinya lalu mengusulkan untuk menyisihkan uang gaji dari baitul mal untuk membeli manisan. Abu Bakar pun menyetujuinya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Setelah beberapa lama, uang untuk membeli manisan pun terkumpul. "Wahai Abu Bakar belikan manisan dan ini uangnya," ungkap sang istri memohon. Betapa kagetnya Abu Bakar melihat uang yang disisihkan istrinya untuk membeli manisan. "Wahai istriku, uang ini ternyata cukup banyak. Aku akan serahkan uang ini ke baitul mal, dan mulai besok kita usulkan agar gaji khalifah supaya dikurangi sebesar jumlah uang manisan yang dikumpulkan setiap hari, karena kita telah menerima gaji melebihi kecukupan sehari-hari," tutur Abu Bakar.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Sebelum wafat, Abu Bakar berwasiat kepada putrinya Aisyah. "Kembalikanlah barang-barang keperluanku yang telah diterima dari baitul mal kepada khalifah penggantiku. Sebenarnya aku tidak mau menerima gaji dari baitul mal, tetapi karena Umar memaksa aku supaya berhenti berdagang dan berkonsentrasi mengurus kekhalifahan," ujarnya berwasiat.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Abu Bakar juga meminta agar kebun yang dimilikinya diserahkan kepada khalifah penggantinya. "Itu sebagai pengganti uang yang telah aku terima dari baitul mal," kata Abu Bakar. Setelah ayahnya wafat, Aisyah menyuruh orang untuk menyampaikan wasiat ayahnya kepada Umar. Umar pun berkata, "Semoga Allah SWT merahmati ayahmu."&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Kisah yang tertulis kitab fadhailul 'amal itu sarat akan makna dan pesan. Di bulan Ramadhan ini, kita dapat mengambil pelajaran dari sikap dan keteladanan Abu Bakar yang tidak rakus terhadap harta kekayaan. Meski ia adalah seorang khalifah, namun tetap memilih hidup sederhana demi menjaga amanah.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Inilah sikap keteladanan dari seorang pemimpin sejati yang perlu ditiru oleh para pemimpin bangsa kita. Perilaku pemimpin, memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan masyarakat. Terlebih, bangsa Indonesia memiliki karakteristik masyarakat yang paternalistik yang rakyatnya berorientasi ke atas.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Apa yang dilakukan pemimpin akan ditiru oleh rakyatnya, baik perilaku yang baik maupun yang buruk. Dengan spirit Ramadhan, maka hendaknya para pemimpin memberi teladan untuk hidup secara wajar agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Wallahu 'alam&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-7249631599406343133?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/7249631599406343133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/cermin-kedermawanan-abu-bakr-assidiq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/7249631599406343133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4492204038544885153/posts/default/7249631599406343133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/cermin-kedermawanan-abu-bakr-assidiq.html' title='cermin kedermawanan abu bakr assidiq radhiallahu anhu'/><author><name>ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01603083360833640214</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_L7MMjfQam0c/Sylnjr_hvBI/AAAAAAAAABM/V52og6LzTos/S220/images.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4492204038544885153.post-6396434538472913736</id><published>2010-09-02T03:03:00.000-07:00</published><updated>2010-09-02T03:06:18.976-07:00</updated><title type='text'>pendapat "mereka" tentang muhammad sallallahu alayhissalam</title><content type='html'>&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSjvzFKtyPI6gWmQ2gDqAxxb19OV3biv7PJoboblKg8iOgH2rw&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__mu36D3vwvLhC6dpKTv83m_C2aoY=" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSjvzFKtyPI6gWmQ2gDqAxxb19OV3biv7PJoboblKg8iOgH2rw&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__mu36D3vwvLhC6dpKTv83m_C2aoY=" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Encyclopedia Britannica&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Sejumlah besar sumber awal menunjukkan bahwa dia adalah seseorang yang jujur dan berbudi baik yang dihormati dan ditaati orang-orang yang sepertinya&lt;br /&gt;(jujur dan berbudi baik) (Vol. 12)”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Mahatma Gandhi&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;(Komentar mengenai karakter Muhammad di&lt;br /&gt;Young India:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan,&lt;br /&gt;kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup&lt;br /&gt;halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sir George Bernard Shaw&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;(The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris – bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;” Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan&lt;br /&gt;merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad – sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ‘sang penyelamat kemanusiaan’.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh&lt;br /&gt;ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari&lt;br /&gt;peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan&lt;br /&gt;anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan ke keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat&lt;br /&gt;ini – dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas dua dekade.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Michael H. Hart&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;(The 100: A Ranking Of The Most Influential Persons History, New York, 1978)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa… Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pegembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Lamar time&lt;/strong&gt;, Histoire De La Turquie, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua bidang saja misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang – semua menjadi satu. Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut – hanya dengan kepribadian seperti dia-lah keagungan seperti ini dapat diraih.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;K. S. Ramakrisna Rao&lt;/strong&gt;, Professor Philosophy dalam bookletnya, “Muhammad, The Prophet of Islam”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kepribadian Muhammad, hhmm sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Prof. Snouck Hugronje&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan – dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Thomas Carlyle in his Heroes and Heroworship&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“(Betapa menakjubkan) seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Baduy) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua decade.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Edward Gibbon and Simon Ockley&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;speaking on the profession of Islam write:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;” ‘Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya’ adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama (History Of The Saracen Empires, London, 1870, p. 54).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba dan pesuruh Tuhan’ dan demikianlah juga setiap tindakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Sarojini Naidu&lt;/strong&gt;, penyair terkenal India (S. Naidu, Idelas of Islam, vide Speeches &amp;amp; Writings, Madras, 1918, p. 169):&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jemaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika&lt;br /&gt;seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: ‘Allah Maha Besar’… Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Diwan Chand Sharma&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnya dirasakkan dan tak pernah dilupakan orang-orang terdekatnya.&lt;br /&gt;(D.C. Sharma, The Prophets of&amp;nbsp; The East, Calcutta, 1935, pp. 12)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;James A. Michener&lt;/strong&gt;, “Islam: The Misunderstood Religion,” in Reader’s (American edition), May 1955, pp. 68-70.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya. Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi2 dan ragu2 karena menyadari kelemahannya. Tapi “Baca” adalah perintah yang diperolehnya, -dan meskipun sampai saat ini diyakini bahwa Muhammad tidak bisa membaca dan menulis – dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: “Tiada tuhan selain Tuhan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: “Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar-pen.) menepis keingingan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa: ‘Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Tuhan-lah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya”. (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 – pen.)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;W. Montgomery Watt&lt;/strong&gt;, Mohammad At Macca, Oxford, 1953, p. 52.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa – semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Annie Besant&lt;/strong&gt;, The Life and Teaching Of Muhammad, 1932, p. 4.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasakan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya merasakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Bosworth Smith&lt;/strong&gt;, Mohammad and Mohamadanism, London, 1874, p. 92.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrument atau penyokongnya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;John William Draper&lt;/strong&gt;, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;“Empat tahun setelah kematian Justinian, pada 569 AD, telah lahir di&lt;br /&gt;Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat manusia … Muhammad”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;John Austin&lt;/strong&gt;, “Muhammad the Prophet of Allah,” in T.P. ‘s and Cassel’s Weekly for 24th September 1927.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #222222; font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.5; margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;”Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4492204038544885153-6396434538472913736?l=aliabdulrazak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/feeds/6396434538472913736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://aliabdulrazak.blogspot.com/2010/09/pendapat
